UNTUK INDONESIA
Fakta atau Hoaks Minum Teh Sembuhkan Covid-19
Pesan berantai soal kandung teh dapat menyembuhkan Covid-19 beredar lewat WhatsApp.
Ilustrasi - Minuman teh. (Foto: Pixabay/Myriam Zilles)

Jakarta - Pesan berantai soal kandung teh dapat menyembuhkan Covid-19 beredar lewat aplikasi percakapan instan WhatsApp. Dalam pesan itu menyebutkan seseorang dokter di China bernama Li Wenliang menemukan seduhan teh panas yang mempunyai kandungan Methylxanthine, Theobromine, dan Theophylline yang dapat menangkal virus pada manusia. 

Li, dalam pesan itu, juga diklaim menyebut rumah sakit di China telah menyajikan teh panas kepada pasien tiga kali sehari.

Berikut narasinya pada pesan itu: 

"Breaking News dari Xinhua

* Dr. Li Wenliang *, Dokter pahlawan Tiongkok yang dihukum karena mengatakan yang sebenarnya tentang Virus Corona dan kemudian meninggal karena penyakit yang sama, telah mendokumentasikan kasusfile untuk tujuan penelitian dan dalam kasusfile mengusulkan penyembuhan yang secara signifikan akan mengurangi dampak COVID - 19 Virus pada tubuh manusia. 

Bahan kimia Methylxanthine, Theobromine dan Theophylline merangsang senyawa yang dapat menangkal virus ini pada manusia dengan minimal sistem kekebalan rata-rata. Apa yang lebih mengejutkan adalah bahwa kata-kata rumit Bahan Kimia yang begitu sulit bagi orang-orang di China untuk mengerti sebenarnya adalah Seduhan Teh Panas yg dikonsumsi oleh Orang China dan India.

YA, Teh reguler kami memiliki semua bahan kimia ini di dalamnya, Methylxanthine utama dalam teh adalah kafein stimulan, Methylxanthines lain yang ditemukan dalam teh adalah dua senyawa yang secara kimiawi serupa, Theobromine dan Theophilin. Pabrik teh secara otomatis telah menciptakan bahan kimia ini sebagai cara untuk mengusir serangga dan hewan lainnya. 

Siapa yang tahu bahwa salah satu solusi untuk virus ini adalah secangkir teh sederhana. dan itulah alasan mengapa begitu banyak pasien di China lebih cepat disembuhkan. Staf rumah sakit di Cina telah mulai menyajikan Teh Panas kepada pasien 3 kali sehari, Dan efeknya akhirnya di Wuhan "Pusat Pandemi ini" telah terkandung dan penularannya hampir berhenti.

Silakan bagikan pesan ini kepada teman dan keluarga Anda untuk membuat mereka mengetahui tentang berkah ini dalam bentuk TEH di dapur, Sesering mungkin minum Teh Panas, akan menolong Anda. 

@tadi beritanya juga ada di Indosiar" 

Benarkah teh dapat menyembuhkan Covid-19?

Cek Fakta

Dr Li Wenliang memang adalah seorang benar dokter di China yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan. Dia adalah dokter mata yang dianggap sebagai orang pertama mengeluarkan peringatan tentang wabah virus corona di kota Wuhan. 

Namun, berdasarkan penelusuran, tidak ada satu pun artikel yang menyebut Li Wenliang telah mengatakan senyawa kimia di dalam teh dapat melawan virus penyebab Covid-19. 

Mengacu pada laporan AFP, tidak ada bukti meminum teh dapat menyembukan orang dari Covid-19. 

Diretur Institut Penelitian Medis Sri Lanka Dr. Jayaruwan Bandara, dalam laporan itu, mengatakan teh mungkin dapat meningkatkan imunitas, tidak ada penelitian tentang manfaat meminum teh bagi pasien Covid-19. 

Pesan kabar bohong tersebut sebelumnya telah beredar di luar negeri dalam bahasa Inggris. Lantas, pesan itu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. 

Di sisi lain, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan belum ada vaksin dan obat khusus untuk mencegah atau mengobati coronavirus Covid-19. 

Namun, sejumlah vaksin dan obat sedang melalui tahapan pengujian klinis. 

WHO mengatakan cara paling efektif untuk melindungi diri dari Covid-19 adalah dengan sering menuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya satu meter dengan orang yang batuk atau bersin.[]

Berita terkait
Fakta atau Hoaks, COVID-19 Melayang 8 Jam di Udara
Beredar pesan di WhatsApp yang menyebut virus corona bersifat airborne atau melayang di udara selama delapan jam. Fakta atau hoaks?
Fakta atau Hoaks Vaksin Corona Sudah Ada di Pasaran
Dalam pesan berantai di WhatsApp memperlihatkan gambar yang diklaim sebagai vaksin Covid-19. Penampakan foto itu menjadi perbincangan warganet.
Hoaks atau Fakta, Obat Ibuprofen Perburuk Covid-19
Obat dengan kandungan ibuprofen menambah hidup virus penyebab Covid-19 beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Hoaks atau fakta?
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.