UNTUK INDONESIA
Film Dokumenter Putri Diana Isi Bioskop Dunia Pada 2022
Film dokumenter pertama tentang Putri Diana, berjudul Diana diagendakan bakal mengisi layar bioskop di seluruh dunia pada musim panas 2022.
Putri Diana alias Lady Di. (Foto: Instagram/lady.diana._)

Jakarta - Film dokumenter pertama tentang Putri Diana, berjudul Diana diagendakan bakal mengisi layar bioskop di seluruh dunia pada musim panas 2022 sebagai peringatan 25 tahun kematian Putri yang dikenal berjiwa sosial tinggi itu. Kepastian ini diumumkan langsung oleh rumah produksi Inggris/Amerika, Lightbox dan agen penjualan/distributor Inggris, Altitude.

Laman Variety melaporkan, Film Diana diarahkan oleh sutradara Ed Perkins yang sempat meraih nominasi Oscar untuk film Black Sheep. Dalam proses produksinya, film tentang kehidupan sang Putri ini hanya menggunakan data-data berdasarkan arsip yang memanfaatkan ribuan laporan berita, rekaman dan foto yang sebelumnya tidak dipublikasikan.

Lightboxsendiri merupakan perusahaan yang didirikan oleh Simon Chinn, pemenang dua buah piala Oscar untuk film Searching for Sugar Man dan Man on Wire, serta Jonathan Chinn, pemenang Primetime Emmy ganda untuk karyanya yang berjudul LA 92 dan American High.

"Meskipun kami menceritakan sebuah kisah yang telah diceritakan kembali berkali-kali, tujuan saya adalah membingkai ulang semua itu untuk audiens moderen dan membuatnya terasa segar dan relevan seperti sebelumnya," kata Ed Perkins, dikutip Tagar pada Selasa, 3 November 2020.

"Gagasan untuk mengambil pendekatan khusus arsip akan memungkinkan kami melibatkan penonton dalam narasi seolah-olah sedang diceritakan di masa sekarang," ujar dia.

Putri DianaPutri Diana alias Lady Di. (Foto: Instagram/lady.diana._)

Simon Chinn dan Jonathan Chinn mengatakan, mitos dan rumor seputar Putri Diana masih tetap kuat seperti sebelumnya. Keduanya ingin menampilkan potret jujur dari seorang wanita kompleks yang memiliki pengaruh luar biasa tak hanya pada monatki Inggris tapi juga masyarakat luas.

"Dengan melakukan itu, kami juga ingin memungkinkan penonton tidak hanya lebih memahami Diana, tetapi melalui ceritanya dapat memahami era yang membentuknya dan menghubungkan titik-titik antara dulu dan sekarang," kata Simon dan Jonathan.

Dibikin oleh sineas kaya pengalaman dan penghargaan, tiket film ini telah dijual oleh Altitude Film Sales dengan metode pra-jual kepada bioskop di berbagai wilayah, termasuk Benelux (Piece of Magic), Jerman dan Austria (Studio Hamburg), Italia (I Wonder Pictures).

Hingga kawasan Portugal (NOS Lusomundo Audiovisuais), Swiss ( Ascot Elite), Republik Ceko (AQS), Jepang (Tohokushinsha), Australia & Selandia Baru (Madman), Timur Tengah (Phars) dan Turki (Filmarti).

"Kehidupan Putri Diana adalah kisah global yang masih bergema dari generasi ke generasi saat ini," ujar Direktur Distribusi Altitude, Lia Devlin.

"Setelah bekerja sama dengan Lightbox sebelumnya, kami sangat menyadari kepedulian, tanggung jawab, dan perhatian yang mereka gunakan untuk mendekati pembuatan film mereka dan di samping pertimbangan Ed untuk ceritanya, kami menantikan 'Diana' sebagai film yang menarik dan jujur yang akan dianut oleh penonton di Inggris dan di seluruh dunia," kata dia. []

Berita terkait
Mengenang Putri Diana yang Meninggal 22 Tahun Lalu
Putri Diana banyak terlibat dalam berbagai kegiatan amal. Hari ini, 31 Agustus 2019, tepat 22 tahun Putri Diana meninggal dunia.
Nazia Hassan, 'Sweetheart' Berhati Emas, Putri Diananya-nya Pakistan
Nazia menghabiskan semua uang yang diperoleh dari musik untuk amal, membuka sekolah bagi anak jalanan, memberikan perawatan bagi anak jalanan yang bekerja.
Mengharukan, Melihat Foto Kebersaman Pangeran William dan Harry Bersama Putri Diana
Sungguh mengharukan melihat foto kebersamaan Pangeran William dan Pangerang Harry bersama ibunda tercintanya, mendiang Putri Diana. Kedua pangeran Inggris itu telah merilis foto koleksi pribadi saat-saat indah bersama ibunya untuk memperingati 20 tahun meninggalnya Putri Diana seperti dilansir USA Today, Selasa (25/7).
0
Upaya Kementerian PUPR Atasi Kekurangan Perumahan
Kementerian PUPR berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) dan mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni.