UNTUK INDONESIA
Gara-Gara Corona, Tarif Listrik Tak Naik 3 Bulan
Kementerian ESDM memutuskan tidak akan menaikan tarif listrik (tariff adjustment) dalam tiga bulan ke depan lantaran virus corona.
Perusahaan Listrik Negara (PLN). (Foto: pln.co.id)

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan tidak akan menaikan tarif listrik (tariff adjustment) dalam tiga bulan ke depan. Keputusan tersebut diambil lantaran virus corona atau COVID-19 yang masuk ke Indonesia memengaruhi ekonomi dalam negeri.

"Sampai Juni tidak ada penyesuaian tarif, ditetapkan dengan berbagai pertimbangan kondisi perekonomian. Sekarang adanya isu corona, suka enggak suka, ikut menekan kondisi keekonomian yang kurang menggembirakan," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020 seperti dilansir dari Antara.

Di tengah isu corona yang membuat lesu perekonomian, otomatis kata dia menurunkan daya beli masyarakat dan daya saing industri. Untuk mencegahnya, ESDM memutuskan tidak menaikan tarif periode April hingga Juni 2020.

Baca juga: Nasib Bisnis Travel Pegadaian Pasca Moratorium Umrah

Padahal, penyesuaian tarif memang merupakan aturan yang boleh diajukan tiga bula sekali. "Aturan dalam kaitannya dengan perbaikan Ease of Doing Business, sebulan sebelumnya harus sudah diumumkan sebagai bentuk transparansi publik dan itu harus diumumkan," tuturnya.

Selain imbas COVID-19, Rida menuturkan penyesuaian tarif melihat empat parameter, yakni Indonesian Crude Price (ICP), harga batubara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dan inflasi tiga bulan terakhir.

"Jadi harus lihat lagi ke belakang, untuk bisa turun atau naiknya tarif listriknya" ucapnya.

Meski penetapan berdampak pada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) PT PLN (Persero), Rida memastikan tak akan membuat perseroan merah tersebut rugi. Sebab, kata dia pemerintah sudah menyiapkan dua skema pembayaran bagi PLN.

"Mereka dapat dalam bentuk subsidi yang dibayar perbulan dan ada mekanisme kompensasi yang diatur Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan dihitung setelah ada audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," kata dia. []

Berita terkait
Panik karena Corona, Masker Langka di Bantaeng
Akibat panik karena isu penyebaran virus corona, membuat masker di Kabupaten Bantaeng hilang dari peredaran karena diborong pembeli.
Dinkes Bali Pastikan 12 Warga Negatif Virus Corona
Sebelumnya 12 orang tersebut menjalin kontak dengan WN Jepang yang positif terjangkit Corona saat berkunjung di Bali beberapa waktu lalu.
Positif Virus Corona Diketahui Setelah Dua Minggu
Pengamat Kesehatan Aceh Mulyadi menyebutkan hasil positif terkena virus corona muncul setelah dua minggu kemudian.
0
Gempa 5,6 SR Guncang Tapanuli Bagian Selatan Sumut
Gempa dengan kekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara.