TAGAR.id, Aceh Tamiang, Aceh - Infrastruktur vital kini berdiri kokoh di pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Jembatan Gantung Perintis Garuda resmi menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kab Aceh Tamiang, Prov Aceh, setelah puluhan tahun warga setempat mendambakan akses yang layak.
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menyatakan bahwa jembatan sepanjang 240 meter ini merupakan jembatan gantung terpanjang di seluruh Indonesia. Pembangunannya merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto pasca bencana banjir di Aceh.
"Di daerah ini puluhan tahun belum ada akses jembatan. Jembatan ini memiliki panjang 240 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram. Ini adalah solusi nyata bagi keselamatan dan ekonomi rakyat," ujar Brigjen Ali Imran (19/5/2026).
Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, bersama rombongan menyeberangi Jembatan Gantung Perintis Garuda sepanjang 240 meter penghubung Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai di pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang(19/5/2026). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung).
Sebelum ada jembatan ini, warga dan anak sekolah harus menggunakan perahu kayu atau menempuh jalur darat memutar selama satu hingga dua jam. Kini, mobilitas antar desa hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.
Lutvia Monisa, 12 tahun, seorang siswa SD MIN 7 Aceh Tamiang, mengungkapkan rasa syukurnya. "Sekarang ke sekolah lebih mudah, tidak perlu naik boat lagi. Terima kasih TNI dan Pak Presiden sudah membangun jembatan untuk kami," ungkapnya haru.
Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, bersama siswa SD MIN 7 Bandar Baru, Aceh Tamiang, berfose di atas Jembatan Gantung Perintis Garuda menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai di pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang (19/5/2026). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung).Pembangunan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto melalui TNI Angkatan Darat sebagai solusi bagi warga yang selama puluhan tahun terisolasi dan harus bertaruh nyawa menggunakan perahu kayu atau memutar jalan hingga dua jam perjalanan.
Pemulihan pasca bencana di Provinsi Aceh, di jajaran Korem 011/Lilawangsa yang menargetkan 252 titik jembatan. Hingga saat ini, 108 jembatan telah rampung 100 persen, mencakup jenis jembatan Bailey, Aramco, jembatan gantung, hingga jembatan beton. Sisanya masih dalam proses pengerjaan dan perencanaan demi memastikan seluruh pelosok Aceh terkoneksi dengan baik. (Laung). []