Insentif Bagi Warga di Australia Agar Mau Vaksinasi Corona

Pemerintah New South Wales, Australia, dikabarkan sedang mempertimbangkan akan memberikan insentif agar warganya mau divaksinasi virus corona
Pemberian vaksin segera akan dilakukan di Australia mulai pertengahan Februari 2021 (Foto: abc.net.au/Indonesian - ABC News: Brendan Esposito)

Sidney - Pemerintah New South Wales, Australia, mempertimbangkan akan memberikan insentif agar warganya mau divaksinasi virus corona (Covid-19). Premier New South Wales, Gladys Berejiklian, mengatakan restoran serta bisnis lainnya harus diizinkan untuk menolak pelanggan yang tidak divaksinasi virus corona.

Hari Senin, 18 Januari 2021, Gladys mengatakan mereka yang bersedia divaksinasi harus mendapat insentif. "Saya tidak suka memaksa siapapun untuk melakukan sesuatu," kata Premier Gladys dalam wawancara radio.

"Tetapi kami ingin ada sistem insentif [atau hadiah] di mana warga didorong untuk mendapatkan vaksin karena mereka bisa melakukan hal yang tidak dapat dilakukan jika tidak menerima vaksin," katanya.

Ia mengatakan pembicaraan akan terus dilakukan antara negara bagiannya dengan negara bagian lain, serta Pemerintah Federal untuk mendorong sebanyak mungkin warga agar bersedia disuntik vaksin.

wisatawan antreWisatawan antre di loket Virgin Australia Airlines di Bandara Internasional Kingsford Smith, di tengah wabah virus corona, di Sydney, Australia, 18 Maret 2020. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

"Sudah ada pernyataan dari maskapai penerbangan, kalau tidak divaksinasi, maka kita tidak bisa bepergian ke luar negeri," katanya.

"Kami akan mempertimbangkan apakah akan mengizinkan bisnis lain untuk melakukan [hal yang sama], dan mereka kebanyakan sudah melakukannya," kata Premier Galdys.

Menurutnya, Pemerintah Federal memang bertanggung jawab terhadap "vaksin dan distribusinya", namun akhirnya semua kembali pada tempat kerja dan negara bagian tentang bagaimana mendorong warga agar divaksinasi.

'Semakin banyak yang divaksinasi, semakin besar kemungkinan kembali normal'

Pihak oposisi di New South Wales mendukung pernyataan Premier Gladys, sambil mengatakan pendidikan harus menjadi faktor utama.

"Kita memerlukan sebanyak mungkin orang divaksinasi," kata Ryan Park, yang juga juru bicara soal kesehatan dari Partai Buruh.

"Namun kita harus menyadari banyaknya warga yang tidak memiliki bahasa Inggris sebagai bahasa utama."

Menurutnya, pemerintah harus memastikan agar warga "dapat percaya pada program vaksinasi, paham informasi diri mereka akan disimpan dengan aman, dan dapat divaksinasi dengan aman dalam menghadapi virus ini".

Premier Gladys mengatakan Australia termasuk negara yang memiliki peraturan ketat di dunia mengenai izin penggunaan vaksin baru.

Karenanya, ia mengatakan vaksin apapun yang telah menerima persetujuan TGA pasti aman. "Tidak akan ada yang disetujui bila vaksin itu tidak aman," katanya.

"Semakin banyak yang divaksinasi, semakin besar kemungkinan kehidupan akan kembali normal seperti sebelumnya."

Vaksin apa yang akan didistribusikan ke daerah pedalaman Australia?

Sementara itu, informasi tentang distribusi vaksin COVID-19 ke daerah pedalaman Australia mulai bermunculan, namun masih ada kekhawatiran tentang logistik.

Kawasan regional diperkirakan akan mendapatkan vaksin dalam waktu yang bersamaan dengan mereka yang berada di kota-kota besar, serentak secara nasional, yaitu menjelang akhir Februari.

Mereka yang diprioritaskan antara lain pekerja yang mengurusi karantina dan wilayah perbatasan negara bagian, pekerja kesehatan yang melayani pasien, serta staf yang mengurusi lansia dan difabel.

dr johnDr John Hall mengatakan kawasan regional akan mendapat vaksin dalam waktu yang sama dengan mereka yang ada di kota-kota besar di Australia (Foto: abc.net.au/Indonesian - ABC News: Selby Stewart)

Namun, menurut Presiden Asosiasi Doktor Pedesaan Australia, John Hall, penggunaan vaksin diperkirakan akan berbeda-beda tergantung wilayah di mana warga tinggal.

Dr Hall mengatakan akan ada pusat vaksin di beberapa tempat yang akan memiliki tempat penyimpanan khusus.

Alasannya karena vaksin seperti Moderna dan Pfizer memerlukan tempat penyimpanan minus 70 derajat Celcius.

Dia mengatakan dengan keterbatasan tempat penyimpanan dingin vaksin, warga di kawasan terpencil di Australia kemungkinan besar akan mendapatkan vaksin AstraZeneca.

"Vaksin AstraZeneca tidak memerlukan penyimpanan di bawah minus 70 derajat Celcius," kata Dr Hall.

"Jadi vaksin ini bisa dikirim ke mana saja di Australia, bisa didistribusikan lewat klinik dokter umum atau apotek, dan kemungkinan besar inilah yang akan digunakan di kawasan regional dan pedesaaan." (Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari artikel ABC News)/abc.net.au/Indonesian. []

Berita terkait
Fakta Soal Pegawai Pizza Bohongi Satgas Corona di Australia
Seorang pegawai pizza bohong dan mampu sebabkan locdown di Australia Selatan.
Virus Corona Pada Keluarga Diplomat Indonesia di Australia
Lima anggota keluarga dua diplomat Indonesia yang hasil tes cirus corona di Indonesia negatif, tes di Australia menunjukkan mereka positif
Beda Orang Indonesia dan Australia Saat Sikapi Corona
Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menjelaskan beda sikap orang Indonesai dengan Australia soal corona
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.