UNTUK INDONESIA
Hanung: di Tengah Pandemi Banyak PH Cari Bibit Baru
Kondisi pandemi merupakan peluang anak muda untuk berkreasi di dunia perfilman karena banyak rumah produksi tengah mencari bibit unggul baru.
Hanung Bramantyo. (Foto: Dok Tagar TV)

Jakarta - Film Maker Hanung Bramantyo menyebut kondisi pandemi C-19 ini merupakan peluang emas bagi anak muda untuk berkreasi di dunia perfilman. Pasalnya banyak rumah produksi (produktion house, PH) besar tengah mencari bibit-bibit baru yang berkualitas dengan modal kecil.

"Justru pandemi ini saat anak-anak muda berkreasi. Rumah produksi (produktion house, PH) besar malah mencari bibit-bibit muda yang belum berpikir tentang gaji dulu, yang (berpikir) penting gue bisa buat film dulu yang bagus. Itu justru angin segar buat mereka," katanya dalam Webinar bertema 'Wajah 75 Tahun Indonesia Maju' yang digelar Telkomsel bersama Tagar, Rabu, 19 Agustus 2020.

Justru pandemi ini saat anak-anak muda berkreasi. Rumah produksi (produktion house, PH) besar malah mencari bibit-bibit muda yang belum berpikir tentang gaji dulu, yang (berpikir) penting gue bisa buat film dulu yang bagus.

Baca juga: Rayakan 17-an Bersama Hanung Bramantyo dalam Free Webinar 19 Agustus 2020

Hanung mendorong para film maker memanfaatkan kesempatan ini dengan menuangkan idenya dalam film. Menurutnya, saat ini tidak kurang media untuk mempublikasikan hasil karya seperti Youtube dan Instagram.

"Film itu sebetulnya medium, sebuah alat untuk menyampaikan gagasan kita kepada penonton. Awalnya karena saya berangkat dari Yogya tidak ada yang namanya kamera pada saat itu, hanya panggung, kalau ada kamera itu harus pinjam ke teman nggak kayak sekarang, handphone ada kameranya. Saya berangkat dari apa yang saya punya," ujarnya.

Selain itu, Hanung memaparkan para film maker yang telah memiliki nama besar di situasi serba susah ini menjadi tantangan berat. Ada dua kemungkinan yang harus dihadapi ke depannya.

"Orang yang sudah terlanjur established (mapan) pilihannya ada dua, kembali menjadi independen sebagaimana dulu film pertama mereka atau ya sudah survive sekalian, berbenturan sekalian dengan global, artinya berperang dengan hollywood, China, Korea, Thailand," tuturnya.

Sementara itu, ia melihat dunia perfilman Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara lain. Banyak faktor yang melatarbelakangi hal itu semua, namun hingga kini industri film masih terus berinovasi dalam persaingan global.

"Tentunya Indonesia masih dianggap sebagai negara yang kualitas masih jauh sebetulnya untuk bersaing di kancah dunia. Sebelum pandemi itu sebetulnya sudah ada film yang siap tayang berjumlah 170 film. Pendapatan penonton per tahunnya itu sduah meningkat dari 16 juta meningkat menjadi 18 juta di akhir tahun 2019," ucap suami Zaskia Adya Mecca itu.

Baca juga: Lomba Video 1 Menit: Wajah 75 Tahun Indonesia Maju

Untuk diketahui, Webinar bertema 'Wajah 75 Tahun Indonesia Maju' tersebut digelar bersamaan dengan pengumuman pemenang lomba video 1 menit. 

Web seminar diselenggarakan Telkomsel bekerja sama dengan Tagar dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. Webinar disiarkan langsung dan dapat ditonton ulang di YouTube Tagar TV dan Facebook Tagar News.

Ada delapan pembicara dalam seminar ini, yaitu Denny Abidin - Vice President Corporate Communications Telkomsel; Hanung Bramantyo - Film Maker; Raja Simarmata - Alumnus ITB jadi Kepala Desa di Samosir, Sumatera Utara; Sony Kristian Hatibin - Penggiat Seni di Kalawai, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Pembicara berikutnya adalah Letkol Chb Sudirman, S.Sos - Prajurit TNI di Perbatasan RI - Papua Nugini; Dea Nindy Aulia - Pelajar SMP di pinggiran Aceh; Albertus Taufman - Penanggung Jawab Karantina Ikan PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Motomasin di Perbatasan Timor Leste; dan Umar Hasan - Karyawan Telkomsel di Merauke, bertugas di perbatasan RI - Papua Nugini.

Diskusi juga membahas tentang anak-anak muda milenial dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, membuktikan bagaimana wajah 75 Tahun Indonesia Maju. Bagaimana mereka menjaga Indonesia, bagaimana mereka turun langsung ke masyarakat, dan bagaimana kreatifitas mereka. Nasionalisme dan kreatifitas mereka adalah wajah 75 Tahun Indonesia Maju. []

Berita terkait
Pernyataan Ridwan Kamil Pada Hari Kemerdekaan RI
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan HUT ke-75 Kemerdekaan RI merupakan momentum kebangkitan Jawa Barat pasca pandemi Covid-19
Jokowi: Pandemi Tak Kurangi Kemeriahan Detik Proklamasi
Presiden Jokowi menilai adanya pandemi Covid-19 tidak mengurangi kekhidmatan dan kemeriahan peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus.
Mendikbud: Kemerdekaan Adalah Kesempatan Berkarya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, berpendapata bahwa kemerdekaan adalah kesempatan untuk berkarya tanpa batas.
0
Hanung: di Tengah Pandemi Banyak PH Cari Bibit Baru
Kondisi pandemi merupakan peluang anak muda untuk berkreasi di dunia perfilman karena banyak rumah produksi tengah mencari bibit unggul baru.