UNTUK INDONESIA
Jokowi Soroti Fungsi Tol Laut yang Belum Maksimal
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginannya untuk memaksimalkan fungsi program transportasi Tol Laut
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pidato saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019) (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginannya untuk memaksimalkan fungsi program transportasi Tol Laut, yang sejak diluncurkan terus mendapat apresiasi dari masyarakat dan sejumlah pihak.

Hal itu ia sampaikan dalam rapat terbatas bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin serta beberapa Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Rutenya masih ingin terus ditambah.

Rapat pertama usai pelantikan kabinet periode 2019-2024 ini mengagendakan pembahasan Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Saya ingin menyampaikan beberapa hal, kemarin setelah dari beberapa tempat di lapangan, mengenai program tol laut sangat diapresiasi masyarakat, Bupati dan Gubernur," ucap Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

"Rutenya masih ingin terus ditambah, dan keseringan mereka, frekuensi kedatangan di pelabuhan," kata dia.

Baca juga: Menhan Prabowo Subianto Memperkuat Alutsista TNI

Jokowi mengatakan, saat ini program tersebut belum menyentuh ke seluruh wilayah di Indonesia, sehingga perlu dilakukan penambahan rute dan frekuensi perjalanan. Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah masalah yang hingga saat ini belum diselesaikan secara maksimal.

"Frekuensi ditambah, rute trayek ditambah tapi ada keluhan. Setelah inflasi, tol laut sempat turun harga juga turun 20-30 persen," kata dia.

"Tapi akhir-akhir ini rute-rute yang ada ini, barang-barangnya dikuasai swasta sehingga harga barang ditentukan perusahaan ini. Tolong dikerjakan dan diselesaikan," ucap Jokowi.

Jokowi menilai perlu adanya sinergi dan intervensi dari kementerian BUMN di bawah pimpinan Erick Thohir untuk membenahi persoalan yang ada.

"Perlukah intervensi menteri BUMN atau perlu kompetisi atau kompetitornya, sehingga tol lautnya ada dan harganya tetap? ya buat apa?," kata Jokowi.

"Tol laut dibangun untuk menurunkan biaya logistik, kita enggak mau harga ditentukan satu perusahaan, kita bergantung harga pada dia," tuturnya.

Rapat terbatas pada Rabu siang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

Serta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemananan Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, Kementerian Koperasi dan serta beberapa menteri dan wakil menteri jajaran kabinet lain. []

Berita terkait
Tol Laut Jokowi, Seberapa Penting Bagi Masyarakat Indonesia?
Usman Kasong mengatakan tol laut yang dibangun di Indonesia membuktikan langkah konkret pemerintah untuk mempersatukan Indonesia.
PLN Jamin Pasokan Listrik di 10 Destinasi Wisata Lokal
Sebanyak 10 destinasi Pariwisata Prioritas dan 11 wilayah Shore Connection bakal mendapatkan jaminan pasokan listrik dari PLN.
Jokowi Instruksikan Menko Perekonomian Benahi Regulasi
Presiden Jokowi menginstruksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membenahi regulasi di bidang ekonomi yang menghambat investasi
0
Denny Siregar Lagi Pengin Nyenengin Said Didu
Saya jadi penasaran, kenapa sih Said Didu dulu dipecat Rini Soemarno dari jabatan Komisaris di perusahaan BUMN? Denny Siregar.