Kematian Covid-19 di India 10 Kali Lipat Laporan Resmi

Sebuah penelitian dampak pandemi virus corona di India ungkapkan jumlah kematian sebenarnya bisa mencapai 10 kali lipat dari angka resmi
Petugas ambulans beristirahat di bangku setelah di tempat krematorium di Guwahati, India, pada 25 Juni 2021 (Foto: voaindonesia.com - AFP/Biju Boro)

Jakarta – Sebuah penelitian mengenai dampak pandemi virus corona di India mengungkapkan jumlah kematian akibat Covid-19 yang sebenarnya di negara tersebut bisa mencapai 10 kali lipat dari angka resmi. Hal itu kemungkinan menjadikannya sebagai tragedi kemanusiaan terburuk di era India modern.

Sebagian besar ahli percaya angka kematian resmi akibat Covid-19 di India yang mencapai lebih dari 414 ribu adalah jumlah yang sangat kecil. Namun, pemerintah menolak kekhawatiran itu dan menyebutnya berlebihan dan menyesatkan.

Mengutip hasil studi yang dirilis Selasa, 20 Juli 2021, Kantor Berita Associated Press (AP) melaporkan perbedaan antara jumlah kematian tercatat dan jumlah kematian yang diperkirakan mencapai antara 3 juta hingga 4,7 juta antara Januari 2020 dan Juni 2021. Laporan tersebut menyebut angka yang akurat mungkin "sulit didapat", tetapi jumlah kematian yang sebenarnya "kemungkinan akan menjadi lebih besar dari hitungan resmi."

Dr Kedar ToraskarDr Kedar Toraskar (tengah), kepala perawatan kritis, memeriksa pasien Covid-19 di bangsal ICU di Rumah Sakit Pusat Wockhardt Mumbai di Mumbai, India, 5 Juni 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Laporan itu diterbitkan oleh Arvind Subramanian, mantan kepala penasihat ekonomi pemerintah India, dan dua peneliti lain di Pusat Pengembangan Global dan Universitas Harvard.

Menurut laporan tersebut, pencatatan jumlah kematian kemungkinan terlewat tidak menghitung kematian yang terjadi rumah sakit-rumah sakit yang kewalahan atau ketika layanan kesehatan tertunda atau terganggu terutama selama lonjakan gelombang Covid-19 mencapai puncaknya pada awal tahun ini.

“Kematian yang sebenarnya mungkin dalam beberapa juta bukan ratusan ribu, membuat ini bisa dibilang sebagai tragedi kemanusiaan terburuk di India sejak pemisahan dan kemerdekaan,” kata laporan itu.

Pemisahan India yang dikuasai Inggris menjadi India dan Pakistan yang merdeka pada 1947 menyebabkan pembunuhan hingga satu juta orang karena kelompok Hindu dan Muslim saling membantai.

Warga Indiamakamkan jenazah pasien Covid-19Warga India terlihat memakamkan jenazah pasien Covid-19 dalam lubang dangkal di bantaran sungai Ganga, 17 Juni 2021 (Foto: dw.com/id)

Laporan tentang korban virus corona di India menggunakan tiga metode perhitungan: data dari sistem pencatatan sipil yang mencatat kelahiran dan kematian di tujuh negara bagian; tes darah yang menunjukkan prevalensi virus di India bersama dengan tingkat kematian Covid-19 secara global; dan survei ekonomi terhadap hampir 900 ribu orang yang dilakukan tiga kali setahun.

Peneliti mengingatkan bahwa setiap metode memiliki kelemahan, seperti survei ekonomi yang menghilangkan penyebab kematian.

Laporan itu juga memperkirakan hampir dua juta orang India meninggal selama lonjakan pertama Covid-19 pada tahun lalu dan mengatakan tidak “memahami skala tragedi secara waktu nyata (real-time)” mungkin telah “menimbulkan kepuasan kolektif yang menyebabkan kengerian” terhadap lonjakan kasus pada awal tahun ini (ah/ft)/ Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Industri Film Bollywood India Diterjang Pandemi Covid-19
Industri film Bollywood India tidak lepas dari terjangan krisis Covid-19 dengan kerugian yang sangat besar dan menambah pengangguran
12 Menteri India Undurkan Diri Karena Krisis Penanganan Covid-19
Perdana Menteri India, Narendra Modi, merombak kabinetnya secara besar-besaran dengan mengganti 12 menteri yang mundur
Kehidupan Pasca Ledakan Covid-19 di India Perlahan Normal
Setelah ledakan pandemi Covid-19 dan waktu berkabung massal dilewati, warga sekarang kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari
0
Kematian Covid-19 di India 10 Kali Lipat Laporan Resmi
Sebuah penelitian dampak pandemi virus corona di India ungkapkan jumlah kematian sebenarnya bisa mencapai 10 kali lipat dari angka resmi