Iran dan Arab Saudi Lakukan Pembicaraan Baru di Irak

Dua negara yang bersaing, Arab Saudi dan Iran, telah bertemu lagi di Irak, ini menurut sejumlah sumber lokal
Ilustrasi: Arab Saudi dan Iran kembali melangsungkan pembicaraaan di Irak, 29 September 2021 (Foto: voaindonesia.com/VOA)

Jakarta – Dua negara yang bersaing, Arab Saudi dan Iran, telah bertemu lagi di Irak, ini menurut sejumlah sumber lokal Rabu, 29 September 2021. Ssementara pembicaraan yang bertujuan untuk meredakan ketegangan terus berlanjut di bawah Presiden ultrakonservatif Iran, Ebrahim Raisi.

Iran dan Arab Saudi, yang berseberangan dalam berbagai konflik Timur Tengah, telah terlibat dalam pembicaraan tingkat tinggi sejak April setelah memutuskan hubungan pada 2016.

Pembicaraan itu, yang diselenggarakan oleh Irak yang berusaha bertindak sebagai mediator regional, diluncurkan di bawah mantan presiden moderat Iran Hassan Rouhani, yang pada Agustus 2021 digantikan oleh Raisi.

Ebrahim RaisiEbrahim Raisi ungul dalam pemilu presiden Iran 2021 (Foto: dw.com/id)

Pembicaraan itu telah menghasilkan “kemajuan serius” mengenai keamanan Teluk, kata juru bicara kementerian luar negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, pada 23 September 2021.

Putaran pembicaraan terakhir dikonfirmasi oleh tiga sumber Irak, semuanya berbicara dengan syarat tidak disebutkan nama mereka.

“Seorang pejabat Iran bertemu dengan seorang pejabat Saudi di Baghdad, setelah pertemuan sebelumnya antara kedua negara,” kata satu sumber kepada Kantor Berita AFP. Dia membenarkan pembicaraan itu terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Seorang pejabat pemerintah dan sumber yang dekat dengan pemerintah mengonfirmasi pertemuan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Arab Saudi yang adalah sekutu Amerika, dan Iran yang merupakan musuh bebuyutan Amerika berselisih dalam banyak masalah regional, termasuk perang di Yaman dan Suriah.

raja salmanRaja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz ,mengikuti KTT G20 secara virtual di Riyadh, 26 Maret 2020. KTT G20 kali ini mengangkat tema utama tentang penanggulangan pandemi COVID-19. (Foto: ANTARA FOTO/Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS/pras).

Riyadh juga memiliki kekhawatiran tentang program nuklir Iran, meskipun republik Islam itu bersikeras bahwa pihaknya hanya mengupayakan teknologi nuklir “damai.”

Dalam pidatonya baru-baru ini melalui konferensi video kepada Majelis Umum PBB, Raja Arab Saudi, Salman, mengatakan “kami berharap pembicaraan kami akan mengarah pada hasil nyata yang akan membangun kepercayaan” dan menghidupkan kembali “kerja sama” bilateral (lt/uh)/AFP/voaindonesia.com. []

Menlu Arab Saudi Desak Iran Pertanggungjawabkan Program Nuklir

Qatar dan Iran Bersatu Kobarkan Perang, Arab Saudi Cs Ciut

Perbaikan Hubungan Negara Arab di Teluk Merugikan Iran

Arab Tuduh Iran Penyebar Virus Corona

Berita terkait
Pemeliharaan Helikopter Arab Saudi Senilai 500 Juta Dolar AS
AS umumkan kesepakatan mengenai kontrak pemeliharaan heliktopter untuk armada helikopter militer milik Arab Saudi senilai 500 juta dolar AS
0
Iran dan Arab Saudi Lakukan Pembicaraan Baru di Irak
Dua negara yang bersaing, Arab Saudi dan Iran, telah bertemu lagi di Irak, ini menurut sejumlah sumber lokal