UNTUK INDONESIA
Hari Raya Galungan dan Kuningan, Apa Bedanya?
Hari Raya Galungan dan Kuningan banyak yang tidak tahu, ini penjelasannya.
Hari Raya Galungan dan Kuningan sudah mulai sejak 22 Juni lalu hingga 3 Agustus mendatang. (Foto: Ist)

Jakarta - Saat ini media sosial Facebook ramai dengan ucapan selamat Hari Galungan dan Kuningan. Hal itu berawal ketika seorang seniman kelahiran Singaraja, Bali bernama IGP Wiranegara. Mungkin belum banyak yang mengetahui, apa itu Hari Raya Galungan dan Kuningan?

Dia mengunggah sebuah video singkat yang berdurasi 1 menit 30 detik di akun Facebook-nya igp wiranegara yang disertai keterangan "Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan" pada Selasa, 23 Juli 2019.

Unggahannya itu pun mendapat respon positif dari beberapa warganet di antaranya, pemilik akun Bondan Nusantara yang mengatakan, "Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan mas @igp wiranegara, salam damai dan sejahtera". 

Hal yang serupa juga dikatakan oleh warganet lainnya, seperti Jimmy Rustan yang menuliskan.

"Selamat Hari Raya Galungan Bli Wiwi," komentar Jimmy.

"Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan pak Wira," tulis pemilik akun Ida Simatupang.

Hari Raya Galungan dan Kuninganucapan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. (Foto: Facebook/igp wiranegara)

Untuk diketahui, Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan hari besar bagi umat beragama Hindu yang biasa dirayakan mulai dari 22 Juli hingga 3 Agustus. Umat Hindu memaknai perayaan besar ini untuk merayakan hari kemenangan yang baik atas kejahatan. 

Konon, ada raksasa bernama Mayadenawa yang melarang menyembah para dewa-dewi lain, kecuali kepada dirinya. Akhirnya, Bhatara Indra yang dikenal sebagai dewa yang tangguh diutus untuk menemui dan melenyapkan Mayadenawa. Saat itu Bhatara Indra berhasil menang melawan raksasaa tersebut. Sejak saat itulah, umat Hindu menyakini kemenangan, hingga saat ini.

Hari Raya Galungan dan Kuningan berlangsung dalam waktu yang bersamaan, tapi umat Hindu memaknai dengan berbeda. Menurut kalender Bali, Galungan jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dunggulan tepatnya pada minggu kedua, sementara Hari Raya Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan tepatnya 10 hari setelah hari Raya Galungan.

Hari Raya Galungan dimaknai sebagai perayaan kemenangan sekaligus mengucapkan puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Galungan atau Rabu Kliwon dungulan ini lebih menfokuskan pada bersatunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang cerah untuk menlenyapkan segala kekacauan pikiran.

Sementara Hari Raya Kuningan sering disebut tumpek kuningan yang jatuh pada hari Sabtu, Kliwon Wuku Kuningan. Pada hari ini, umat Hindu melakukan pemujaan kepada dewa untuk memohon keselamatan, perlindungan dan tuntunan lahir batin. Karena umat Hindu menyakini para dewa turun ke bumi hanya sampai tengah hari.

Dalam perayaannya akan dilengkapi dengan sesajen yakni, tebog, canang meraka, pasucian, canang burat wangi berisi nasi kuning, lauk pauk dan daging bebek yang disajikan dalam sebuah kamar suci. Selain itu, sajian juga dilengkapi dengan ikan laut, telur dadar, ketupat nasi 2 buah, dan wayang-wayangan dari bahan pepaya atau timun.

Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan biasanya berlangsung selama 210 hari dan akan melakukan beberapa ritual seperti, sembahyang, setiap umat Hindu akan melakukan sembahyang di pura masing-masing dengan mengenakan baju adat dan kain kamen. Umat Hindu menyakini akan menerima berkat dari Tuhan. Tidak lengkap rasanya jika nasi kuning untuk disajikan dalam persembahan dengan harapan, nasi kuning akan membawa kemakmuran.

Kemudian, akan terlihat pemandangan penjor atau janur yang berisikan canang atau persembahan. Sebelum memasuki perayaan umat Hindu biasanya melakukan penyembelihan babi sebagai bentuk ucapan syukur. Selanjutnya, mengunjungi rumah sanak saudara untuk membangun silahturahmi yang baik kegiatan tersebut dinamakan Manis Galungan.

Baca juga:

Berita terkait
0
Gaya Rambut Kaesang Pangarep Saat Pelantikan Jokowi
Poni lempar ala Kaesang Pangarep mencuri perhatian publik hingga membuat gagal fokus saat pelantikan Presiden.