Inilah 7 Keutamaan Membahagiakan Orang Lain dalam Islam

Dalam Islam terdapat sejumlah tuntunan agar kebahagiaan senantiasa berpihak pada kita.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Ist)

TAGAR.id, Jakarta - Semua orang pasti ingin merasakan kebahagian selama hidup di dunia ini, sekalipun kehidupan di dunia hanya sementara dan akan berakhir, berbeda dengan kebahagian di akhirat yang akan didapat oleh orang-orang yang baik.

Kebahagian merupakan elemen kehidupan terpenting yang semestinya diraih setiap insan. Bahagia dimaknai sebagai kumpulan perasaan senang, tenang, nyaman dan indah yang lahir dari hati dan pikiran. 

Sebagai makhluk perasa, bahagia bisa menjadi hal yang sangat berpengaruh, penentu kondisi dan keadaan seseorang.

Tak heran, semua orang ingin bahagia hingga ada yang beranggapan kebahagiaan merupakan tujuan hidupnya. 

Tapi perlu diingat, dalam Islam juga terdapat sejumlah tuntunan agar kebahagiaan senantiasa berpihak pada kita.

Selain berpikir positif, meningkatkan iman dan takwa, kita juga dianjurkan untuk senantiasa berbagi kebahagiaan pada orang lain. Karena dalam Islam, terdapat 7 keutamaan membuat orang lain bahagia. Inilah penjelasannya.


1. Disukai oleh Allah SWT

Adakah yang lebih pantas dan patut didambakan oleh setiap manusia, selain mendapatkan kecintaan dan keridhoan dari Sang Maha Pencipta?

Tentu, dalam mendapatkan kecintaan dan keridhoan Allah SWT serta mewujudkan fungsi Iman kepada-Nya, kita sebagai muslim dan muslimah harus melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Tak hanya itu, kita juga sepatutnya melakukan hal-hal yang terpuji. Baik menurut pandangan Allah SWT, maupun pandangan hamba-hamba-Nya yang lain. Salah satunya yang bisa dilakukan, membahagiakan orang lain.

Seperti dituturkan dalam Hadis riwayat Ibnu Abbas RA yang menyatakan bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ : إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِنَّ اَحَبَّ الْاَعْمَالِ اِلَى اللهِ بَعْدَ الْفَرَائِضِ إِدْخَالُ السُّرُوْرِ عَلَى الْمُسْلِمِ.

Artinya: “sesungguhnya amal yang paling disukai Allah SWT setelah melaksanakan berbagai hal yang wajib adalah menggembirakan muslim yang lain.”


2. Diampuni dosanya

Sama halnya keutamaan dzikir pagi dalam Islam, keutamaan membahagiakan orang lain dalam Islam, mendapatkan pengampunan dosa dari Allah SWT. Hal ini terdapat dalam kitab Al ‘Athiyyatul Haniyyah yang berbunyi:

رُوِيَ، مَنْ اَدْخَلَ عَلَى مُؤْمِنٍ سُرُوْرًا، خَلَقَ اللهُ مِنْ ذَلِكَ السُرُوْرِ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَلَكٍ، يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barang siapa yang membahagiakan orang mukmin lain, Allah Ta’ala menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.”


3. Berumur panjang

Orang yang senantiasa membuat orang di sekitarnya bahagia, memiliki tali silaturahmi yang erat pada sesamanya. Menjaga tali silaturahmi, termasuk hal terpuji yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT.

Dalam hadis dijelaskan, orang yang senantiasa menyambung tali silaturahmi akan dikaruniai baginya umur panjang. Hadis tersebut diriwayatkan Al-Imaam Al-Bukhaariy rahimahullah yang berkata :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ الْكِرْمَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ”

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Ya’quub Al-Kirmaaniy [1]: Telah menceritakan kepada kami Hassaan [2]: Telah menceritakan kepada kami Yuunus

[3]: Telah berkata Muhammad – ia adalah Az-Zuhriy [4]: dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda:

“Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 2067].

Selain itu anda juga harus memahami hukum memutuskan tali silahturahmi menurut islam serta hukum menyakiti hati orang lain dalam Islam.


4. Diberi kemudahan hidup

Keutamaan orang membuat orang lain bahagia dan mengangkat kesulitan orang lain, akan diberi kemudahan hidup dan senantiasa mendapat pertolongan dari Allah swt.

Hal itu disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

Artinya : “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).”


5. Mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat

Jika anda membuat orang lain bahagia, tentu hal itu akan memberikan efek positif pada diri anda sendiri, salah satunya ketenangan hati. Hati yang tenang, akan melahirkan perilaku-perilaku terpuji yang bisa menganugerahkan kebahagiaan, tak hanya di dunia tapi juga di akhirat.


6. Mendapat pahala

Orang yang membuat orang lain bahagia, tentunya akan mendapat pahala dari Allah SWT, karena telah melakukan perbuatan terpuji kepada sesama.


7. Diringankan beban pikirannya

Memberikan kebahagiaan kepada orang lain, bisa meringankan beban pada pikiran kita. Energi positif yang lahir dari hati saat menyenangkan orang lain, akan mempengaruhi pikiran kita, hingga beban yang ada di dalam pikiran kita menjadi lebih ringan dari sebelumnya. []


Baca Juga








Berita terkait
Telepon Ini Bisa Digunakan untuk Menghubungi Orang yang Sudah Meninggal
Rindu dengan orang yang sudah tiada? ditelepon saja!
5 Zodiak Paling Produktif Selama Bulan Puasa
Bahkan mereka memiliki banyak ide cemerlang yang mendatangkan uang banyak.
Alhamdulillah! 5 Zodiak Terjahat Ini Bisa Bertaubat dan Jadi Orang Baik
Mereka bisa berubah jadi lebih baik karena tertampar keadaan.