UNTUK INDONESIA
Kereta Api Bandara Stasiun Solo Balapan Siap Meluncur
Proyek pembangunan peron Kereta Api (KA) bandara di Stasiun Solo Balapan telah rampung, hanya tinggal menunggu waktu peresmian.
Bangunan peron KA Bandara Stasiun Solo Balapan yang hampir selesai. (Foto: Tagar/Reyma Pramista).

Jakarta - Proyek pembangunan peron Kereta Api (KA) bandara di Stasiun Solo Balapan telah rampung, hanya tinggal menunggu waktu peresmian. Hal itu dikatakan Project Manajer PT Kereta Api Properti Manajemen Sugeng Saputro.

Ia menjelaskan, pihaknya untuk saat ini tinggal membersihkan sisa-sisa material bangunan. Sambil menunggu waktu peresmian masih ada waktu untuk pemeliharaan.

Sugeng menerangkan, peron KA bandara terdiri dari dua lantai. Untuk luas lantai satu 645 meter persegi, sementara luas lantai dua 1299 meter persegi.

“Peron tersebut mampu menampung sekitar 1.300 penumpang,” kata dia.

Lantai satu, dikatakan Sugeng, digunakan sebagai akses turun naik penumpang KA bandara. Sedang lantai dua difungsikan untuk ruang tunggu penumpang.

"Di lantai dua kita berikan tenant nantinya. Kira-kira bisa menampung delapan tenant nanti di lantai dua. Tenant belum kita pasarkan," ujarnya.

Peron tersebut mampu menampung sekitar 1.300 penumpang.

"Untuk memberikan kenyamanan penumpang, peron KA bandara berada di jalur utara atau 8, 9 dan 10 emplasemen stasiun yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti eskalator, lift, dan fasilitas umum yang ramah untuk penyandang disabilitas," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto menjelaskan, hingga kini PT KAI tengah melakukan perluasan area parkir dan berbagai fasilitas lainnya di Stasiun Solo Balapan.

Hal ini menurutnya untuk mendukung setelah KA bandara resmi beroperasi.

"Semuanya kita persiapkan,” ucapnya.

Artinya, kata Eko, jika KA bandara dioperasikan, maka pihaknya sudah siap penuh. 

“Peron KA bandara terhubung dengan skybridge sehingga bisa diakses dari terminal," ujarnya.

Untuk pembangunan ruang tunggu KA Bandara Solo saja diketahui menelan anggaran sekitar RP 40 miliar.

“Sebelumnya pembangunan peron tersebut ditargetkan selesai pada Mei 2019, namun hingga kini proses pembangunan mencapai 90 persen. Pembangunan peron ditujukan untuk menunjang operasional kereta bandara,” kata dia.

Baca juga:

Rail Clinic di Solo

Direvitalisasi, Stadion Manahan Berkelas Dunia

Berita terkait
0
Jakarta Banjir, NasDem: Anies Tak Punya Hati
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi NasDem mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mempunyai hati nurani terkait banjir di Jakarta.