UNTUK INDONESIA

Kejahatan Kebencian di Amerika Serikat di Masa Donald Trump

Data FBI menunjukkan ada peningkatan kejahatan kebenciran di Amerika Serikat pada tiga tahun pertama pemerintahan Presiden Donald Trump
Sebuah mobil polisi diparkir di depan gedung FBI di Washington DC, AS (Foto: Dok/voaindonesia.com - Reuters).

Jakarta - Insiden kejahatan berbasis kebencian di Amerika Serikat (AS) meningkat 2,7% tahun 2019 naik ke level tertinggi dalam lebih dari 10 tahun. Hal ini disampaikan oleh FBI (Federal Bureau of Investigation/Biro Investigasi Federal) dalam laporan terbaru.

Terdapat 7.314 insiden kejahatan berdasar kebencian tahun 2019, naik dari 7.120 pada tahun 2018. Jumlah insiden tahun 2019 merupakan jumlah tertinggi sejak 2008. Hal ini ada dalam laporan yang dirilis pada hari Senin, 16 November 2020.

Meskipun ada sedikit penurunan pada tahun 2018, kejahatan berdasar kebencian melonjak hampir 21% dalam tiga tahun pertama pemerintahan Presiden Donald Trump, periode yang ditandai dengan munculnya gerakan sayap kanan yang semakin keras.

Walaupun Presiden Trump mengecam supremasi kulit putih, Pusat Kajian Kebencian dan Ekstremisme mencatat bahwa kejahatan berdasar kebencian naik terhadap kelompok-kelompok yang difitnah presiden. Data FBI menunjukkan kejahatan kebencian terhadap Hispanik atau orang-orang asal Amerika Latin, misalnya, naik 53% dalam tiga tahun pertama Trump menjabat presiden ke level tertinggi dalam 10 tahun.

FBI mendefinisi kejahatan kebencian sebagai tindak kriminal yang dimotivasi oleh ras, etnis, keturunan, agama, orientasi seksual, kecacatan, gender, dan identitas gender. Laporan kejahatan kebencian tahunan didasarkan pada laporan badan-badan penegak hukum. Akibatnya, jumlah kejahatan dalam catatan FBI selalu lebih rendah, kata aktivis hak-hak sipil.

Meskipun sebagian besar kejahatan kebencian tidak berupa tindak kekerasan, dalam laporan FBI terbaru menunjukkan terjadi peningkatan tindak kekerasan seperti penyerangan dan pembunuhan.

Pembunuhan bermotif kebencian naik lebih dari dua kali lipat ke rekor 51. Kenaikan itu didorong oleh serangan yang dilakukan supremasi kulit putih, termasuk pembantaian pada Agustus 2019 di pasar swalayan El Paso yang menewaskan 23 orang. (ka/lt)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Hukuman Pertama Atas Kejahatan Terhadap Transgender di Amerika
Joshua Vallum (29), dihukum penjara 49 tahun pada Senin (15/5) karena membunuh Mercedes Williamson (17), karena perempuan ini adalah waria.
0
Kejahatan Kebencian di Amerika Serikat di Masa Donald Trump
Data FBI menunjukkan ada peningkatan kejahatan kebenciran di Amerika Serikat pada tiga tahun pertama pemerintahan Presiden Donald Trump