Inggris Salip China Jumlah Kasus Kumulatif Covid-19

Inggris susul empat negara Eropa salip China dalam jumlah kasus kumulatif virus corona (Covid-19), lima negara Eropa lewati China di belakang AS
PM Inggris, Boris Johnson, berikan keterangan pada konferensi pers tentang pandemi virus corona (Covid-19) dengan kepala petugas medis, Chris Whitty, dan Kepala petugas ilmiah, Sir Patrick Vallance, di London, Inggris, 16 Maret 2020. (Foto: globalhealthnow.org/Richard Pohl).

Jakarta – Wabah (pandemi) virus corona (Covid-19) yang semula dianggap banyak kalangan hanya akan berkecamuk di Wuhan, China dan menyeberang ke Korea Selatan (Korsel). Ini membuat banyak negara tidak menyiapkan diri menghadapi penyebaran Covid-19.

Padahal, analisis ahli-ahli menunjukkan sejak Covid-19 merebak di Wuhan di akhir Desember 2019 banyak warga Wuhan yang terbang ke berbagai negara untuk merayakan tahun baru. Otoritas China sendiri baru melakukan lockdown 23 Januari 2020.

Masih analisisi kalangan ahli banyak warga Wuhan yang tidak menunjukkan gejala tertular Covid-19 ketika mereka melancong ke berbagai kota di Eropa, Australia dan Amerika Serikat (AS) serta Asia. Kasus pertama terkait dengan Covid-19 di Bangkok, Thailand, misalnya, terdeteksi Januari 2020 pada seorang pelancong asal Wuhan.

Beberapa kasus di Afrika menunjukkan mereka baru pulang dari beberapa kota di Eropa. Ini menunjukkan pandemi Corona-19 sudah terjadi di Eropa tapi beberapa negara di sana belum melakukan langkah yang berarti.

Maka, tidak mengherankan kalau kemudian Italia jadi episentrum Covid-19 yang menyeberang dari China. Semula banyak kalangan melihat pandemi akan menerjang Korsel, Tapi, Negeri Ginseng itu proaktif dengan melakukan tes swab Covid-19 massal sejak tanggal 2 Januari 2020, sedangkan kasus pertama di Korsel terdeteksi 20 Januari 2020.

Setelah Italia pandemi menyeberang lagi ke AS yang membuat negara Paman Sam itu jadi episentrum baru. Sedangkan di Eropa Spanyol menyalib Italia sekaligus melewati China. Selanjutnya Prancis dan Jerman salip China mendekati Italia dan Spanyol.

ilus dunia1Kasus kumulatif positif Covid-19 di beberapa negara dengan jumlah kasus di atas 50.000 dengan bandingan kasus di Korea Selatan. (Foto: Tagar/Syaiful W. Harahap).

Setelah empat negara Eropa (Spanyol, Italia, Prancis dan Jerman) menyalip China, hari ini Inggris menyusul empat negara Eropa di atas China dalam jumlah kumulatif kasus Covid-19 (lihat tabel). Dengan kasus 84.279 Inggris melewati China dengan kasus 82.160.

Paling tidak ada empat petinggi Inggris yang tertular Covid-19, yaitu: Wakil Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries; Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock; Pewaris Tahta Inggris, Pangeran Charles; dan PM Inggris Boris Johnson

Di belakang China ada Iran dengan kasus 71.686 dan Turki 56.956 yang juga potensial menyalip China. Sedangkan Korsel ada di belakang negara-negara ini dengan kasus 10.537.

Di Asia Tenggara Indonesia dengan kasus 4.241 mengejar Filipina 4.648 dan Malaysia 4.683. []

Berita terkait
Lima Negara Kejar-kejaran ke Puncak Pandemi Corona
Di awal wabah virus corona (Covid-19) merebak di China sepertinya virus hanya berkecamuk di sana, fakta baru episentrum pindah ke Eropa dan AS
Covid-19 di Amerika Serikat Tembus Angka 500.000
Wabah virus corona (Covid-19) terus merebak di banyak negara hari ini kasus di Amerika Serikat kasus positif Covid-19 sudah tembus angka 500.000
0
PM Johnson MenDesak Negara G7 Sepakat Soal Paspor Covid-19
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, ingin KTT G7 yang akan datang, menyepakati perjanjian mengenai paspor vaksinasi Covid-19