Surabaya (22/3/2018) - Dua mobil prototipe berbahan bakar racikan kimia ini bakal menjadi solusi mobil ramah lingkungan di masa depan. Mobil karya mahasiswa Departemen Teknik Kimia Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini sama sekali tidak menggunakan bahan dari fosil yang susah diperbarukan.

General Manager Tim Spektronics ITS, Regia Puspita Sari mengatakan, kedua mobil yang diberi nama Spektronics 15 dan Spektronics 16 jelas memiliki teknologi dan spesifikasi lebih canggih dari spektronics generasi sebelumnya.

Regia menandaskan bahwa mobil Spektronics 15 merupakan mobil menggunakan tenaga baterai sebagai sumber energi utama. Tapi, baterai itu bukan sembarang baterai sebab baterai ini menggunakan semi dry-cell. Dari komposisi jumlah elektrolit yang digunakan lebih sedikit namun mampu menghasilkan energi yang lebih besar dari baterai biasa.

"Baterai Spektronics 15 bisa digunakan ulang sehingga lebih eco-friendly dan lebih efisien penggunaannya," kata Regia.

Prototipe mobil anak ITS Foto: Lutfi

Sedangkan, mobil Spektronics 16 berbeda dari saudaranya. Sebab mobil ini menggunakan water turbin engine sebagai sumber energi utama. Turbin pada Spektronics 16 ini digerakkan oleh oksigen dan air yang dihasilan dari reaksi H2O2 atau bahan untuk pemutih dan FeCl3 atau Feri Klorida.

Mobil ini semakin ramah lingkungan karena gas buang yang dihasilkan berupa oksigen yang sangat dibutuhkan mahluk hidup. Mobil ini berpotensi menjadi jawaban terhadap permasalahan emisi di kemudian hari. "Teknologi ini yang pertama kali di Indonesia," papar mahasiswa angkatan 2015 ini.

Dengan spesifikasi dan kecanggihan mobil ini, maka keduanya siap berlaga di dua kompetisi bergengsi tingkat internasional sekaligus. Yakni, Indonesia Chem-E-Car Competition (ICECC) 2018 yang digelar di Gedung Pusat Robotika ITS pada 23-25 Maret dan Malaysia Chem-E-Car Competition di Trengganu, Malaysia pada 30-31 Maret.

Regia mengungkapkan kedua kompetisi yang diikuti oleh Spektronics tersebut memiliki karakter penilaian yang sama. Keduanya menuntut agar peserta mampu mengontrol takaran reaksi kimia yang digunakan agar mobil mampu menempuh jarak tertentu dengan membawa beban di atasnya. Khusus untuk kompetisi di Malaysia Chem-E-Car Competition, peserta juga ditantang untuk memasukkan bola ke dalam gawang.

Regia optimistis timnya bisa meraih hasil positif di dua kompetisi tersebut. Terlebih lagi semangat dari dukungan besar dari ITS, Departemen Teknik Kimia dan Ikatan Keluarga Orangtua Mahasiswa (Ikoma) ITS membuat Tim Spektronics bertanggung jawab untuk tampil maksimal demi memberikan yang terbaik bagi almameter. (lut)