Kasus Covid-19 Mulai Melambat di Yogyakarta

Dalam dua hari terakhir hanya ada satu penambahan kasus baru Corona di DIY. Apakah KLB Korona segera dicabut?
Ilustrasi Coronavirus (Foto: pixabay)

Yogyakarta - Kasus pasien positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai landai. Pada Senin, 25 Mei 2020 tidak ada penambahan pasien baru. Sedangkan sehari sebelumnya hanya ada satu penambahan kasus baru. Apakah ini menjadi indikator pandemi virus Corona segera berakhir?

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 Biwara Yuswantana mengatakan, dalam dua hari terakhir, hanya ada satu penambahan kasus baru Coronavirus. "Semoga berlanjut, karena baru hari ini tidak ada penambahan kasus baru di DIY," katanya kepada Tagar, 25 Mei 2020 malam.

Menurut dia, minim penambahan kasus baru tersebut sebenarnya belum bisa dijadikan indikator Covid-19 mulai landai. "Ya semoga saja setelah Lebaran ini, juga landai," ungkapnya.

Total pasien positif di DIY sejak ditetapkan status kejadian Luar Biasa (KLB) atau tanggap darurat Corona pada 20 Maret 2020 sampai saat ini 226 orang. KLB Corona di DIY ditetapkan sampai 29 Mei 2020 atau kurang empat hari lagi dari sekarang.

Dengan minimnya temuan kasus baru dalam dua hari terakhir belum bisa dijadikan pedoman untuk mencabut status KLB tersebut. "Sampai saat ini belum ada keputusan (memperpanjang atau mencabut KLB Corona di DIY), masih melihat perkembanga kasusnya," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY ini.

Berdasarkan data di Posko Terpadu Penanganan Covid-19 DIY selain tidak ada penambahan pasien baru, juga menginformasikan ada dua pasien sembuh pada Senin, 25 Mei 2020 ini. Dua pasien tersebut semua dari Kabupaten Bantul, masing-masing kasus 142 (laki-laki, 43 tahun kasus 158 (perempuan, 20 tahun). "Laporan kasus pasien sembuh, setelah hasil laboratorium dua kali hasilnya negatif," kata Biwara.

Di sisi lain pada hari yang sama, terdapat satu penambahan kasus pasien negatif Corona meninggal dunia. Pasien berstatus PDP ini dalam proses laboratorium dan sudah swab. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki, 52 tahun, warga Sleman dengan riwayat sakit diabetes melitus.

Rekapitulasi Covid-19 di Yogyakarta, 22-25 Mei 2020Rekapitulasi Covid-19 di Yogyakarta, 22-25 Mei 2020 (Grafis: Humas Pemda DIY)

Secara umum hasil laporan dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY update pada Senin, 25 Mei 2020 pukul 16.00 WIB menyebutkan total data PDP sebanyak 1.414 orang dan total data ODP ada 6.355 orang. Dari total 1.414 PDP menunjukkan 157 orang di antaranya rawat inap, 1.174 orang rawat jalan dan atau selesai pengawasan, dan 91 orang meninggal dunia.

Ya semoga saja setelah Lebaran ini, juga landai.

Sedangkan hasil laboratorium menunjukkan 1.036 orang negatif (meninggal dunia 62 orang), 226 orang positif (dirawat 93 orang, sembuh: 125 orang, meninggal dunia delapan orang), dan 152 orang masih dalam proses.

Total bed isolasi atau critical & on critical di seluruh RS Rujukan di DIY tercatata ada 269 unit. Saat ini terdapat 150 pasien dirawat, sehingga sisa bed yang tersedia 119 unit.

Masuk Yogyakarta Wajib Bebas Corona

Sementara itu, dalam memutus mata rantai Covid-19, petugas kepolisian melakukan pengetatan orang luar masuk ke wilayah DIY. Petugas Satuan Brigadir Mobil (Brimob) Polda DIY masih menemukan pemudik yang tidak membawa surat kelengkapan mudik Lebaran Idulfitri 1441 H. Mereka melintasi di perbatasan DIY-Jawa Tengah di Kecamatan Prambanan dan Temon pada Senin, 26 Mei 2020 dini hari.

Saat tiba di check point Temon, Kulon Progo, pengendara yang tidak dapat menunjukan berkas yang disyaratkan kemudian diminta putar balik. Pihaknya sudah memulangkan dua kendaraan yang tidak memenuhi peraturan dalam standar protokol kesehatan Covid-19.

Cek bebas Corona di YogyakartaPetugas kepolisian saat mengecek berkas pemudik yang masuk ke DIY (Foto: Dok Humas Brimob Polda DIY/Tagar/Evi Nur Afiah).

Danru Brimob, Satbrimob Polda DIY Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Wahyu Dwi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler di sela-sela pemeriksaan kendaraan di check point Temon, mengatakan masih ada kendaraan yang terpaksa diminta putar balik karena tidak dapat menunjukkan berkas.

Berkas yang dimaksud adalah surat bebas Korona serta kelebihan kapasitas muatan kendaraan. “Kami mencegah penyebaran Covid-19 di Yogyakarta. Sesuai aturan gugus tugas Covid-19 Nasional serta arahan Dari Dansat Brimob Polda DIY Kombes Pol Imam Suhadi bahwa pemudik itu pada prinsipnya tidak diperkenankan," kata Wahyu Dwi kepada wartawan, Senin, 25 Mei 2020.

Menurut dia, pemudik atau orang dari luar masuk Yogyakarta harus memberikan surat keterangan dari instansi jika bertugas, serta dibekali surat bebas Covid-19 dari tempat dia berasal. "Misal tidak ada surat dinas, harus dibekali surat dari RT/RW dari asalnya supaya ketika tiba di sini bisa berkoordinasi untuk isolasi mandiri,” ucapnya.

Dia mengatakan, pelaksanaan pengecekan kendaraan yang melintasi pintu masuk Yogyakarta melalui check point Temon, Kulon Progo, Prambanan dan Tempel diharapkan dapat menekan dan meminimalisir jalu penyebaran Coronvirus di DIY.

"Untuk mencegah penularan Covid-19 masyarakat diimbau menunda mudik. Hal ini untuk saling menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Semua pihak harus saling membatu dan bekerja sama dengan baik," ucapnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Yogyakarta Bangkit, Berikut Skema New Normal
Pemda DIY menyiapkan skeman menyongson new normal setelah pandemi Corona. Seperti apa skemanya?
Data 13 Pasien Covid-19 Sembuh Sehari di Yogyakarta
Dalam sehari 13 pasien Corona di Yogyakarta dinyatakan sembuh. Ini merupakan capaian tertinggi selama pandemi di daerah berstatus Istimewa ini.
Viral Video Pasien Diduga Corona Kabur di Yogyakarta
Beredar video diduga pasien Covid-19 di Kota Yogyakarta kabur. Petugas Gugus Tugas setempat sedang menelusuri keberadaan kebenaran video tersebut.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.