Denny Siregar: Ganjar Pranowo Mengulang Kisah Jokowi

SBY dipecat Mega, SBY jadi presiden. Jokowi dihambat Taufik Kiemas, Jokowi jadi presiden. Ganjar dimusuhi Puan, malah jadi presiden? Denny Siregar.
Ganjar Pranowo dan Jokowi. (Foto: Tagar/Twitter @ganjarpranowo)

"Jokowi tidak akan jadi Capres!"

Begitu perkataan tegas Taufik Kiemas, tokoh besar PDIP pada tahun 2013. Pada saat itu Jokowi baru saja jadi Gubernur Jakarta dan muncul desas-desus bahwa dialah calon terkuat untuk menjadi Capres 2014, karena suara Megawati setiap survei selalu di bawah Prabowo.

Memang bukan sesuatu yang umum waktu itu, seorang kader partai jadi Capres, karena Capres itu wilayahnya ketua partai. Apalagi di PDIP, di mana seorang capres haruslah dari trah Soekarno. Jokowi bukan, dia hanya orang biasa yang ideologinya sangat Soekarno, bukan biologisnya.

Tapi mau bagaimanapun PDIP menghalangi Jokowi, namanya terus naik. Dalam setiap survei, nama Jokowi selalu unggul dibandingkan Prabowo. Ini yang bikin elite PDIP gelisah luar biasa. Seperti buah simalakama, enggak mencalonkan Jokowi bisa-bisa PDIP kalah, mencalonkan Jokowi terus bagaimana perasaan Bu Mega?

Untunglah pada detik-detik terakhir Bu Mega sangat rasional dan berbesar hati. Jokowi dicalonkan jadi Capres 2014 dan terbukti menang. Dua periode malah. PDIP akhirnya sadar, bahwa zaman sudah berubah. Orang melihat figur atau sosok, bukan lagi partai. Jokowi menyelamatkan PDIP dari kekalahan, seandainya mereka dulu memaksakan Megawati maju perang.

Situasi yang hampir mirip terjadi lagi.

Tiba-tiba terdengar kabar PDIP di bawah kendali Puan Maharani, mencoba menyingkirkan Ganjar Pranowo Gubernur Jateng dari kemungkinan menjadi Capres 2024. Ganjar tiba-tiba dimusuhi, bahkan tidak diundang di acara Puan di Jateng. Dalam surat undangan itu semua perwakilan dan kepala daerah di Jateng diundang ke acara, kecuali Gubernur.

Ada apa?


Jangan-jangan ketika Ganjar disingkirkan Puan, Ganjar malah yang jadi presiden?




"Ganjar terlalu ambisi jadi presiden," kata Bambang Pacul, ketua pemenangan PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jateng. Alasan lain yang lebih lucu dinyatakan Bambang, "Ganjar terlalu sering main medsos, bahkan mau saja diundang jadi host di YouTube."

Ini alasan kocak sebenarnya, lah kenapa memang kalau Gubernur menjalin komunikasi dengan rakyatnya lewat medsos? Ini kan memang zaman digital? Yang salah itu kalau seorang Gubernur gaptek enggak mengerti teknologi. PDIP langsung terasa jadoelnya dengan pernyataan itu. Berasa partai zaman purba di kalangan milenial yang hidupnya ada di internet.

Bambang Pacul seperti mengulang kesalahan Taufik Kiemas. Semakin dihalangi, malah nama Ganjar Pranowo semakin melejit. Sebelum diributkan saja, survei terakhir dari SMRC nama Ganjar ada di atas Prabowo dan Anies Baswedan. Nama Puan jauh di bawah. Halo, ini kenyataan pahit memang tapi harus ditelan. Puan belum laku dijual, jangan dipaksakan.

Tapi saya kok jadi senyum-senyum sendiri baca pola berulang yang hampir tidak disadari. Siapa pun yang digencet PDIP, ndilalah malah jadi presiden.

Bu Mega memecat SBY, SBY malah jadi presiden. Taufik Kiemas menghambat Jokowi, Jokowi malah jadi presiden.

Jangan-jangan ketika Ganjar disingkirkan Puan, Ganjar malah yang jadi presiden?

Kalau saya jadi pemimpin partai selain PDIP, saya sih senang Ganjar Pranowo dihajar di internalnya. Karena buat saya emas tetap emas meski dia dibuang ke tempat sampah. Lebih baik saya lamar dia, dan saya memposisikan diri jadi Cawapresnya. Biar PDIP nanti manyun karena enggak ada barang yang bagus untuk ditawarkan.

Takdir Tuhan enggak bisa ditentang manusia. Kalau Tuhan memang merencanakan seseorang jadi pemimpin, mau dibuang-buang juga tetap akan jadi.

Ada juga yang nafsu banget pengen jadi presiden. Uang ada. Nama ada. Kendaraan ada. Jaringan ada. Tapi berkali-kali nyapres, gagal maning gagal maning.

Ahhh jadi pengin seruput kopi.

*Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi dan Bukan Manusia Angka


Baca juga: 9 Survei Menunjukkan Ganjar Pranowo Unggul dari Puan Maharani





Berita terkait
Ganjar Pranowo Fokus Bekerja, Enggan Tanggapi Spekulasi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan saat ini fokus bekerja. Dia enggan membahas pernyataan kader PDIP Bambang Wuriyanto.
Paguyuban Joglo Semar Kasih Ganjar Pranowo Makanan Tradisional
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menerima bingkisan makanan tradisional dari Paguyuban Joglo Semar.
Opini: Ganjar Dizalimi, Ganjar Terbang Tinggi
Ganjar Pranowo makin dianggap dizalimi, elektabilitasnya akan makin terbang tinggi. Ganjar di antara kader terbaik PDIP. Seharusnya PDIP bangga.
0
Amerika Dibantu Denmark Memata-matai Merkel dan Sekutu Eropa
Sejumlah media Denmark dan Uni Eropa laporkan AS memata-matai beberapa politisi tertinggi Eropa, termasuk Kanselir Jerman, Angela Merkel