Gorontalo (Tagar 14/11/2017) - Sejumlah warga di Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, meminta pemerintah setempat untuk segera melakukan perbaikan akses jalan.

Pasalnya, mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani gula aren itu mengalami kesulitan menyalurkan hasil produksinya kepada pedagang pengumpul ataupun ke pasar tradisional di Kota Gorontalo, karena jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan yang rusak.

"Akses jalan yang masih rusak membuat kami sangat kesulitan untuk mengangkut hasil panen hingga pasar tradisional yang lokasinya berjarak hingga 11 km dari desa yang kami tinggali," keluh salah satu petani Desa Ilomata, di Kecamatan Bulango Ulu, Umar Pajulu, Senin (13/11).

Apalagi, jika musim hujan tiba petani disana bahkan tak mampu menyalurkan hasi panennya karena khawatir terkena longsor.

"Ketika musim penghujan tiba, kami tidak bisa melakukan proses penyaluran hasil panen ke kota. Selain karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati, longsor pun jadi momok yang kami takuti," tambahnya.

Sebenarnya, menurut salah satu warga Desan Mongiilo, Yusup Usman, pihak warga sudah mengajukan permintaan untuk perbaikan akses jalan di Kecamatan Bulango Ulu, namun hingga belum juga direalisasikan

"Sudah sejak lama kami meminta pemerintah untuk segera melakukan perbaikan akses jalan, karena seperti yang kita lihat sendiri arus perekonomian kami tidak akan berputar jika hasil produksi tidak bisa sampai ke pasar tradisional," pungkasnya.

Sementara itu, menurut Bupati Bone Bolango, Hamim Pou perbaikan infrastruktur jalan disana baru akan dilakukan pada dua tahun mendatang. Jika ingin lebih cepat, semua desa harus memanfaatkan APBD dengan baik.

"Semua desa yang ada di Kabupaten Bone Bolango dapat memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan baik, agar nantinya dapat mempercepat pembangunan infrastruktur daerah di desa lainnya di Kabupaten Bone Bolango," jelasnya. (nhn)