Pamenang, Lombok Utara, (Tagar 7/8/2018) - Bibi atlet juara dunia lari 100 meter U20 Lalu Mohamad Zohri nyaris menjadi korban gempa di Lombok, Minggu (5/8).

"Bibi-nya waktu gempa terjadi itu masih pengajian di masjid, tapi ikut lari keluar seketika masjid roboh semua," kata Husni, suami dari bibi Zohri di Lombok Utara, Selasa (7/8) mengutip Antara.

Baik Fatimah merupakan nama lengkap bibi Zohri, istri Husni. Baik Fatimah merupakan kakak dari almarhum ayah Zohri.

Ia menjelaskan bahwa banyak warga sekitar yang ke masjid waktu gempa terjadi dan menjadi korban.

Berdasarkan pengamatan, masjid tersebut bernama Jamiul Jamaah dan sudah rata dengan tanah. Bahkan, kubah masjid sudah berada di bawah, seakan tidak memiliki dinding bangunan.

Terlihat petugas Basarnas dan aparat membantu proses evakuasi. Warga sekitar menyebutkan anak-anak banyak yang menjadi korban.

Hingga berita ini diturunkan masih banyak warga yang belum ditemukan. Tebalnya runtuhan bangunan menjadi penghalang dan menyulitkan mereka menemukan lokasi tepat untuk menjangkau korban yang belum ditemukan.

Rumah Zohri masih berdiri tegak dan tidak mengalami kerusakan, sebab masih dalam proses renovasi.

Namun, rumah tetangga di sekitar rumah Zohri mengalami kerusakan cukup parah. Ada yang atapnya roboh hingga menyentuh tanah.

Husni menyampaikan pesan bahwa keluarga Zohri dalam kondisi baik-baik saja.

"Keluarga kami sudah saya ungsikan, sekarang lagi di tenda, semua baik-baik saja, jangan khawatir," katanya.

Tim Basarnas dan aparat kepolisian berupaya mengangkat puing-puing bangunan yang diyakini di bawahnya masih terdapat jamaah yang terjebak.

Daerah Pemenang menjadi salah satu lokasi yang kondisinya cukup parah akibat gempa 7.0 SR yang terjadi pada Minggu (5/8).

Dua Jenazah dari Runtuhan Masjid

Sebanyak dua jenazah berhasil dievakuasi dari runtuhan kubah masjid yang ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan sekitarnya pada Minggu (5/8) malam, pukul 19.46 Wita.

"Untuk hari ini tim sudah berhasil mengevakuasi dua jenazah pria," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram I Nyoman Sidakarya yang ditemui wartawan di Tanjung, Senin.

Usai mengevakuasi dua jenazah dari lokasi reruntuhan, tim Basarnas untuk sementara waktu menghentikan upaya pencarian korban dan akan kembali melanjutkannya pada Selasa (7/8) pagi.

"Karena hari sudah gelap, upaya pencarian dan evakuasi kita hentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan besok," ujarnya.

Upaya pencarian korban pada Selasa (7/8) pagi, akan tetap melalui titik awal hasil evakuasi dua jenazah.

"Memang ada informasi tentang kemungkinan ada korban berada di beberapa titik. Nantinya tim akan melakukan pencarian dengan mencoba masuk lewat titik awal." katanya.

Sidakarya menuturkan bahwa dua jenazah yang berhasil dievakuasi dari dalam timbunan reruntuhan kubah masjid telah diserahkan kepada pihak keluarganya.

"Identitasnya ini kita belum dapatkan. Tapi yang jelas mereka ini warga setempat, makanya langsung diserahkan kepada pihak keluarganya yang mengetahui," ucap Sidakarya.

Tim belum bisa memastikan jumlah korban yang kemungkinan masih tersisa dalam runtuhan, begitu juga dengan kondisi korban yang mungkin masih hidup.

Upaya Evakuasi 

Upaya evakuasi korban yang diduga terjebak di dalam reruntuhan ini berawal dari hasil pendataan mengenai kondisi di lapangan pascgempa pada Minggu malam. Ketika itu, warga sedang melaksanakan ibadah sholat Isya'.

Banyak korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan. Begitu juga dengan jamaah yang sedang melaksanakan ibadah salat isya di Masjid Jabal Nur di Dusun Lading-lading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani yang berperan sebagai incident commander melakukan pemeriksaan di lokasi bersama anggota dan petugas basarnas.

Hasilnya, ditemukan tanda-tanda korban gempa bumi yang masih terjebak dalam reruntuhan kubah masjid.

Upaya evakuasi pun dilakukan, dua di antaranya korban meninggal, jenazahnya berhasil dievakuasi, namun sisanya diperkirakan masih banyak yang terjebak dalam runtuhan.

"Jadi sisanya belum sempat kita keluarkan, karena harus mnggunakan bantuan alat berat," kata Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Dalam keterangannya, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto mengatakan bahwa proses evakuasi korban yang masih terjebak dalam runtuhan bangunan akan dibantu oleh pemerintah daerah melalui dinas PU dengan menurunkan alat berat jenis ekskavator.

"Kita sudah meminta pemerintah daerah menyiapkan alat beratnya," kata Mayjen TNI Benny Susianto.

Setelah adanya kesepakatan dalam sebuah pembahasan di dalam tenda kesehatan yang ada di Lapangan Tanjung tersebut, alat berat ekskavator pada Senin siang sudah berada di lokasi reruntuhan kubah masjid.

Tim evakuasi terpadu, dari basarnas, TNI, Polri, dan dinas PU, melakukan evakuasi korban. Kerjasama tim itu pun membuahkan hasil pada Senin sore, setelah dua jenazah pria berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. []