Joe Biden Siapkan Transisi, Donald Trump Lanjutkan Gugatan

Presiden AS terpilih, Joe Biden, menyiapkan pemerintahan transisi untuk menghadapai pelantikan tanggal 20 Januari 2020, Trump lanjutkan gugatan
Mantan wakil presiden Joe Biden berbicara di Wilmington, Delaware hari Senin, 9 November 2020 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta - Presiden Donald Trump melanjutkan gugatan hukumnya terhadap kasus-kasus pelanggaran dalam pemilu presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 3 November 2020. Sementara itu mantan wakil presiden Joe Biden yang diproyeksikan VOA menjadi pemenang pemilihan presiden ini mengatakan akan membentuk gugus tugas penanganan pandemi virus corona (Covid-19) melalui pemerintahan transisi minggu ini.

Amerika menghadapi realita yang terbelah dua sejak pemilihan presiden 3 November 2020. Mantan Wakil Presiden Joe Biden, yang diproyeksikan memenangkan pemilihan presiden ini mengatakan akan memulai transisi untuk memerintah.

Sementara, Presiden Donald Trump mengatakan surat-surat suara masih dihitung di beberapa negara bagian dan ia seharusnya diberi kesempatan untuk mengajukan gugatan hukum di beberapa negara bagian di mana terdapat tuduhan kecurangan.

presiden as gugatPresiden AS Donald Trump melanjutkan gugatan hukum terhadap hasil perhitungan Pilpres 2020 (Foto: voa indonesa.com/Reuters)

Gubernur negara bagian South Dakota, Kristi Noem, yang berasal dari Partai Republik mengatakan, “Yang menarik adalah pernyataan sejumlah individu yang mengatakan ini merupakan kemenangan yang sangat luar biasa bagi Joe Biden. Padahal tidak demikian, karena ada beberapa negara bagian yang masih melakukan penghitungan suara.”

Sejumlah pemimpin Partai Demokrat menyerukan kepada mitra-mitra mereka di Partai Republik untuk menerima hasil pemilihan presiden demi negara ini atau membuktikan adanya kecurangan yang dituduhkan.

Senator faksi Demokrat dari negara bagian Delaware, Chris Coons, mengatakan, “Jika Partai Republik ingin mendukung Presiden Trump yang bersikeras tidak menerima hasil pemilihan presiden ini, maka presiden harus menunjukkan fakta-faktanya, bukan sekedar cuitan kemarahan.”

Tim Joe Biden mengumumkan bahwa meskipun presiden terpilih baru akan menjabat pada tanggal 20 Januari nanti, pihaknya akan memulai transisi kepemimpinan negara ini dengan membentuk gugus tugas penanganan pandemi virus corona.

Sementara itu, senator faksi Republik dari negara bagian Missouri yang juga Ketua Komite Bersama Kongres Untuk Upacara Pelantikan, Roy Blunt, mengatakan rencana pelantikan presiden pada 20 Januari masih terus berlanjut.

“Saya berharap dapat melihat Biden dan Trump berada di panggung yang sama pada Hari Pelantikan. Dan hal ini akan memberi pesan yang kuat, siapa pun yang dilantik pada hari itu,” katanya.

Setelah menantikan hasil pemilihan presiden, Amerika siap melakukan transisi dari kampanye pemilihan presiden paling sengit ke kepemimpinan berikutnya. (em/lt)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Menunggu Janji Joe Biden Pulihkan Kerja Sama Dunia
Joe Biden, berjanji memperbaiki kerja sama multilateralisme dan fokus menjalin hubungan dengan aliansi internasional
Jill Biden, Guru yang Bakal Jadi Ibu Negara Amerika Serikat
Kisah Jill Biden dari seorang guru yang sekarang akan ikut suaminya ke Gedung Putih sebagai Ibu Negara Amerika Serikat
Joe Biden Hadapi Isu-isu Kontroversial di Amerika Serikat
Terpilih sebagai presiden pada Pilpres AS 2020, Joe Biden menghadapi banyak isu kotroverial di AS yang jadi pekerjaan rumah bagi pemerintahannya
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.