UNTUK INDONESIA
Dia yang Remuk Hatinya Karena BJ Habibie
Banyak yang menjadikan BJ Habibie sebagai panutan. Apakah Anda satu di antaranya? Berikut ungkapan hati dia yang remuk hatinya.
Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie wafat. (Foto: Antara/Ardika)

Jakarta - Penulis populer Denny Siregar mengagumi Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie. Denny di laman Facebook-nya mengaku hatinya remuk.

"Gak nyangka. Perginya Habibie bisa membuat remuk hati. Bahkan untuk menulis pun susahnya setengah mati. Ternyata kehilangan salah satu panutan itu berat sekali," tulisnya, Rabu malam, 11 September 2019.

Denny di laman tersebut membuat catatan khusus untuk BJ Habibie. Berikut ungkapan hati Denny Siregar selengkapnya.

SELAMAT JALAN, RUDY

9 Maret 1962.

Saat itu malam hari raya Iedul Fitri.

Rudy - panggilan BJ Habibie - mengajak jalan Ainun. Ia ingin mengajaknya nonton bioskop, tapi sayang karena udara begitu cerah.

Akhirnya mereka berjalan kaki menyusuri sepanjang kampus ITB. Hati Rudy berdetak tidak karuan. Ada yang ingin ia sampaikan. Tapi ia begitu malu. Sampai terlintas dalam pikirannya, "Kalau tidak sekarang, kapan lagi?"

Lalu ia memberanikan diri bertanya, "Ainun, maaf. Saya tidak ingin mengganggu masa depanmu. Tapi, apakah kamu punya kawan dekat?"

Ainun, dengan detak jantung yang sama cepatnya, terdiam lama. Lalu ia menghadapkan tubuhnya ke arah Rudy sambil menjawab dengan lirih, "Tidak. Saya tidak punya kawan dekat."

Hati Rudy bersorak. Perasaan yang sudah lama dipendamnya mendapatkan jawaban. Sesudah malam itu, merekapun selalu bersama, saling berbincang dan saling menyatukan hati hingga menikah pada tahun yang sama.

Saat ini saya tidak takut lagi menunggu kematian, karena Ainun menunggu di sana.

Perjalanan hidup kedua manusia ini menjadi cerita romansa yang tidak ada habisnya. Mereka tidak pernah berjauhan. Tidak sedikitpun. Ainun selalu mengikuti ke mana Rudy pergi, sampai kekasihnya menjadi Presiden RI.

Tetapi janji itu putus sudah. Ainun harus pergi tanpa bisa meminta. Betapa hancurnya hati Rudy saat itu. Ia ingin menangis tapi suaranya tidak pernah keluar. Tubuhnya lunglai tanpa ia mampu menegakkan.

"Saat ini saya tidak takut lagi menunggu kematian, karena Ainun menunggu di sana." Perih hatinya menjadi suka cita. Ia menunggu hari-harinya dengan senyum kekasihnya yang selalu ada di setiap malam ketika rasa sepi membunuhnya.

Malam ini, Profesor Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie, dengan tersenyum menuju ke tempat hatinya berada. Ke tempat Ainun menunggunya dengan senyum yang tak pernah ada habisnya.

Ia berbahagia ketika seluruh bangsa menangis ditinggalkannya. Hati ini hancur seperti hancurnya Rudy ketika Ainun meninggalkannya.

Rudy dan Ainun, mereka bersama menari di alam yang berbeda. Mereka memang tidak terpisahkan.

Tidak akan pernah....

Denny Siregar

Penjelasan Thareq Habibie

Presiden ketiga Bacharuddin Jusuf (BJ) meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu, 11 September 2019.

Kabar meninggalnya Habibie, dijelaskan putra kedua Habibie, Thareq Kemal, yang menemani Habibie ketika menjalani perawatan.

"Sampai titik terakhir saya masih ada di situ tapi hari ini pada 11 September 2019, 18.05, Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, sudah meninggal," tutur Thareq.

Thareq menjelaskan Habibie meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Cardiac Intensive Care Unit, Paviliun Kartika sejak 1 September 2019.

"Karena sudah menua dan memakan usia. Kemarin saya katakan bahwa gagal jantung yang mengakibatkan penurunan itu, kalau memang organ-organ itu degenerasi melemah, menjadi tidak kuat lagi, maka tadi jam 18.05, jantungnya dengan sendiri menyerah," tuturnya.

Thareq tidak menyalahkan Tim Dokter Kepresidenan (TDK) atas meninggalnya Habibie. Karena, menurut dia TDK sudah melakukan yang terbaik.

"Tidak ada yang bisa dibuat apa-apa lagi, mohon doanya, terima kasih, mohon pengertian bahwa kami dalam keadaan berduka. Terima kasih, terima kasih banyak," ujarnya. []

Baca juga:

Berita terkait
BJ Habibie Dikenang Sebagai Sosok Egaliter dan Pemikir
Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharudin Jusuf Habibie dikenang sebagai pemimpin bangsa yang egaliter
Bunga Citra Lestari Sebut BJ Habibie Sosok Luar Biasa
Bunga Citra Lestari (BCL) menuturkan BJ Habibie adalah sosok pria yang luar biasa yang pernah dia kenal.
Reza Rahardian Melayat BJ Habibie Sambil Menangis
Satu di antara seratusan pelayat yang datang ke rumah duka BJ Habibie tampak seorang aktor Reza Rahardian.
0
BaraJP Apresiasi Program Promotif Kimia Farma
Ketua Bidang Mitigasi Bencana dan Kerelawanan Dewan Pengurus Pusat BaraJP dr Relly Reagen mengapresi kebijakan dari PT Kimia Farma Tbk.