UNTUK INDONESIA
Karena PSM, Danny Pomanto Polisikan Anggota DPRD Makassar
Mantan Wali Kota Makassar Danny Pomanto laporkan anggota DPRD Kota Makassar ke Polisi. Ini kasusnya.
Danny Pomanto saat ditemui usai melaporkan Sugali di Mapolrestabes Makassar, Kamis 8 Agustus 2019. (Foto: Tagar/Lodi Apriato)
Makassar - Mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto tiba-tiba mendatangai Mapolrestabes Makassar, Kamis 8 Agustus 2019, sekitar pukul 14.00 Wita. Kedatangan Danny ini  untuk melaporkan Anggota DPRD Kota Makassar, dari Fraksi Demokrat, Susuman Halim alias Sugali.

Danny Pomanto melaporkan Susuman Halim atau Sugali itu karena dianggap telah melakukan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Dimana, Sugali telah memberikan keterangan pers kepada media yang menyatakan kalau "bisa saja satu-satunya orang yang tidak bergembira dan bersuka cita atas kemenangan PSM adalah Danny Pomanto, seharusnya sebagai mantan Wali Kota datang dong".

"Saya ke sini (Polrestabes Makassar) bersama teman untuk melaporkan ujaran kebencian. Saya laporkan Sugali," kata Danny Pomanto saat ditemui di Polrestabes Makassar, Kamis 8 Agustus 2019, siang.

Menurut Danny Pomanto, sebenarnya ia biasa dikritik dan tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Tapi karena banyaknya dorongan masyarakat untuk melaporkan hal tersebut untuk harus memberikan hal-hal positif terhadap sebuah peristiwa yang bisa membuat bentrokan horisontal.

"Saya lihat ini ada usaha-usaha karena saat PSM Makassar dengan suporter bahagia, tapi berusaha dibelokkan dengan ujaran kebencian ini. Kenapa sebelum acara itu dan ini adalah sebuah rencana jahat yang harus memang diselesaikan secara hukum. Apalagi menyinggung SARA jadi ini adalah contoh kurang bagus," bebernya.

Mantan Wali Kota Makassar sejak 2014-2019 yang berlatar belakang arsitek itu menuturkan bahwa Sugali (terlapor) ini sebenarnya merupakan teman baiknya sejak dulu. Danny Pomanto ini juga salah satunya yang membantunya saat maju ke DPRD Kota Makassar dulu. Namun, sangat disayangkan ketika ia membuat seperti ini, tapi ini merupakan satu pembelajaran buat kita semua.

"Beliau ini adalah teman baik saya, sehingga sangat di sayangkan hal ini terjadi. Tapi ini adalah pelajaran buat kita Semua," tambahnya.

Pencetus event berskala internasional, Makassar Eight Festival (F8) ini membeberkan bahwa adapun statement Sugali yang dibeberapa media sehingga membawa hal tersebut ke ranah hukum yakni  menganggap ketidakhadiran dirinya ke Stadion Andi Mattalatta bentuk ketidak dukungannya terhadap PSM Makassar. Dan Sugali juga menyebut bahwa siapa tidak kenal Ramang yang pernah membela Indonesia, andaikan Gorontalo ikut bertanding jadi dia ikut menonton beri support.

"Dia menganggap bahwa ketidak hadiran saya di stadion ini bentuk tidak dukungan. Ini sudah bohong, kenapa ? Di rumah saya saja karena tv kecil rusak, sehingga saya kasi turun tv besar untuk nobar di garasi dan kedua di salah satu di grup WA pagi-pagi di undang dan langsung memberikan komentar bahwa saya 2-0 untuk PSM. Setelah menang saya langsung bilang salamaki PSM, salamaki kita semua. Alhamdulillaah," sambungnya.

Meski demikian, Danny Pomanto ini mengaku bahwa ia sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada Sugali agar segera minta maaf dan mengakui kesalahannya ini. Tapi, hingga siang tadi, Sugali tak kunjung datang minta maaf dan terpaksa saya laporkan ke Polrestabes Makassar.

"Kesempatan minta maaf itu tadi malam saya sudah sampaikan, tapi tidak datang. Hari ini masih saya ulur-ulur tadi sampai jam 10 lagi, sudah cukuplah. Saya kan tipe fighter kalau sudah masuk begini kita akan fight terus. Maju terus," tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Tapi ia mengaku dalam kasus ini belum bisa berkomentar banyak karena belum melihat laporan tersebut.

"Belum gw baca laporannya. Nanti kita pelajari dulu laporannya," singkatnya kepada Tagar.
Berita terkait
0
Riwayat Kesehatan Bayi Suspek Covid-19 di RSUP Medan
Bayi berusia 40 tahun, suspek Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Medan, sejak lahir ternyata mengalami gangguan pernapasan.