JPMorgan Gugat Tesla Rp 2,3 Triliun

Tesla dianggap "secara terang-terangan" melanggar kontrak terkait dengan waran (jaminan) saham setelah harga sahamnya meroket tajam
Logo perusahaan mobil Tesla terlihat pada peralatan supercharger V3 saat presentasi sistem pengisian baru di kampus EUREF di Berlin, Jerman pada 10 September 2020 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Michele)

Jakarta – JPMorgan Chase & Co pada Senin, 15 November 2021, menggugat Tesla Inc sebesar 162,2 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,3 triliun karena dianggap "secara terang-terangan" melanggar kontrak terkait dengan waran (jaminan) saham setelah harga sahamnya meroket tajam.

Berdasarkan aduan ke pengadilan federal Manhattan, Tesla pada 2014 menjual waran kepada JPMorgan yang akan dibayar jika "harga" mereka di bawah harga saham Tesla pada saat berakhirnya waran pada Juni dan Juli 2021.

JPMorgan, yang mengatakan memiliki wewenang untuk menyesuaikan harga kesepakatan, mengatakan mengurangi harga kesepakatan secara substansial setelah tweet Musk pada 7 Agustus 2018. Musk mencuit bahwa perusahaan mungkin mengambil Tesla dengan harga 420 dolar AS per saham dan memiliki "pendanaan terjamin.” Namun membalikkan beberapa pengurangan ketika Musk meninggalkan ide itu 17 hari kemudian.

Elon MuskPemilik SpaceX dan CEO Tesla, Elon Musk, memberi isyarat saat ia tiba di karpet merah untuk upacara Axel Springer Awards, di Berlin, pada 1 Desember 2020 (Foto: voaindonesia.com - AFP/Britta Pedersen)

Namun harga saham Tesla melesat sekitar 10 kali lipat pada saat waran berakhir, dan JPMorgan mengatakan ini mengharuskan Tesla - berdasarkan kontraknya- untuk memberikan saham atau secara tunai. Bank mengatakan kegagalan Tesla untuk melakukan hal tersebut sama dengan default.

"Meskipun penyesuaian JPMorgan sesuai dan diperlukan secara kontrak," kata aduan itu, "Tesla secara terang-terangan mengabaikan kewajiban kontraktualnya yang jelas untuk membayar JPMorgan secara penuh."

Menurut aduan, Tesla menjual waran untuk mengurangi potensi dilusi saham dari penjualan obligasi konversi terpisah dan untuk menurunkan pajak pendapatan federal.

JPMorgan mengatakan secara kontrak perusahaan berhak untuk menyesuaikan persyaratan waran menyusul "transaksi perusahaan yang signifikan yang melibatkan Tesla."

Produsen mobil listrik tersebut pada Februari 2019 mengeluh bahwa penyesuaian bank adalah "upaya oportunisme untuk mengambil keuntungan dari perubahan volatilitas saham Tesla," tetapi tidak menentang perhitungan yang mendasarinya, kata JPMorgan.

Tweet Musk menyebabkan tuntutan perdata Komisi Sekuritas dan Bursa AS menjatuhkan denda sebesara 20 juta dolar AS terhadap dia dan Tesla (ah/rs)/Reuters/voaindonesia.com. []

Penyebab Saham Tesla Anjlok Hingga Rp 212 Triliun

Elon Musk Jual Saham Tesla Senilai 5 Miliar Dolar AS

Indeks Saham AS Terus Naik Sedangkan Saham Tesla Turun

Saham Apple dan Tesla Meroket Pasca Stock Split

Berita terkait
Elon Musk Jual Saham Tesla Senilai 5 Miliar Dolar AS
Penjualan itu dilakukan hanya beberapa hari setelah ia melakukan polling kepada pengguna Twitter tentang penjualan 10% sahamnya
0
JPMorgan Gugat Tesla Rp 2,3 Triliun
Tesla dianggap "secara terang-terangan" melanggar kontrak terkait dengan waran (jaminan) saham setelah harga sahamnya meroket tajam