UNTUK INDONESIA
Fakta-fakta Bentrokan Dua Nagari di Tanah Datar
Konflik tapal batas wilayah diduga menjadi pemicu bentrok warga dua nagari di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.
Massa yang terlibat bentrokan dua nagari di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. (Foto: Tagar/Facebook Sumpur Batipuh Selatan)

Tanah Datar - Dua kelompok masyarakat di dua nagari di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terlibat bentrok, Kamis 5 Desember 2019.

Insiden yang melibatkan Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh dan Nagari Sumpur di Kecamatan Batipuh Selatan ini, diduga akibat pertikaian tapal batas wilayah.

Jalan di lokasi kejadian cukup sempit sempit dan hanya satu lajur. Ini menyulitkan anggota kami untuk melerai.

Berikut rangkuman fakta-fakta sebelum dan sesudah bentrokan terjadi yang berhasil dirangkum Tagar dari pihak kepolisian.

Sudah Rapat Bersama

Sebelum bentrokan, beberapa masyarakat dari tiga nagari telah menggelar rapat bersama membahas permasalahan tapal batas wilayah. Perwakilan yang hadir antara lain dari Nagari Sumpur, Malalo dan Padang Laweh.

Sementara, masyarakat dari Nagari Bungo Tanjuang tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

"Pagi hari sempat diadakan rapat di kantor Camat Batipuh Selatan terkait persoalan tapal batas. Namun salah satu pihak terkait dari Nagari Bungo Tanjung tidak hadir," kata Kapolres Padang Panjang, AKBP Sugeng Hariyadi saat dihubungi Tagar, Kamis 5 Desember 2019 malam.

Sugeng mengatakan rapat tersebut berlangsung hingga pukul 14.00 WIB. Tiba-tiba setelah rapat digelar, masyarakat dari Nagari Bungo Tanjuang diduga datang ke titik lokasi pertikaian dan memasang pancang tapal batas sepihak.

"Pancang itu dipasang di wilayah Nagari Sumpur. Sehingga masyarakat Nagari Sumpur protes," katanya.

Bentrokan Terjadi

Atas kejadian itu, massa dari kedua belah pihak pun bersiaga sejak pukul 16.00 WIB. Akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB, bentrokan pecah dan massa saling kejar dengan mengunakan senjata tajam.

"Jalan di lokasi kejadian cukup sempit sempit dan hanya satu lajur. Ini menyulitkan anggota kami untuk melerai atau mencegah bentrokan," katanya.

Mobil Diamuk Massa

Massa dari Nagari Bungo Tanjuang datang ke Nagari Sumpur menggunakan tiga unit mobil pick up. Sayangnya ketika bentrokan pecah, mobil tersebut ditinggal begitu saja di lokasi kejadian. Massa dari Nagari Sumpur pun melampiaskan kemarahannya dengan merusak mobil tersebut.

"Kendaraan sudah kami amankan ke Mapolres Padang Panjang. Ada tiga unit kendaraan," katanya.

Situasi Kondusif

Kapolres Padang Panjang mengklaim situasi di lokasi keributan sudah kondusif setelah bentrokan terjadi. Pihaknya mengerahkan puluhan personel berjaga-jaga di sekitar lokasi dan menenangkan masyarakat yang terlibat gaduh.

"Bentrokan tidak sampai malam, menjelang magrib sudah bubar kedua belah pihak. Bentrokan hanya setangah jam. Hanya kejar-kejaran, bukan bentrok kayak perang," katanya.

Namun akibat peristiwa itu, tiga warga dilarikan ke RSUD Padang Panjang karena mengalami luka-luka.

Mediasi di Mapolres

Usai massa bisa ditenangkan, Kapolres meminta kedua belah pihak bertemu di Mapolres Padang pada Jumat 6 Desember 2019. Hal ini untuk mencari jalan temu persoalan, sehingga tidak ada rentetan bentrok selanjutnya.

"Pertemuan itu melibatkan pihak terkait dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Hal ini untuk mencari jalan ke luar dari persoalan tapal batas wilayah tersebut," katanya.[]

Baca juga:


Berita terkait
Terpental dari Mobil, Pengedar Ganja di Sumbar Koma
Seorang pelaku pengedar 72 kilogram ganja yang diringkus di Pasaman, koma di RS Bhayangkara Polda Sumbar.
Bolos Sekolah, 15 Pelajar Padang Ditangkap Satpol PP
Belasan pelajar di Kota Padang, Sumatera Barat, ditangkap Satpol PP karena kedapatan membolos di jam belajar.
Delapan Wisata Padang Wajib Dikunjungi
Kota Padang, Sumatera Barat, memilik banyak objeks wisata. Paling populer tentu saja pesona pantai.
0
Pelaku Balap Liar di Makassar Digunduli
Tujuh pemuda pelaku balap liar yang tidak mentaati PSBB di Kota Makassar digunduli polisi.