Jakarta - Era Eden Hazard sudah berakhir. Chelsea sudah mendapat penggantinya yang tidak kalah ciamik, Christian Pulisic, yang direkrut dari Borussia Dortmund dengan harga 58 juta poundsterling, Januari 2019 lalu.

Chelsea harus meorogoh kocek yang tidak sedikit untuk pemain sayap berusia 20 ini. Bahkan transfer itu menjadikan Pulisic sebagai pemain termahal kedua yang pernah dibeli Chelsea setelah Alvaro Morata.

Sebelum menggaet pemain asal Amerika Serikat ini, Chelsea harus bersaing dengan Liverpool dan Arsenal, yang meminatinya. Namun Chelsea lebih serius melakukan pendekatan. Klub tersebut sudah memperkirakan bakal kehilangan Hazard sehingga mereka harus mendapatkan penggantinya.

"Saya pindah ke Chelsea pada musim panas 2019 dan memulai kompetisi baru, Liga Premier Inggris. Ini sungguh hal yang istimewa saat menandatangani kontrak dengan salah satu klub legendaris. Saya siap bekerja keras untuk memberi kontribusi bagi klub yang dihuni banyak pemain kelas dunia," kata Pulisic.

Dia bisa saja disebut sebagai Hazard II, tetapi dia sesungguhnya lebih dari Hazard. Dia mampu berlari cepat saat membawa bola dan kemudian mengecoh lawan

Chelsea dinilai tepat melepas Hazard yang eranya sudah segera berakhir. Pulisic merupakan pengganti yang sangat tepat. Bahkan pemain tim nasional AS ini disebut-sebut sebagai pemain sayap masa depan.

Pasalnya dia memiliki semua persyaratan untuk menjadi bintang di sepak bola modern. Dia punya kecepatan dan trik serta visi bermain yang bagus. Pulisic tidak hanya jago memberikan assist tetapi juga mencetak gol.

Kelebihan lain, kedua kakinya hidup sehingga Pulisic bisa bermain di sayap kanan maupun kiri. Dia juga kerap menempati posisi nomor 10 yang diberi kebebasan dui belakang striker. Tak diragukan bila dirinya merupakan pemain paling berbakat yang pernah dimunculkan AS.

Bahkan ketika masih berusia 17, pelatih timnas AS saat itu Juergen Klinsmann sudah menanggilnya. Meski Pulisic juga bisa memperkuat Kroasia, namun pemain kelahiran Pennsylvania ini memilih membela AS. Dia melakukan debut di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Guatemala. Pulisic pun menjadi pemain termuda AS yang berlaga di babak kualifikasi.

Kemampuan Pulisic kian terasah setelah bergabung dengan Dortmund. Menanggapi Pulisic, jurnalis sepak bola NBC Joe Prince-Wright menyebut langkah The Blues mendatangkan pemain tersebut dinilai sangat tepat.

"Dia bisa saja disebut sebagai Hazard II, tetapi dia sesungguhnya lebih dari Hazard. Dia mampu berlari cepat saat membawa bola dan kemudian mengecoh lawan. Dia pemain yang komplet dan salah satu pemain yang paling tepat untuk sepak bola modern," kata Prince-Wright kepada Skysports.
 
Ini yang menjadikan era Hazard memang sudah berakhir dengan datangnya Pulisic. Transfernya ke Chelsea pun menjadikkan dia sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola AS. []

Baca juga: