Jakarta - Kelompok relawan Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) menggelar perayaan ulang tahunnya yang ke-6 pada Sabtu 15 Juni 2019. Dalam keriaan tersebut, Ketua Umum Bara JP Sihol Manulang bercerita soal sejarah berdirinya organisasi pelopor pendukung pencapresan Joko Widodo tersebut.

Dia berkisah, Bara JP mulanya merupakan sebuah pergerakan masyarakat arus bawah yang memberikan dukungan kepada Jokowi kala Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Saat itu, kursi Gubernur DKI yang diduduki Jokowi tengah digoyang oleh beberapa anggota DPRD DKI Jakarta. Sihol beserta beberapa pendiri Bara JP mengorganisir masyarakat arus bawah untuk berunjuk rasa membela ayah Kaesang Pangarep itu.

"Bermula dari upaya dan penyataan-pernyataan DPRD DKI Jakarta pada awal tahun 2013, yang hendak memecat Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Sihol di markas Bara JP, di Jalan Bhineka Raya 3, Cipinang Cimpedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu 15 Juni 2019.

"Waktu itu (pergerakan) di berbagai grup, kita galang dukungan, termasuk unjuk rasa ke DPRD DKI Jakarta agar mereka benar-benar memecat Jokowi. Waktu itu dalam bahasa kami, dengan dipecat, maka rakyat berkesempatan untuk menduduki gedung DPRD," ujar Sihol melanjutkan cerita.

Bara JPKetua Umum Bara JP Sihol Manulang (kemeja putih) meniup lilin Ulang Tahun Bara JP ke 6. (Foto: TAgar/ Eno Suratno Wongsodimedjo)

Selain melakukan berbagai aksi unjuk rasa, Sihol dan banyak tokoh lain juga kerap menggelar diskusi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengadukan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta yang diduga terlibat berbagai tindak korupsi.

Dari pergumulan tersebut, muncul sebuah inisiasi untuk mendorong Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan kader partai berlambang banteng tersebut agar mau mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden tahun 2014.

Dukungan terhadap gagasan tersebut akhirnya terus mengalir, termasuk dari mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) almarhum Mulyana W Kusumah.  Ketika itu Mulyana sukarela menyediakan kantor sebagai markas pergerakan yang masih belum memiliki nama itu.

Nama organisasi baru dibuat kala pergerakan tersebut menggelar kongres pertama pendukung Jokowi pada tanggal 15 Juni 2013 di Bandung, Jawa Barat. Gedung Indonesia Menggugat kemudian dipilih sebagai lokasi lantaran bangunan tersebut memiliki sejarah di mana Presiden ke-1 Indonesia Soekarno pernah membacakan pledoi 'Indonesia Menggugat' pada tahun 1930.

"Gedung itu sangat historis, kita butuh sosok Soekarno baru untuk membangun Indonesia yang kondisinya sudah sangat parah. Dari Orde Baru hingga lahir reformasi, tidak membawa banyak perubahan mendasar dalam pembangunan. Ketidakadilan, kemiskinan dan segala macam masih merajalela," ujar Sihol melanjutkan cerita.

"Kongres Bandung itu kemudian menghasilkan tiga poin penting, salah satunya yaitu mendesak PDIP agar mencalonkan Jokowi untuk menjadi presiden dari PDIP," kata Sihol.

Gayung bersambut, Megawati Soekarnoputri akhirnya benar-benar luluh dan mencalonkan Jokowi sebagai capres dari PDIP.

Dari sana, Bara JP kian mantap memberikan dukungan dan menyosialisasikan pencapresan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk melalui berbagai kanal media sosial untuk menjaring suara anak-anak muda.

Selain Bara JP, Sihol menyebut dua organisasi pendukung Jokowi lain yang sama-sama lahir pada tahun 2013, yakni Seknas Jokowi dan Projo. Keduanya disebut Sihol sebagai adik-adik dari Bara JP.

"Yang tidak berbeda jauh dengan angkatan Bara JP, September itu lahir Seknas, lalu Desember itu Projo. Jadi boleh dibilang, tiga organisasi relawan ini yang berdiri pada 2013. Kita ini paling sulung," kata Sihol mengakhiri cerita.

Helatan HUT ke-6 Bara JP dibuka dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur. Selain sebagai ajang refleksi perjalanan organisasi tersebut selama 6 tahun, acara tersebut juga dijadikan sebagai ajang halal bi halal selepas peringatan Iedul Fitri 2019.

Selain menggelar acara di markas pusat DPP Bara JP, perwakilan DPD dan DPW Bara JP di berbagai daerah juga dikabarkan menghelat keriaan serupa.

Baca juga: