UNTUK INDONESIA
Dhani-NU Bersitegang, Al Ghazali Unggah Foto Dirinya dengan Gus Dur
Al Ghazali anak Ahmad Dhani mengunggah dua foto berkaitan Gus Dur. Pesan apa yang ia ingin sampaikan?
Al, El, Dul, putra musisi Ahmad Dhani ketika masih kecil, berfoto bersama Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Ibu Negara Sinta Nuriyah. (Foto: Instagram/Al Ghazali7)

Jakarta, (Tagar 21/2/2019) - Ahmad Al Ghazali putra sulung Ahmad Dhani mengunggah dua foto berkaitan dengan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang juga kiai kharismatik dari Nahdlatul Ulama, cucu KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama.

Unggahan yang terasa berbeda di tengah bersitegang hubungan ayahnya dengan Nahdlatul Ulama. 

Ahmad Dhani saat ini dipenjara dan harus menjalani sidang di Surabaya untuk kasus tindak pidana pencemaran nama baik, kasus 'idiot' bersinggungan dengan Banser NU. 

Ahmad Dhani juga belum lama ini dengan video viralnya memperuncing hubungan buruknya dengan NU. Dalam video viral ini Dhani mengatakan NU bagian Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).

Tentu saja tuduhan Dhani itu membuat pengurus NU meradang. Ketua Umum PBNU Robikin Emhas mengatakan Dhani tidak paham sejarah, tidak mengerti NU. 

Al Ghazali Anak DhaniAl Ghazali putra sulung Ahmad Dhani berziarah ke makam Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: Instagram/Al Ghazali7)

Di tengah ketegangan ini Al Ghazali mengunggah dua foto. 

Pertama, foto dirinya ketika masih kecil bersama dua adiknya, El dan Dul, bersama Gus Dur dan istrinya, Sinta Nuriyah.

"Kenangan masa kecil bersama Bapak Presiden ke-4 RI Bapak KH Abdurrahman Wahid," tulis Al bersama unggahan foto tersebut.

Kedua, Al mengunggah foto dirinya sedang berdoa di samping makam Gus Dur.

"Hari ini saya berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid. Semoga amal ibadahnya di terima di sisi-Nya," tulis Al dalam unggahan Kamis (21/2). []

Baca juga:

Berita terkait
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.