UNTUK INDONESIA

Kementerian PUPR Bangun Jalur Alternatif di Tapanuli

Dalam rangka meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, Kementerian PUPR membangun jalan pintas Rampa-Poriaha
Kementerian PUPR membuat jalur alternatif jalan nasional Sibolga-Tarutung menghubungkan Kota Sibolga-Tapanuli Tengah menuju Tapanuli Utara (Foto:Tagar/pu.go.id)

Jakarta - Dalam rangka meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jalan pintas ruas Rampa-Poriaha/Mungkur di Kabupaten Tapanuli Tengah sepanjang 18.50 kilometer. 

Jalan pintas tersebut menjadi jalur alternatif jalan nasional Sibolga-Tarutung menghubungkan Kota Sibolga-Tapanuli Tengah menuju Tapanuli Utara yang kerap mengalami longsor saat musim hujan.

Ruas Rampa-Poriaha/Mungkur juga akan memperpendek jarak tempuh dari wilayah Poriaha/Mungkur menuju Tapanuli Utara karena tidak perlu lagi melewati Kota Sibolga.

"Layanan jalan yang semakin baik akan menunjang kelancaran logistik, terutama pada masa Pandemi Covid-19 ini. Selain itu juga untuk menopang perekonomian masyarakat untuk mengangkut hasil bumi dan hasil produksi lainnya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pada tahun 2020, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Ditjen Bina Marga telah menyelesaikan pembangunan jalan baru ruas Rampa-Poriaha/Mungkur dengan membelah bukit sepanjang 700 meter. 

Penanganan lereng bukit dilakukan dengan metode blasting (peledakan), selanjutnya untuk mengurangi risiko longsor digunakan geotextile serta matras pengendali erosi berwarna hijau sepanjang 900 meter. Penanganan lereng tersebut juga menerapkan teknologi hidroseeding melalui metode penanaman biji vegetasi yang bertujuan agar air terserap dengan baik.

Penanganan lereng ruas Rampa-Poriaha/Mungkur dikerjakan oleh kontraktor PT Girder Indonesia dengan biaya APBN sebesar Rp 77,7 miliar. 

Dengan selesainya penanganan lereng ruas Rampa-Poriaha/Mungkur akan meningkatkan konektivitas antara kawasan pesisir Pantai Barat Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan yang berjarak sekitar 350 kilometer.

Terbangunnya jalan ini juga memudahkan pergerakan orang, terutama turis menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, sehingga wisatawan memiliki pilihan jalur transportasi. []

Baca juga:


Berita terkait
Kementerian PUPR Selesaikan Revitalisasi Pasar Prawirotaman
Revitalisasi Pasar Prawirotaman yang telah tuntas seluruhnya, bertujuan untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat
BPSDM Kementerian PUPR Gelar Bimtek Keprotokolan
BPSDM Kementerian PUPR mengadakan kegiatan Bimtek Keprotokolan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat
Kementerian PUPR Uji Seleksi Pengurus LPJK Periode 2021-2024
Kementerian PUPR selaku pembina jasa konstruksi nasional menyelenggarakan uji wawancara dan pemeriksaan kesehatan calon pengurus LPJK.
0
Kementerian PUPR Bangun Jalur Alternatif di Tapanuli
Dalam rangka meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, Kementerian PUPR membangun jalan pintas Rampa-Poriaha