UNTUK INDONESIA
Kepoin Bisnis Amarta Fintech Milik Andi Taufan
Setelah mundur sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo Andi Taufan Garuda Putra ditengarai bakal fokus pada usahanya Amartha Fintech.
Pendiri dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra. (Foto: blog.amartha.com)

Jakarta - Setelah mundur sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 17 April 2020, Andi Taufan Garuda Putra ditengarai bakal fokus pada usahanya yakni Amartha Fintech. Perusahaan  yang selama ini dia rintis ini meberi pelayanan pinjam-meminjam berbasis teknologi informasi yang menjadi perantara antara kreditur dan debitur.

“Pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden RI dilandasi ketulusan untuk dapat mengabdi kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil,” kata dia dalam surat terbuka pengunduran diri yang diterima Tagar, Jumat, 24 April 2020.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Amartha, perusahaan rintisan tersebut (startup) diketahui telah mulai beroperasi sejak 2010. Awalnya, Amartha tidak langsung terjun ke ranah pinjam-meminjam online, tetapi menggarap pasar pembiayaan mikro kepada masyarakat kecil.

Dalam perjalanannya, Amartha mantap untuk menjadi peer-to-peer lending berkategori financial technology (fintech) seiring dengan izin yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan pada 2016. Melalui sejumlah upaya ekspansif, lembaga keuangan moderen ini mengklaim telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp 2,38 triliun.

Andi TaufanCEO sekaligus Pendiri Amartha perusahaan MicroFintech peer to peer Andi Taufan Garuda Putra (tengah) bersama perempuan di Desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. (Foto: blog.amartha.com)

Besaran nilai tersebut telah disebar kepada 502.852 debitur pengusaha mikro di seluruh Indonesia. Dari sisi kualitas penyaluran dana, Amartha tercatat memiliki kinerja cukup baik dengan torehan tingkat keberhasilan (TKB) dana pinjaman sebesar 99,94 persen.

Adapun, nilai pinjaman yang disalurkan berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 15 juta dengan sistem tanggung renteng. Sementara untuk investor yang memberikan pinjaman, Amartha menjanjikan margin keuntungan sampai dengan 15 untuk satu tahun.

Geliat bisnis kepunyaan Andi Taufan ini ternyata dilirik oleh investor kakap. Tercatat, ada beberapa penyandang dana skala besar yang turut menginjeksi modal Amartha, seperti diantaranya UOB Venture Managemen, Mandiri Capital Indonesia, Beenext, dan Bamboo Capital Partners. Kapitalisasi angkanya pun tergolong jumbo dengan nilai mencapai 10 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Hingga akhir Maret 2020, nilai pinjaman Amrtha disebut telah mengalami lonjakan sebesar 25 persen lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Keterangan resmi perusahaan menyebut hal tersebut terjadi lantaran pengaruh pandemi Covid-19 yang kini menyerang Tanah Air.

“Ini adalah bukti nyata bahwa kelangsungan ekonomi masyarakat ekonomi piramida terbawah merupakan sektor yang tangguh dan mampu bertahan dalam krisis,” kata Amartha. []

Berita terkait
Susul Belva, Andi Taufan Mundur dari Stafsus Jokowi
Usai berita pengunduran diri Adamas Belva Devara dari posisi Staf Khusus Presiden Jokowi, kini giliran Andi Taufan Garuda Putra berhenti.
Jokowi Hargai Keputusan Mundurnya Andi Taufan Garuda
Pihak Istana angkat suara terkait pengunduran diri salah satu Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra, yang disampaikan Pramono Anung
Stafsus Andi Bukti Istana Rekrut Orang Tidak Kompeten
Masalah yang ditimbulkan Stafsus Presiden, Andi Taufan Garuda, dinilai akibat dari Istana merekrut orang tidak kompeten.
0
KLHK: Padat Karya Penanaman Mangrove Pulihkan Perekonomian
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memperluas cakupan Kegiatan Padat Karya di 34 provinsi.