Editor : Syaiful W Harahap
Personel TNI menyampaikan imbauan kepada massa pembawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, tepatnya di Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh, Kamis (25/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)
Danrem 011 Lilawangsa Kol Inf Ali Imran Imbau Agar Jangan Ada Pihak yang Manfaatkan Bantuan Sosial untuk Menipu Masyarakat Aceh Korban Bencana Alam
26 December 2025 | 8:31

TAGAR.id, Kota Lhokseumawe, Aceh – Sejak bencana alam banjir bandang landa Aceh, bantuan mulai berdatangan, baik dari pemerintah pusat dan sejumlah intansi maupun para dermawan dari berbagai penjuru di Tanah Air yang menyalurkan bantuan.

Namun, sangat disayangkan, seperti disampaikan oleh Danrem 011/Lilawangsa, Aceh, Kol Inf Ali Imran, ada pihak maupun kelompok yang memanfaatkan bencana. Mirisnya lagi, kelompok ini dengan dalil mengirim bantuan ke pengungsi terdampak bencana. Anehnya, mengapa mereka membawa bendera separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM)?

“Kasihan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam banjir longsor, Adakah hati nurani kelompok pendukung sparatis ini?”

“Tujuan kelompok ini tidak lain, agar bisa mengklaim untuk menggiring warga yang sedang dilanda bencana. Bahwa bantuan itu dari GAM, padahal sejak terjadi bencana, pemerintah pusat dan para dermawan baik dari Aceh, bahkan dari luar daerah Aceh silih berganti berdatangan membawa bantuan kemanusiaan,” ungkap Danrem Kol Inf Ali Imran.

Personel TNI menyampaikan imbauan kepada massa pembawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, tepatnya di Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh, Kamis (25/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

Danrem menegaskan, TNI tidak pernah melarang siapapun datang ke Aceh. Khususnya dermawan membawa bantuan untuk warga Aceh yang tengah terdampak bencana.

Artikel Asli