UNTUK INDONESIA
Jokowi Pilih Menterinya Dimaafkan Daripada Reshuffle
Presiden Jokowi meminta jajaran menterinya dimaafkan daripada adanya reshuffle Kabinet Indonesia Maju.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa, 18 Februari 2020. (Foto: Antara/Hafidz Mubara)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menteri-menterinya dimaafkan menjawab isu perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju yang kencang berembus. Menurutnya, bawahannya perlu waktu menyesuaikan diri.

Melalui Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman, pernyataan Jokowi itu sekaligus membantah adanya rencana perombakan kabinet yang baru dilantik pada 23 Oktober 2019.

"Menjawab pertanyaan tentang kinerja menteri, Presiden Joko Widodo menyatakan, 'Apa-apa perlu penyesuaian. Ada yang cepat beradaptasi, ada yang tidak. Mohon sedikit dimaafkan dulu'," kata Fadjroel dalam pernyataan tertulisnya, Minggu, 23 Februari 2020.

Pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia dapat tercapai.

Fadjroel mengatakan Jokowi juga sempat menegaskan tidak ada reshuffle kabinet ketika bersilaturahmi dengan pegiat media sosial di Istana Bogor, Selasa, 18 Februari 2020. Dia mengatakan, semua anggota kabinet diperintahkan untuk fokus terhadap fungsi kementeriannya masing-masing dan segera dapat beradaptasi.

"Namun, Presiden juga menegaskan agar tujuan Indonesiasentris atau pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia dapat tercapai," ujar dia.

Fokus itu, kata Fadjroel, dapat dilakukan melalui prioritas Panca Kerja Kabinet Indonesia Maju berupa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Fadjroel menambahkan, menteri dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi modern bernilai tambah.

Namun, kata Fadjroel, catatan penting dalam menjalankan fokus itu juga harus dilakukan dengan cara berpihak pada kemajuan lingkungan hidup dan kehidupan sosial-budaya yang berkemajuan secara efektif dan efisien diperlukan anggota kabinet yang dapat menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan fungsi kementeriannya. []

Berita terkait
Survei Indo Barometer, Cebong-Kampret akan Bersatu di Pilpres 2024
Lembaga survei menyebut cebong dan kampret akan berdamai dan menyatu dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kenapa?
Rakyat Tak Suka Jokowi-Ma'ruf Cabut Subsidi Listrik
Lembaga survei PRC dan PPI menunjukkan masyarakat tidak suka rencana pencabutan subsidi listrik dan LPG oleh pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.
Jokowi Tinjau Pembangunan Tol Banda Aceh-Sigli
Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljonio meninjau progres fisik pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli.
0
IPB Jelaskan Gejala Hewan Terinfeksi Virus Corona
Kepala Rumah Sakit Hewan Pendidikan Institut Pertanian Bogor (IPB) Deni Noviana menjelaskan gejala hewan yang terinfeksi virus corona (Covid-19).