UNTUK INDONESIA
Ini Orang yang Tepat Jadi Presiden RI Menurut Ridwan Kamil
Kalau pintu terbuka, saya bismillah saja. Kalau pintu tidak terbuka, saya tidak kecewa karena itu terlalu jauh dari jangkauan saya. Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil. (Foto: Tagar/Dokumentasi Pribadi Ridwan Kamil)

Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akrab disapa Kang Emil menyebutkan kriteria yang cocok menjadi Presiden Indonesia pada 2024, setelah Jokowi tidak mungkin lagi bisa dicalonkan atau mencalonkan diri, karena masa jabatan presiden maksimal dua periode. Emil tidak menyebut nama, hanya menyebutkan kriteria.

"Mohon izin saya enggak bisa menyebut nama, tapi saya bisa menyebut kriteria," kata Emil dalam wawancara eksklusif dengan Tagar TV, Selasa, 20 Oktober 2020.

Penerus Jokowi yang ideal itu, kata Emil, "Ia memiliki pengalaman dalam mengurusi rakyat. Karena kalau tidak ada pengalaman, mengurusi 250 juta orang dengan segala dinamika sangat-sangat riskan."

Kriteria berikutnya, kata Emil, adalah memiliki pengalaman berhubungan dengan anggota DPR, memiliki pengalaman mengurus demonstrasi, memiliki pengalaman dengan dinamika isu-isu internasional. Kemultidimensian harus dimiliki. Kalau tidak multi dimensi, nanti salah mengambil keputusan.

"Saya tetap berharap mungkin sosok kepala daerah, saya kira masih relevan menggantikan Pak Jokowi, siapa pun itu," ujar Emil

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia (IPI) melakukan survei untuk calon presiden atau Capres 2024. Survei digelar sejak tanggal 24 hingga 30 September 2020, melibatkan 1.200 responden melalui telepon. Dalam rilis 15 elektabilitas kandidat kuat calon presiden, nama Ridwan Kamil masuk dalam 6 besar calon presiden hasil survei IPI.

Enam besar calon presiden dalam survei tersebut adalah Ganjar Pranowo memperoleh suara 18,7 %, Prabowo Subianto 16,8 %, Anies Baswedan 14,4 %, Sandiaga Uno 8,8 %, Ridwan Kamil 7,6 %, dan Agus Harimurti Yudhoyono 4,2 %.

Ridwan Kamil mengatakan sering mendapat laporan mengenai survei-survei yang menyebutkan namanya masuk dalam bursa calon presiden. Emil menanggapi santai laporan-laporan itu.

"Saya mah lihat saja, 'Pak Gub, ini hasil survei baru', oh, iya alhamdulillah. 'Pak Gub turun', iya sudah enggak masalah. 'Pak Gub naik lagi', iya alhamdulillah, ya sudah begitu saja tiap mendengar berita," ujar Emil.

Kalau pintu terbuka, saya bismillah saja. Kalau pintu tidak terbuka, saya tidak akan kecewa karena itu terlalu jauh dari jangkauan saya.

Infografis: 6 Besar Capres 2024 Hasil SurveiEnam Calon Presiden 2024 berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia (IPI). (Infografis: Tagar/Muhammad Difa Aditya)

Karier politik Emil mirip Presiden Joko Widodo. Jokowi dari Wali Kota Solo kemudian Gubernur Jakarta kemudian menjadi Presiden Indonesia. Ridwan Kamil dari Wali Kota Bandung kemudian Gubernur Jawa Barat. Ketika ditanyakan bagaimana kalau takdir juga akan mengantarnya menjadi orang nomor satu di Indonesia, Emil mengatakan tidak mau berambisi melebihi kemampuannya.

"Saya belajar sebagai pemimpin, bahwa yang pertama, stres itu datang kalau kita punya ambisi melebihi apa yang kita miliki. Karena itulah saya tidak pernah memikirkan terlalu jauh yang namanya pilpres, karena pasti berdampak pada psikologis juga. Saya mensyukuri nikmat Tuhan. Sampai saat ini saya enggak pernah bermimpi jadi gubernur, tapi Allah takdirkan, saya jalani sebaik-baiknya," tutur Emil.

Dalam perjalanan kepemimpinan, kata Emil, ia mendapati masyarakat ada yang mengkritisi, ada juga yang mengapresiasi. "Yang mengkritisi banyak, yang mengapresiasi ada yang bikin lagu khusus buat saya, 'Pak Gub semangat', saya lupa lagunya, dia menyanyi khusus buat saya. Ada yang bikin puisi, anak kecil, 'Pak Gub, terima kasih, covid, tetap semangat', jadi terharu lah."

Pengalaman itu menempanya untuk bersikap sewajarnya dalam menghadapi segala hal.

Termasuk, kata Emil, ada juga yang mengapresiasinya dalam bentuk elektoral. "Kan, saya enggak pernah seting-menyeting bahwa nama saya dimasukkan ke survei pilpres sementara kecenderungannya ada di 4 besar, sempat 3 besar, sempat 5 besar. Saya enggak tahu karena surveinya beda-beda. Itu saya ambil hikmahnya saja bahwa itu apresiasi dari masyarakat terhadap kepemimpinan masing-masing."

Membicarakan pemilihan presiden, kata Emil, terlalu kompleks untuk dihitung jauh-jauh hari. "Contoh, siapa menyangka Kiai Ma'ruf Amin menjadi wapres. Apakah beliau branding empat tahun, tiga tahun, dua tahun sebelumnya? Kan tidak ada. Tahu-tahu satu minggu terakhir namanya muncul, takdir Tuhan datang, beliau jadi wapres. Bapak Sandi Uno enggak pernah diperhitungkan, tahu-tahu bergabung dengan Pak Prabowo."

Emil mengatakan tidak akan secara khusus memikirkan urusan pemilihan presiden. "Kalau pintu terbuka ya saya bismillah saja. Kalau pintu tidak terbuka, saya tidak akan kecewa karena itu terlalu jauh dari jangkauan saya." 

Simak perbincangan lengkap Ridwan Kamil dengan Tagar TV dalam video berikut ini.


Berita terkait
Presiden Indonesia 2024 Pilihan Partai Golkar
Partai Golkar secara nasional kibar salam Golkar Presiden, Airlangga Hartanto Calon Presiden 2024.
Infografis: Ganjar Pranowo dan 5 Tokoh Masuk Bursa Pilpres 2024
Indikator Politik Indonesia (IPI) mengadakan survei kandidat terkuat yang bakal maju menjadi calon presiden 2024. Ganjar Pranowo paling unggul.
Wawancara Eksklusif dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Wawancara eksklusif Tagar dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentang banyak hal termasuk siapa orang tepat setelah Jokowi, jadi presiden RI.
0
Mahasiswi Luar Jawa Membusuk di Kamar Kos Yogyakarta
Mahasiswi asal Karo Sumatera Utara ditemukan sudah membusuk di kamar kosnya di Yogyakarta. Tidak ada tanda penganiayaan dalam tubuhnya.