UNTUK INDONESIA
Kata Wapres, Dialog Bersama Solusi Konflik Global
Penyebab konflik dan peperangan karena ada kesepakatan yang dilanggar. Wapres Maruf menyebut perlu dialog dalam menyelesaikan konflik tersebut.
Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin saat menjadi pembicara dalam konferensi IDC-CDI 2020 di Yogyakarta, Jumat 24 Januari 2020. (Foto: Tagar/Ratih Keswara)

Yogyakarta - Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin mengatakan, konflik dan peperangan yang terjadi di dunia pada dasarnya disebabkan dilanggarnya kesepakatan dan kurangnya dialog. Karena itu, untuk mengatasi konflik yang terjadi, dialog bersama harus dilakukan.

Wapres Ma’ruf mengatakan peradaban manusia saat ini memang sedang menghadapkan pada tantangan yang sangat serius dari pemahaman sikap dan tindakan tidak menghormati serta mengingkari kesepakatan.

“Sudah terbukti solusi militer tidak sepenuhnya efektif mengatasi konflik, justru menyisakan dendam yang memicu konflik lainnya. Kini tugas kita semua memajukan kembali dialog, membangun dan menjaga kesepakatan,” ujarnya dalam konferensi International Democrat Centrist and the Centrist Democrat International (IDC-CDI) 2020 di Yogyakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Ma’ruf mengatakan, negara-negara di dunia yang menganut demokrasi juga tengah dihadapkan pada tantangan dan persoalan terkait intoleransi, penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan terorisme. Menurutnya, kebebasan berekspresi telah disalahartikan dengan tindakan-tindakan yang bahkan mampu menghancurkan peradaban.

“Di sinilah esensi dialog dapat kita lihat secara nyata, yakni saling memahami guna mencapai kesepakatan untuk hidup bersama, saling menerima, dan menghormati perbedaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ma’ruf mengungkapkan, memang sangat tepat jika konferensi ini diadakan di Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu kota paling heterogen dan toleran di Indonesia. Ma’rif meyakini, kegiatan konferensi ini dapat bermanfaat untuk menjembatani pemahaman terhadap Islam agar lebih proporsional di dunia global.

“Apalagi IDC-CDI memiliki perhatian terhadap perlindungan HAM, dialog lintas agama, partisipasi wanita dalam politik, serta proses perdamaian. Nilai-nilai ini juga sejalan dengan nilai demokrasi yang dianut dan dilaksanakan di Indonesia,” paparnya.

Sudah terbukti solusi militer tidak sepenuhnya efektif mengatasi konflik, justru menyisakan dendam yang memicu konflik lainnya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, konferensi kali ini dapat menjadi momentum baik untuk memperkenalkan Islam kemanusiaan bagi seluruh perwakilan partai politik beraliran demokrasi anggota IDC-CDI. 

Pertemuan ini juga tepat jika disertai dengan upaya menggali, mengkaji dan menyebarkan bukti peradaban Islam yang ditetapkan Rasulullah SAW.

“Peradaban Islam yang kemudian dilanjutkan oleh para wali, serta dilestarikan dan dikembangkan dalam tradisi pesantren yang mendasarkan diri pada semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” paparnya.

Raja Keraton Yogyakarta ini mengungkapkan, pelaksanaan konferensi IDC-CDI di Yogyakarta ini hendaknya disyukuri sebagai upaya turut mengembangkan Islam kemanusiaan, Islam rahmatan lil’alamin di dunia global.

Acara ini dihadiri pula oleh Presiden IDC-CDI, Andres Pastrana Arango dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar selaku tuan rumah konferensi, serta para perwakilan dari 28 partai politik anggota IDC-CDI. []

Baca Juga:

Berita terkait
Wapres Minta Firli Bahuri Tak Rangkap Jabatan
Maruf Amin mengingatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri soal Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK agar dipatuhi.
Perdana ke Padang Usai Jadi Wapres, Ini Pesan Maruf
Maruf Amin berharap Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) mampu melahirkan generasi unggul.
Wapres Tak Undang FPI dalam Pertemuan Ormas Islam
Maruf Amin mengundang sejumlah perwakilan tokoh ormas Islam di rumah dinas wakil presiden. Namun FPI tak dilibatkan.
0
Waspada Info Hoaks Penculikan Anak di Surabaya
Polrestabes Surabaya mengonfirmasi jika sampai saat ini belum ada kasus penculikan anak di Surabaya dan meminta warga untuk menyaring informasi.