UNTUK INDONESIA

Duka Alumni SMK Pelayaran Padang di Sriwijaya Air SJ 182

Satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang di Kepulauan Seribu diketahui merupakan alumni SMK Pelayaran Padang. Dialah, Angga Fernando Afrion.
Petugas Basarnas melakukan pelayaran mengarungi laut mencari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang di Kepulauan Seribu, Minggu, 10 Januari 2021. (Foto: Tagar/Adek Berry/AFP Via Getty Images)

Jakarta - Satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di Kepulauan Seribu diketahui merupakan alumni SMK Pelayaran Padang, yakni Angga Fernando Afrion, 25 tahun. Mendapati kabar itu, kediaman korban di Kelurahan Sungai Sapih, Kota Padang ramai didatangi warga Sabtu, 9 Januari 2021 malam.

Menurut penuturan keluarga, Angga berniat kembali ke Kalimantan setelah mendampingi istrinya melahirkan putra pertama mereka di Jakarta

Angga, menikah pada Februari 2020 di Padang. Setelah menikah dia berangkat ke Jakarta sebab istrinya yang orang Pariaman berdomisili di sana.  

Setahun menikah, bayi laki-laki yang diberi nama Alvano Faeyza Alingga itu lahir pada 2 Januari 2021. Bergegaslah ayah muda tersebut terbang dari Pulau Kalimantan menuju ibukota Jakarta, tempat istrinya melahirkan. Sebab jantung hati yang ditunggu telah lahir ke dunia.

“Istri abang di Jakarta baru melahirkan. Karena itulah abang pulang untuk melihat anaknya. Abang minta cuti. Namun pada Jumat, 8 Januari 2021 kemarin, abang dapat telpon dari bosnya, yang minta abang balik (ke Kalimantan). Sebab ada masalah di kapal tempat abang bekerja,” kata Suci, adik sepupu Angga diwawancara wartawan, Sabtu 9 Januari 2021 malam.

Malam itu sebut Suci, Angga sempat menjalin komunikasi melalui vidio call dengan ibunya Afrida, 55 tahun dan ayahnya Oyon, 60 tahun.

Dia minta izin untuk kembali ke Kalimantan. Afrida melarang anak keduanya itu kembali ke Kalimantan, sebab dia sangat risau akan risiko bekerja di kapal.

Meski berat meninggalkan istri dan anak yang baru lahir namun karena rasa tanggung jawab, Angga berangkat juga ke Kalimantan, hingga peristiwa itu terjadi.

Sejak menikah dan menetap bersama istrinya di Jakarta, Angga disebut belum pernah pulang ke rumah orangtua di Padang, karena kesibukan dan kondisi wabah Covid-19. Jika rindu pada ayah ibu dan saudara, diobatinya lewat vidio call.

Peristiwa hilang kontaknya pesawat Sriwijaya diketahui keluarga Angga dari berita yang beredar. Mereka tahu Angga ada dalam pesawat itu. Tak tahu disebut rasa hati keluarga menerima kabar pilu itu.

Saat ini rumah orangtua Angga di Kelurahan Sungai Sapih, Kota Padang banyak didatangi warga. Dukungan semangat dan doa menggema agar Angga bisa selamat dalam peristiwa tersebut.

“Abang kan orang kapal, kalau memang pesawatnya jatuh abang bisa menyelamatkan diri di laut. Tolong doakan abang saya kak,” pinta Suci dikutip portal Top Satu.[]

Berita terkait
Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air Tiba di RS Kramat Jati
Satu kantong jenazah berhasil dibawa petugas dari Pelabuhan menuju RS Polri Kramat Jati. Keluarga korban Sriwijaya Air SJ 182 diminta datang.
Hari Ini, Posko Siap Menyambut Jenazah Korban Sriwijaya Air
Sejumlah persiapan mulai dikebut Posko Ante Mortem-DVI RS Polri untuk menyambut kedatangan jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
Fase Pertama Korban Pesawat Sriwijaya Air Diidentifikasi
Posko Ante Mortem Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah mengidentifikasi fase pertama korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh.
0
Telkomsel Dukung Komunikasi Tim Evakuasi Sriwijaya Air SJ182
Telkomsel memastikan kelancaran komunikasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat proses evakuasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.