Film "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu" Hadirkan Kejutan Lucu

Aktris Nadya Arina yang memerankan tokoh Feni dalam film drama-komedi terbaru "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu".
Film "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu" Hadirkan Kejutan Lucu. (Foto: Tagar/YouTube)

TAGAR.id, Jakarta  - Aktris Nadya Arina yang memerankan tokoh Feni dalam film drama-komedi terbaru "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu", berbagi pengalaman syuting yang tak hanya menguras emosi, namun, juga menghadirkan kejutan lucu.

Sebelum proses syuting dimulai, Nadya menyatakan ketidaktahuannya mengenai detail film arahan sutradara Monty Tiwa, termasuk ciri khas komedi grup GJLS yang beranggotakan Hifdzi Khoir, Rigen Rakelna, dan Ananta Rispo.

"Gue enggak tahu gimana GJLS itu," tutur Nadya saat konferensi pers pemutaran terbatas film tersebut di Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025.

Nadya mengenal tiap-tiap personel GJLS, namun, tidak tahu jika mereka bertiga bergabung dalam satu grup komedi.

Setelah berdiskusi dengan aktor film "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu", Benidictus Siregar, mengenai genre komedi GJLS, rasa ingin tahu Nadya Arinasedikit terpenuhi. Beni merekomendasikan film pendek GJLS berjudul "Kuyup" yang tersedia di YouTube.

Rasa penasaran Nadya justru tumbuh setelah menonton film itu. Ketika syuting "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu" dia harus berakting emosi berupa marah-marah, sedih dan menangis dalam satu adegan sekaligus.

Adegan yang seharusnya serius itu justru memicu tawa tak terkontrol dari kru dan pemain lain, termasuk Hifdzi Khoir dan Monty Tiwa yang mengakui beberapa kali terbahak-bahak.

"Itu capek banget. Benar-benar. Harus sedih, menangis dan marah-marah, tapi, yang lain, tuh, ketawa. Karena (improvisasi) Rispo, tuh, bikin yang lain ketawa," kata Nadya Arina.

Fakta di balik layar kemudian dijelaskan oleh Hifdzi bahwa skenario film yang dibagikan Monty Tiwa untuk Nadya Arina dan para pemeran film lain bukanlah naskah utuh, melainkan hanya dialog untuk karakter yang diperankan masing-masing aktor.

"Sebenarnya saat pembagian dari Pak Monty itu, skripnya bukan skrip jadi, tapi, dialog orang per orang gitu. Jadi, gue pegang dialog gue doang," Hifdzi menjelaskan.

Naskah yang dipegang masing-masing aktor baru disatukan ketika syuting berlangsung. Naskah yang dibuat untuk Hifdzi dan Rigen berisi instruksi tertawa ketika Nadya berakting marah tak terkendali.

Sementara Nadya dan Rispo tidak mengetahui bagaimana Hifdzi dan Rigen beraktir karena mereka tidak mendapat instruksi tersebut.

Syuting penuh kejutan itu justru membuat Nadya Arina sangat menikmati proses syuting film "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu".

"Ketagihan sih, menyenangkan sekali. Apalagi dengan tipe komedi-komedi ini, cocok banget," kata Nadya.

Film drama-komedi "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu" yang juga dibintangi aktor Bucek Depp serta aktris Reynavenzka Deyandra dan Luna Maya memiliki ambisi besar.

Meski dikategorikan tontonan 17 tahun ke atas oleh Lembaga Sensor Film (LSF), Ananta Rispo berharap film yang mengusung komedi saintifik itu mampu menggapai pengaruh seperti film-film komedi legendaris Warkop Dono, Kasino, Indro saat tayang di bioskop mulai 12 Juni 2025. []

Berita terkait
Rano Karno Harap Indonesia Punya Festival Film Internasional
DKI Jakarta diharapkan dapat menggelar festival film berskala internasional seperti Festival Film Cannes di Paris, Prancis.
Luna Maya Akui Susah Berakting Serius Pas Syuting Film Komedi Terbaru
Luna Maya membintangi film komedi terbaru berjudul GJLS Ibuku Ibu-Ibu. Dia mengaku susah untuk berakting serius.
Perasaan Nova Eliza Dibuat Meledak-ledak’ Saat Baca Skrip Film Legenda Kelam Malin Kundang
Perasaan artis Nova Eliza dibuat ‘meledak-ledak’ saat membaca skrip film Legenda Kelam Malin Kundang, yang diproduksi oleh Come and See Pictures.