Indonesia
Kelompok Kebun di Bandung Tawarkan Urban Farming
Pokbun Flamboyan berhasil menerapkan konsep urban farming di tengah-tengah terbatasnya lahan di perkotaan.
Suasana kebun Pokbun Flamboyan, Kota Bandung yang ramai didatangi oleh masyarakat dan mahasiswa untuk belajar bercocok tanam dengan konsep urban farming. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Bandung - Kelompok Kebun atau Pokbun Flamboyan di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kota Bandung diminati banyak warga.

Lantaran Pokbun Flamboyan berhasil menerapkan konsep urban farming di tengah-tengah terbatasnya lahan di perkotaan.

Selalu ramai dikunjungi dari berbagai kalangan untuk belajar dan mengembangkan bisnis agro atau sekadar bercocok tanam.

Ini merupakan binaan PT Pertamina MOR III yang ditunjuk Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung sebagai pokbun percontohan, sekaligus menjadi tempat praktik peserta pelatihan urban farming.

Konsep ini sangat cocok di lingkungan rumah dengan lahan terbatas, tetapi lingkungan lestari dan mampu memberikan manfaat ekonomi.

Di sana trainers biasanya memberikan pelatihan mulai dari pembibitan, pemindahan bibit ke polybag, atau memindahkan tanaman dari pos ke tanah, hingga pelatihan memilih sayuran yang layak panen dan dikonsumsi.

Awalnya hasil kebun untuk dikonsumsi sendiri. Tetapi, lambat laun, hasil panen semakin banyak

Bantu Sampai ke Pemasaran

Unit Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami menjelaskan, banyak masyarakat tertarik datang dan melakukan pelatihan ke Pokbun Flamboyan menjadi bukti keberhasilan Pertamina dalam melakukan pembinaan.

Kini Pokbun Flamboyan telah mandiri dan menjadi laboratorium untuk semua pihak yang ingin belajar sekaligus praktik lapangan.

"Keberhasilan Pokbun Flamboyan ini kami harapkan dapat menularkan kebaikan bagi masyarakat yang belajar di tempat ini, sekaligus menginspirasi kelompok berkebun lainnya," tutur dia.

Sejak berdiri tahun 2017, Pokbun Flamboyan mengembangkan konsep urban farming dengan menanam sayuran seperti pakcoy, kangkung, salada, jahe dan cabai.

"Awalnya hasil kebun untuk dikonsumsi sendiri. Tetapi, lambat laun, hasil panen semakin banyak, hingga mereka mengembangkan produk makanan olahan hasil kebun seperti minuman jahe (minhe), cobek kangkung, jemari pakcoy, lapis krispi pakcoy, dan lain-lain," kata Dewi. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Pegawai dan Narapidana, Gotong Royong Hidupkan Lapas
Sejumlah narapidana dengan pegawai kompak membersihkan puing sisa kebakaran di lapas Papua Barat. Hingga saat ini belum semua warga binaan kembali.