Donald Trump Tunjuk Thomas Homan Jadi Penguasa Tertinggi untuk Awasi Deportasi Migran

Sebagai “penguasa tertinggi di perbatasan” penuhi janji kampanyenya mendeportasi sejumlah besar migran yang tidak miliki dokumen resmi
Thomas Homan, saat menjabat sebagai pelaksana tugas Direktur Imigrasi dan Bea Cukai AS, berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC, AS, 27/7/2017. (Foto: voaindonesia.com/AP/Alex Brandon)

TAGAR.id – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah menunjuk Thomas Homan, salah satu pejabat kepala imigrasi di masa pemerintahannya, untuk menjabat sebagai “penguasa tertinggi di perbatasan” guna memenuhi janji kampanyenya mendeportasi sejumlah besar migran yang tidak memiliki dokumen resmi, yang jumlahnya mungkin mencapai jutaan orang, kembali ke negara asal mereka. Ken Bredemeier melaporkannya untuk VOA.

Berbicara di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump pada Minggu (10/11/2024) sore mengatakan Homan yang berusia 62 tahun, akan bertanggung jawab atas perbatasan AS, baik perbatasan di selatan ke Meksiko, dan utara ke Kanada. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ragu Homan akan “melakukan pekerjaannya dengan luar biasa.”

“Saya sudah mengenal Tom sejak lama, dan tidak ada yang lebih mampu mengawasi dan mengendalikan perbatasan kita selain Homan,” demikian ditulis Trump.

Trump juga akan menunjuk Stephen Miller, seorang figur penganut kebijakan garis keras terkait perbatasan, sebagai deputi kepala staf untuk kebijakan, demikian dilaporkan media berita AS.

“Ini pilihan fantastis juga oleh presiden,” kata Wakil Presiden terpilih JD Vance tentang proyeksi bahwa Miller bergabung dengan pemerintahan Trump yang baru.

imigran di perbatasan AS dan MeksikoSeorang migran yang mencari suaka di Amerika Serikat diawasi oleh Garda Nasional Texas setelah menyeberangi Sungai Rio Grande, terlihat dari Ciudad Juárez, Negara Bagian Chihuahua, Meksiko, 5/6/2024. (Foto: voaindoneia.com/AFP)

Secara terpisah Trump mengangkat salah satu pendukung terkuatnya di Kongres, anggota DPR Elise Stefanik dari New York, untuk menjadi Duta Besar AS untuk PBB. Trump menyebut Stefanik sebagai seorang “pendekar Amerika First yang sangat kuat, tegas dan pandai.”

Stefanik, yang berusia 40 tahun, menjadi anggota DPR sejak tahun 2015 sebagai seorang moderat, tetapi kemudian menjadi seorang pembela Trump yang vokal.

Penunjukan Homan sebagai “penguasa tertinggi di perbatasan” tidak membutuhkan konfirmasi Senat. (jm/em)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Media Lokal di New York Dekatkan Imigran dengan Berita dan Sumber Daya
Toko roti itu setujui penyelesaian senilai 940.000 dolar AS untuk selesaikan klaim dari mantan karyawan dan karyawan aktif saat ini