Kemampuan Belajar yang Hilang Karena Pandemi Covid di AS Mencerminkan Tren Global

Skor penilaian sejarah AS tercatat terendah sejak 1994, sementara hasil skor tes kewarganegaraan turun untuk pertama kalinya
Sejumlah siswa duduk di ruang kelas saat kegiatan belajar tatap muka kembali dimulai di San Antonio, Texas, AS, pada 11 Januari 2022. (Foto: voaindonesia.com/Reuters/Kaylee Greenlee)

TAGAR.id - Dewan Pelaksana Penilaian Nasional Amerika Serikat (AS), membuktikan lebih lanjut bahwa anak-anak di AS mengalami kehilangan kemampuan dalam menangkap pembelajaran yang signifikan ketika sekolah ditutup selama pandemi Covid-19. Ini menurut laporan yang dirilis Dewan tersebut, 3 Mei 2023. Rob Garver melaporkannya untuk VOA.

Laporan tersebut menunjukkan nilai ujian yang mengukur pencapaian dalam mata pelajaran sejarah AS dan kewarganegaraan yang turun secara signifikan antara 2018 hingga 2022.

Sejumlah tes, yang merupakan bagian dari Penilaian Kemajuan Pendidikan Nasional (NAEP), umumnya dikenal sebagai "rapor negara," diberikan kepada ratusan siswa kelas delapan di seantero AS. Skor penilaian sejarah AS tercatat terendah sejak 1994, sementara hasil skor tes kewarganegaraan turun untuk pertama kalinya.

Hanya 13 persen siswa yang diuji dalam sejarah AS dianggap mahir, artinya para siswa tersebut telah menguasai materi yang diharapkan dari mereka secara substansial. Angka itu 1 poin persentase lebih rendah dari tahun 2018. Sebanyak 46 persen lainnya diuji di tingkat "dasar" NAEP, yang artinya mereka menguasai sebagian materi, turun sebesar 4 poin persentase dari hasil sebelumnya. Sisanya, sebanyak 40 persen siswa yang diuji tidak memenuhi standar untuk pengetahuan dasar, meningkat 6 poin persentase.

siswa di amerika masuk sekolahSiswa pakai masker berjalan melewati tanda "Selamat Kembali Bersekolah" pada hari pertama sekolah di SD Sessums, Riverview, Florida, AS, 10 Agustus 2021 (Foto: voaindonesia.com - AP Photo/Chris O\'Meara, File)

Dalam mata pelajaran kewarganegaraan, 20 persen siswa yang diuji memenuhi syarat kecakapan, dan 48 persen lainnya memiliki pengetahuan dasar materi — keduanya turun 1 poin persentase dari tahun 2018. Sementara 31 persen lainnya gagal menunjukkan pengetahuan dasar sekalipun, di mana jumlah tersebut meningkat sebesar 4 poin persentase dibandingkan tahun 2018.

Dalam kedua kasus tersebut, penurunan kemahiran terpusat di antara siswa yang memiliki kemampuan lebih rendah, sedangkan pencapaian di antara 25 persen siswa teratas hanya berubah sedikit.

Rincian data lebih jauh menunjukkan bahwa penurunan lebih besar terjadi di kalangan siswa asal ras minoritas dan siswa dari keluarga berpenghasilan rendah, yang menunjukkan bahwa dampak pandemi terhadap prestasi pendidikan tidak merata di seluruh populasi. (my/rs)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Kasus Jamur Berbahaya Meningkat Tajam di AS Selama Pandemi Covid-19
Separuh lebih dari total 50 negara bagian di AS telah melaporkan kasus tersebut, menurut sebuah penelitian terbaru