UNTUK INDONESIA
Demokrat Sebut Anies Nikmati Kerja Ahok Cegah Banjir
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menikmati hasil kinerja Ahok mencegah banjir.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kanan). (Foto: Tagar/Gemilang I/Instagram/basukibtp)

Jakarta - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menikmati hasil kinerja Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Joko Widodo, hingga Ali Sadikin dan gubernur-gubernur sebelumnya dalam mencegah banjir di Ibu Kota.

Bukan melihat cepat lambatnya surut dan luas wilayah genangan.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan banjir di Jakarta bukan diukur dari cepatnya genangan surut. Pemerintah daerah, kata dia, harus memandang munculnya titik baru dan ketinggian banjir anyar sebagai upaya yang harus ditanggulangi.

"Mengukur kinerja gubernur terkait banjir, yang harus dinilai itu adalah frekuensi terjadinya banjir dan ketinggian banjir," kicau Ferdinand lewat akun Twitternya, @FerdinandHaean2, Minggu, 1 Maret 2020.

Ferdinand mengatakan gubernur terdahulu telah melakukan upaya untuk mencegah banjir dengan pembuatan sistem drainase atau kanal sehingga kepala negara saat ini dapat menikmatinya.

"Bukan melihat cepat lambatnya surut dan luas wilayah genangan. Karena gubernur-gubernur yang lalu, sudah membangun drainase dan kanal, tentu gubernur sekarang menikmati kinerja itu," tulis politikus Demokrat tersebut.

Menurut data yang dihimpun Tagar, Jakarta ketika dipimpin Jokowi telah mencanangkan Bendung Sukamahi dan Ciawi guna mengantisipasi banjir yang kerap melanda Jakarta. Perencanaannya dilakukan bersama kepala daerah se-Jawa Barat ketika rapat di Bendung Katulampa, Bogor, 20 Januari 2014.

Sedangkan Ahok sempat mewacanakan sumur resapan untuk mengatasi masalah genangan dan banjir di Jakarta. Eks Bupati Belitung Timur itu menawarkan 'normalisasi' terhadap seluruh sungai dan waduk. Langkah itu diiringi dengan merelokasi warga yang ada di sekitar sungai, seperti wilayah Kampung Pulo.

Penanganan banjir 'normaliasi' dilakukan Ahok agar air sungai maupun waduk tidak meluap apabila hujan terus mengguyur. Pengerjaan itu dilakukan Pemrov DKI bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sementara di era gubernur ke-7 DKI Jakarta, Ali Sadikin mengantisipasi banjir dengan cara mengeruk muara-muara sungai, saluran, pemasangan instalasi pompa pembuangan air, serta membuat waduk penampungan air. []

Baca juga:

Berita terkait
Pansus Banjir Jakarta Dibentuk, Kursi PDIP Terbanyak
DPRD DKI resmi membentuk Pansus banjir yang melanda Jakarta. Kursi terbanyak Pansus dipegang Fraksi PDI Perjuangan (PDIP).
Anies Baswedan Membisu Ditanya Penanganan Banjir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diam seribu bahasa ketika ditanya penanganan banjir yang menerjang Ibu Kota.
Menteri Basuki: Penanganan Banjir Harus Terintegrasi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut penanganan banjir di Indonesia harus dilakukan secara terintegrasu berdasarkan satuan wilayah sungai.
0
Politisi PKB Sebut BBKSDA Sumut Melindungi Perusak Ekosistem
BBKSDA Sumatera Utara dituding melakukan pembiaran terhadap aktivitas perkebunan kelapa sawit yang merusak ekosistem.