UNTUK INDONESIA
Dandim Tapsel: Jiwa Pancasila Kaum Muda Mulai Luntur
Dandim 0212/Tapanuli Selatan di Kota Padangsidempuan, ingatkan soal jiwa Pancasila di kalangan kaum muda mulai luntur.
Guru Besar Universitas Indonesia yang juga Direktur Klinik Pancasila, Prof Dr Dodi Susanto bersama Dandim 0212/Tapanuli Selatan, Letkol Inf. Akbar Nofrizal Yusananto saat menghadiri apel Batara. (Foto: Tagar/Andi Nasution)

Padangsidempuan - Dandim 0212/Tapanuli Selatan, Letkol Inf Akbar Nofrizal Yusananto dalam apel Batara atau Bimbingan Arahan Tangkal Aksi Radikalisme Anarkis di Lapangan SMKN 2 Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara, mengatakan jiwa Pancasila di kalangan generasi muda, pelajar dan lainnya terindikasi sudah mulai luntur dari kehidupan sehari-hari.

Indikasinya antara lain ditandai dengan banyaknya generasi muda yang terlibat narkoba, pergaulan bebas, hilangnya respek dan hormat terhadap guru dan gaya hidup yang hedonis.

"Pancasila itu ada lima sila. Dalam kehidupan sehari-hari, kita hanya perlu kembali mengimplementasikan lima sila ini. Dengan begitu akan kembali menumbuhkan dan menghidupkan jiwa Pancasila dalam diri kita," ujarnya.

Letkol Akbar juga mengajak seluruh komponen termaksud pelajar untuk menjadi pelopor dalam menangkal radikalisme anarkis terkhusus di Kota Padangsidempuan.

"Pemuda dan pelajarlah yang sekarang menjadi ujung tombak kita dalam menyampaikan dan menumbuhkan kembali jiwa dan semangat Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau sesama kita saling mencaci, saling merendahkan lantas dimana kita tempatkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Dan antara kita saling mencurigai, saling menjaga jarak antar golongan, bagaimana kita memahami persatuan Indonesia. Untuk itu, mari kita intropeksi diri kita kembali dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata Dandim.

Gegap-gempitakan persatuan Indonesia agar warna Pancasila bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia

Guru Besar Universitas Indonesia yang juga Direktur Klinik Pancasila, Prof Dr Dodi Susanto menyebutkan, dalam memandang ideologi Pancasila, generasi milenial dan masyarakat Kota Padangsidempuan memiliki sebuah keberuntungan.

"Generasi zaman now punya keberuntungan, yaitu mereka punya good knowledge, punya pengetahuan yang baik dan itu juga harus dirasakan masyarakat Kota Padangasidempuan," katanya.

Dia mengatakan, unsur pembinaan menjadi kerja yang tidak bisa berhenti untuk menyampaikan arahan bimbingan yang tidak keluar jalur khususnya pedoman Pancasila, semua kehidupan yang bermasyarakat, bertetangga dan bernegara harus dan wajib berlandasan Pancasila, dan itu tidak bisa ditawar lagi.

Menurutnya, generasi milenial itu good news karena dia pewaris zaman, pewaris bangsa. Tapi bad newsnya terpapar oleh ideologi-ideologi yang merusak dan mengancam Pancasila sehingga kita sebagai tokoh bangsa harus memberikan imunitas itu kepada regenerasi penerus bangsa.

"Ini penting, pada sila ke tiga harus menjadi kata kerja. Gegap- gempitakan persatuan Indonesia agar warna Pancasila bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia termaksud di Kota Padangsidempuan dan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel)," tuturnya. []

Berita terkait
Wali Kota Sidempuan Dituduh Ikut Rambah Hutan Tapsel
Massa dari Aliansi Gerakan Mahasiswa Elemen Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan menggelar aksi di Kantor Wali Kota Padangsidempuan.
Razia Dadakan di Lapas Salambue Padangsidempuan
Polisi dan petugas Lapas Kelas IIB Salambue, Kota Padangsidempuan, razia dadakan di ruang tahanan narkoba.
Pemprov Sumut Gagal Bantu DPRD Sidempuan Bentuk AKD
Persoalan alat kelengkapan dewan atau AKD DPRD Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara, masih terus bergulir.
0
Laki-laki Heteroseksual Jadi Penyebar AIDS d Aceh
Beberapa daerah mengaitkan LGBT dalam penyebaran HIV/AIDS, padahal yang potensial menyebarkan HIV/AIDS di Aceh justru laki-laki heteroseksual