UNTUK INDONESIA
Jokowi Bidik Hannover Messe dan World Expo Dubai
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membidik Hannover Messe dan World Expo Dubai untuk potensi investasi Indonesia ke depan agar lebih baik.
Presiden Jokowi menikmati secangkir kopi di acara UMKM Export BRIlianpreuneur tahun 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Desember 2019. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia kini mempersiapkan pelbagai hal untuk mengikuti dua ajang pameran internasional pada tahun 2020. Ajang yang dia dimaksud yaitu Hannover Messe dan World Expo Dubai. 

Oleh sebab itu Jokowi meminta para menterinya dapat menyiapkan agenda ini sebaik mungkin, supaya bisa menampilkan wajah terbaik Indonesia sebagai negara yang tengah melakukan transformasi ekonomi.

Pastikan acara setiap harinya menarik, tawarkan kesempatan investasi produk inovasi unggulan, serta produk pariwisata kita yang kaya dan beragam.

"Pertama, untuk Hannover Messe 2020, karena waktunya sudah sangat mepet sekali, tinggal 2 bulan lagi yaitu di bulan April, sehingga betul-betul persiapkan yang matang. Sampaikan wajah Indonesia sebagai negara emerging yang tengah melakukan transformasi ekonomi ke industri 4.0 yang berbasis riset dan inovasi. Penting untuk kita tampilkan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Dalam rapat terbatas, Jokowi juga mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa tampil sebagai negara yang menarik untuk diajak kerja sama, tentu dalam hal ini ialah menjaring investasi. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan contoh seperti dalam bidang energi, kerja sama bisa dilakukan dalam pengembangan industri energi ramah lingkungan, biodiesel, hingga potensi nikel terbesar.

"Kita memiliki potensi nikel terbesar di dunia yang nanti bisa menghasilkan lithium ion battery yang berperan pada energi masa depan," kata dia.

Sebagai negara mitra resmi pertama di ASEAN pada ajang Hannover Messe, Jokowi menyatakan Indonesia harus betul-betul mengambil manfaat dan peluang yang sebesar-besarnya bagi peningkatan ekonomi nasional. Selain itu, juga sebagai pintu masuk promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi.

"Saya mendapatkan laporan bahwa di Hannover Messe nanti akan diikuti oleh 91 negara, dihadiri lebih dari 200 ribu pengunjung, 68 persen adalah CEO-CEO perusahaan besar, dan diperkirakan akan mendorong sekitar 6,5 juta kontak bisnis," ucapnya.

Sementara itu, pada ajang World Expo Dubai 2020, Jokowi meminta jajaran menterinya untuk menangkap ajang tersebut sebagai peluang promosi potensi ekonomi Indonesia.

"Mengingat ajang World Expo Dubai akan diikuti oleh 192 peserta dari berbagai negara dan diperkirakan akan dihadiri oleh 25 juta pengunjung," kata dia.

Berbeda dengan Hannover Messe yang berlangsung kurang dari sepekan, ajang World Expo Dubai memiliki waktu pameran yang cukup panjang, selama enam bulan.

"Pastikan acara setiap harinya menarik, tawarkan kesempatan investasi produk inovasi unggulan, serta produk pariwisata kita yang kaya dan beragam. Kekayaan budaya seperti tarian, baju adat, kemudian kerajinan tangan dari UMKM kita, makanan dan alat-alat musik tradisional, keramahan masyarakat, harus terekspos dalam acara ini," kata Jokowi. []

Berita terkait
Imbas Virus Corona, Jokowi Beri Diskon ke Wisatawan
Jokowi tengah mempertimbangkan opsi pemberian diskon kepada wisatawan untuk mendongkrak sektor pariwisata yang terkena imbas virus corona.
Menteri Kabinet Jokowi Dirombak, Moeldoko Bersuara
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat suara terkait menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf bakal dirombak.
Permasalahan Ekonomi dan KKN Membayangi Jokowi
Indo Barometer merilis temuan surveinya yang menyebut persoalan terbesar yang harus diselesaikan Jokowi adalah soal ekonomi dan KKN.
0
Advokat Fahira Idris Harap Polisi Tak Salah Sasaran
Kuasa hukum anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris, Aldwin Rahadian berharap Bareskrim minta klarifikasi pelapor sebelum pemanggilan.