UNTUK INDONESIA
Curhatan Sandiaga Uno Setelah Gagal Pilpres 2019
Sandiaga Uno mencurahkan perasaannya di forum terbuka di ILC pada Rabu 31 Juli 2019, apalagi pasca Pilpres 2019.
Sandiaga Uno (Foto: Facebook Sandiaga Uno).

Jakarta - Sandiaga Uno mencurahkan perasaannya di forum terbuka di Indonesia Lawyers Club (ILC), Rabu, 31 Juli 2019. Apalagi pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, perhatian masyarakat tertuju pada pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga.

Setelah kekalahan di Pilpres 2019, Prabowo selalu tampil seorang diri dalam kegiatan-kegiatan politik. Saat rekonsiliasi Prabowo dengan Joko Widodo (Jokowi) di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) beberapa waktu lalu, Sandiaga tidak tampak dalam pertemuan itu.

Dari situ pasti akan muncul pertanyaan, ke manakah Sandiaga? Dan kenapa ditinggal oleh Partai Gerindra dalam kegiatan politik.

Sandiaga dihadapan masyarakat seakan menjawab pertanyaan yang pernah terbesit di pikiran semua kalangan. Dia mengatakan komunikasi dengan Prabowo selalu terjalin, terkhusus saat rekonsiliasi bersama Jokowi yang lalu.

Alangkah bermartabatnya kalau itu bisa diperankan oleh kemaren yang belum terpilih.

"Jujur setiap setiap langkah prabowo kita selalu berkonsultasi. Malam itu saya kebetulan baru kembali ke Indonesia, Pak Prabowo telepon, kita berkomunikasi dan Prabowo menyampaikan bahwa akan ada pertemuan dan pertemuan itu memang tinggal menunggu waktu." kata Sandiaga Uno saat menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Rabu, 31 Juli 2019.

Meskipun Sandiaga tak dilibatkan oleh Prabowo dalam pertemuan dengan Jokowi, dia mengakui Prabowo selalu tetap menjaga hubungan baik dengan dirinya.

"Jadi saya memang tidak dilibatkan di pertemuan itu. Dan menurut saya pak Prabowo sangat terbuka, Prabowo menghargai posisi saya," ucap Sandi.

Menurut dia, pertemuan itu dinilai positif oleh masyarakat, baik para pendukung Prabowo maupun pendukung Jokowi dan masyarakat secara luas.

Meskipun telah kalah dalam pertarungan Pilpres 2019, Sandiaga berpandangan semua masyarakat selalu dapat memberikan dukungan dan dorongan kepada pemerintah dalam membangun bangsa dan negara menjadi lebih baik ke depannya.

Sandi berpendapat tentunya akan ada elemen masyarakat, elit politik yang berada di luar pemerintahan untuk memberikan masukan suatu input yang kritis dan konstruktif.

"Alangkah bermartabatnya kalau itu bisa diperankan oleh kemaren yang belum terpilih," ujarnya.

Kesempatan untuk membentuk kabinet dan belum terpilih mestinya baik dari pendukung Jokowi maupun pendukung Prabowo, dengan menempatkan diri di luar pemerintahan untuk memberikan koreksi yang positif, konstruktif dan bersahabat.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin memperhatikan gerak Sandiaga di politik Indonesia sekarang ini, terutama sepak terjangnya di dunia perpolitikan. Apalagi, Sandiaga sudah tidak menjadi bagian dari Partai Gerindra saat memutuskan maju di Pilpres 2019.

Ujang mengatakan, karier politik Sandiaga masih akan terlihat moncer. Karena nama Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memang sudah banyak dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Secara politik Sandi sudah memiliki investasi politik untuk ke depan. Namanya sudah populer dan sudah turun menyapa rakyat di seluruh Indonesia," ucap Ujang kepada Tagar, Kamis, 1 Agustus 2019.

Menurut dia, jika Sandiaga bukan lagi bagian dari partai besutan Prabowo, bukan penghalang bagi suami Nur Asia itu untuk mengembangkan karier politik.

"Sandi ini kan pengusaha kaya. Jika Gerindra tak lagi bersahabat dengan dirinya. Dia bisa pindah partai. Pasti banyak partai yang ingin meminangnya," ujar dia.

Dia mengakui karier politik Sandiaga akan terbilang cemerlang. Bahkan untuk maju menjadi kepala daerah kedepannya, kredibilitas Sandi juga tak bisa dipandang sebelah mata.

"Tak akan mati. Jalan terus karena punya uang. Partai pun banyak yang melirik," ucapnya.

Begitu juga dengan pandangan Pengamat Politik dari Universitas Paramadhina, Hendri Satrio yang juga menyebutkan karier politik Sandiaga tidak akan meredup.

"Kalau dengan Gerindra memang dia sudah mundur sejak mencalonkan dari jadi wakil presiden. Jadi karier politik Sandiaga sih masih ada, masih berpeluang menciptakan panggung baru. Bahkan panggung yang lebih gemerlap dari 2019," kata Hendri Satrio kepada Tagar, Kamis, 1 Agustus 2019.

Kata Hendri, masih banyak partai politik yang nantinya akan meminang Sandiaga untuk maju dalam panggung politik Indonesia.

"Lagi pula kan ada partai politik yang terbuka terhadap dirinya (Sandiaga), yaitu PKS, PAN. Walaupun masih informa," ujarnya.

Menurut dia, peluang Sandi menjadi kepala daerah juga masih terbuka lebar. Bahkan namanya juga pastinya akan diperhitungkan di dunia politik sekarang ini.

"Masih, modal sosialnya kan ada dan besar," kata dia. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Sistem Pilkada oleh DPRD Perlu Kajian Mendalam
Pengamat Politik Karyono Wibowo menyebut sistem Pilkada pernah diubah dan dikembalikan ke DPRD, namun dibatalkan oleh Presiden ke-6 SBY.