Gojek Akan Beralih ke Kendaraan Listrik Pada Tahun 2030

Perusahaan perintis ojek online, Gojek, berencana akan beralih menjadi kendaraan listrik pada tahun 2030
Pengemudi Gojek antre membeli makanan dengan kios Go Pay di Jakarta, 27 Oktober 2018 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta - Perusahaan perintis ojek online, Gojek, berencana beralih menjadi kendaraan listrik pada tahun 2030. Co-Chief Executive Gojek, Kevin Aluwi, kepada Kantor Berita Reuters mengatakan hal itu akan dilakukan melalui kemitraan dengan produsen dan pengaturan sewa yang menguntungkan

Gojek mengumumkan rencananya pada hari Jumat, 30 April 2021. Namun, analis memperkirakan biaya kelistrikan di Tanah Air cukup tinggi karena kebutuhan infrastruktur terkait, sementara Indonesia hanya memiliki sekitar 100 stasiun pengisian bahan bakar.

"Target kami adalah bekerja dengan berbagai pemain dalam industri dan pemerintah untuk mengurangi biaya EV (mobil listrik -red) menjadi sekitar 30 persen lebih rendah daripada kendaraan bermesin pembakaran internal," kata Aluwi dalam wawancara.

Sekat Pelindung GoRideManajemen Gojek melakukan uji coba sekat pelindung pada layanan GoRide, Rabu, 10 Juni 2020. (Foto: Gojek)

Dia mengatakan perusahaan sedang dalam pembicaraan untuk mendukung pengembangan industri mobil listrik di Indonesia, termasuk bagaimana membangun infrastruktur seperti pertukaran baterai dan stasiun pengisian.

Gojek, yang juga menawarkan layanan pengiriman makanan dan pembayaran, mengatakan memiliki lebih dari 2 juta pengemudi di Indonesia, Vietnam, Thailand dan Singapura, dan didukung oleh investor ternama termasuk Google Alphabet Inc dan Tencent Holdings Ltd.

Aluwi, yang ikut mendirikan Gojek pada 2011, mengatakan perusahaan tersebut memiliki program percontohan mobil listrik dengan menggandeng Pertamina, PLN pembuat skuter Gesits, Viar, NIU Technologies dan Honda Motor Co Ltd, Toyota Motor Corp dan Mitsubishi Motors Corp.

Menurut Alwi, kekhawatiran utama bagi pengemudi adalah tentang peralihan kendaraan listrik yang terkait daya dan infrastruktur serta biaya. Untuk membantu pembiayaan, Gojek sedang menjajaki pengaturan leasing, yang berpotensi melalui unit layanan keuangannya.

gojek3Deretan tenant kuliner kerja bareng Gojek di GKBI Kota Lama Semarang yang menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

“Kami tahu bahwa pembangunan ekosistem kendaraan listrik ini mulai dari bahan mentah hingga produksi baterai hingga produksi kendaraan adalah sesuatu yang oleh banyak pihak di pemerintahan dipandang sebagai bagian besar dari masa depan di Indonesia,” kata Aluwi.

Indonesia, negara terpadat keempat di dunia ini telah sekian lama bergulat dengan polusi udara di sejumlah kota, sedangkan Ibu Kota Jakarta yang macet secara konsisten berada di antara kota yang paling tercemar di dunia (ah)/Reuters/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Gojek dan Grab Jajal Sepeda Motor Listrik
Tranportasi ojek online Gojek dan Grab akan menjajal sepeda motor listrik atas kerja sama Kementerian Perindustrian.
0
PSG Tawarkan Kontrak Dua Tahun Kepada Lionel Messi
PSG yakin dan percaya jumlah yang mereka tawarkan melalui agen Messi selaras dengan keinginan Messi dan tidak dapat ditandingi