Indonesia
Karangan Bunga Jokowi dan Ahok Hiasi Pemakaman Arswendo
Karangan bunga dari Jokowi dan Ahok hiasai areal pemakaman Arswendo Atmowiloto di San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat.
Sastrawan Arswendo Atmowiloto dikebumikan Sabtu siang 20 Juli 2019. Karangan bunga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hiasai areal pemakaman di San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat. (Foto: Tagar/Deddy H)

Jakarta - Sastrawan Arswendo Atmowiloto dikebumikan Sabtu siang 20 Juli 2019. Karangan bunga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok hiasai areal pemakaman di San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat.

Karangan bunga berisi ucapan bela sungkawa dari Jokowi dan Ahok tersebut berbaur di antara karangan bunga lainnya yang dikirim oleh keluarga, kerabat, dan gereja. Tak ada karangan bunga dari tokoh politik padahal Arswendo bukan sosok yang asing dengan panggung politik di Tanah Air.

Arswendo AtmowilotoSastrawan Arswendo Atmowiloto dikebumikan Sabtu siang 20 Juli 2019. Karangan bunga dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hiasai areal pemakaman di San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat. (Foto: Tagar/Deddy H)

Arswendo diketahui pernah memberikan kritik kepada politikus PAN Amien Rais soal partai setan dan partai Allah dalam salah satu acara di stasiun televisi swasta nasional. Dalam epilognya, pria yang sering terlihat tersenyum ini berguyon santai.

"Setan sudah bikin partai politik, untung ada mantra anti setan," ujar Arswendo kala itu.

Baca juga: Arswendo Atmowiloto Tetap Menulis Meski Kanker Prostat

Dalam epilog itu, Arswendo mengatakan ketika setan masuk politik, maka dunia politik akan semakin menakutkan. Menurut nya saat ini politik sudah dipenuhi kebencian, fitnah dan intoleransi.

Arswendo AtmowilotoKeluarga membawa bingkai foto Arswendo Atmowiloto yang dimakamkan di Taman Makam San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat pada Sabtu 20 Juli 2019, sekitar pukul 13.30 WIB. (Foto: Tagar/Dedy)

Arswendo meninggal di usia 70 tahun pada Jumat 19 Juli 2019. Penulis naskah novel Keluarga Cemara ini meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Ia meninggal setelah sekian lama berjuang melawan penyakit kanker prostat.

Baca juga: Kabar Duka, Arswendo Atmowiloto Tutup Usia

Sebelum meninggal, Arswendo sempat menyelesaikan novel berjudul Barabas. Ketika ditemui Tagar di saat prosesi pemakaman ayahnya, putri Arswendo menyatakan Barabas diadaptasi dari kisah Alkitab.

"Bapak sempat menyelesaikan novel judulnya Barabas, kisah yang diadaptasi dari kitab suci (Alkitab)," ujar dia kepada wartawan usai prosesi pemakaman.[]

Lihat video berita terkait:


Berita terkait
0
Poldasu Periksa Warga Medan Simpan Satwa Liar Binturong
Seorang warga Kota Medan ditemukan menyimpan dan memelihara satwa liar dilindungi jenis binturong menjalani pemeriksaaan dan proses hukum.