Dirjen ATR/BPN Andi Tenrisau Paparkan Manfaat Aplikasi PTM

Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, Andi Tenrisau mengatakan Kementerian ATR/BPN meluncurkan aplikasi Pemberdayaan Tanah Masyarakat (PTM).
Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria Andi Tenrisau. (Foto: Tagar/Dok Kementerian ATR/BPN)

Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, Andi Tenrisau mengatakan Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Jenderal Penataan Agraria meluncurkan aplikasi Pemberdayaan Tanah Masyarakat (PTM).

"Aplikasi ini dapat mempermudah kolaborasi dengan kementerian/lembaga lainnya melalui sinkronisasi data aset dan akses pada aplikasi PTM secara baik dan akurat sehingga menjadi sumber data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Andi Tenrisau dalam keterangan, Jumat, 10 September 2021.


Aplikasi PTM memuat data tahapan PTM yang terdiri dari data sosial ekonomi pelaku usaha pendampingan akses permodalan dan bantuan lainnya kelembagaan sampai dengan diversifikasi usaha secara berkelanjutan.


Andi Tenrisau memaparkan 4 manfaat dari aplikasi PTM, yaitu.

  1. Meningkatkan efisiensi waktu koordinasi dan komunikasi substansi pekerjaan di bidang penataan agraria
  2. Meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan terkait PTM
  3. Memudahkan dalam monitoring kegiatan PTM di pusat maupun daerah karena terbentuknya manajemen data tunggal yang terjamin integritas dan keamanannya.
  4. Sebagai informasi lengkap terkait reforma agraria di mana pemberdayaan telah dilakukan terhadap masyarakat yang telah memiliki tanah baik yang sudah bersertifikat ataupun belum.

Lebih lanjut, Dirjen Penataan Agraria menjelaskan jika melalui aplikasi PTM ini, kementerian/lembaga yang memiliki kegiatan pemberdayaan dapat memasukkan data dan mendapatkan laporan dengan melakukan sinkronisasi pada lokasi yang sudah diberikan legalisasi aset maupun yang belum. 

"Aplikasi PTM memuat data tahapan PTM yang terdiri dari data sosial ekonomi pelaku usaha, pendampingan, akses permodalan dan bantuan lainnya, kelembagaan sampai dengan diversifikasi usaha secara berkelanjutan (3 tahun)," ucapnya.

Andi Tenrisau mengharapkan dengan adanya aplikasi PTM ini akan tercipta satu kesatuan aplikasi yang menjadi sumber informasi bagi para pihak yang membutuhkan atau para pemangku kepentingan lainnya dalam mengambil keputusan, perencanaan program, monitoring dan evaluasi program sesuai perkembangan zaman.

Pembangunan dan pengembangan aplikasi PTM sudah dilakukan sejak 2020 dengan pembangunan awal aplikasi berbasis website yang terintegrasi dengan KKP dan Dukcapil.

Selanjutnya di tahun 2021 dilakukan pengembangan tahap I dengan dilakukan pengembangan aplikasi yang ada berupa bugs fixing, penambahan fitur serta pembuatan aplikasi mobile dalam platform Android dan iOS. 

Pada tahun 2022, akan dilakukan pengembangan tahap II dengan dilakukannya pemutakhiran sistem dan fitur serta analisis kebutuhan platform dan sistem yang lebih luas. []

Berita terkait
Menteri ATR/BPN: Kunci Sukses Menjadi ASN Adalah Integritas
Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa kunci sukses menjadi ASN sama dengan profesi lainnya, yaitu integritas dan tak ada jalan pintas.
Sofyan Djalil Ingin Kementerian ATR/BPN Semakin Baik Layani Rakyat
Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil menyampaikan keinginannya, yakni Kementerian ATR/BPN dapat semkin baik melayani masyarakat apalagi di tengah C-19.
Kementerian ATR/BPN Dorong Percepatan Legalisasi Wilayah Pesisir
Kementerian ATR/BPN mendorong percepatan legalisasi aset wilayah pesisir dan kepulauan untuk Indonesia lebih maju dan sejahtera.
0
Dirjen ATR/BPN Andi Tenrisau Paparkan Manfaat Aplikasi PTM
Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, Andi Tenrisau mengatakan Kementerian ATR/BPN meluncurkan aplikasi Pemberdayaan Tanah Masyarakat (PTM).