UNTUK INDONESIA
Curhat yang Berbuah Petaka Siswi SMK di Purworejo
Siswi SMK di Purworejo disetubuhi pria yang baru dikenalnya. Petaka itu bermula dari curhat.
Tersangka kejahatan seksual terhadap siswi SMK di Purworejo diperlihatkan ke awak media, Rabu, 19 Februari 2020. (Foto: Polres Purworejo)

Purworejo - DL, 19 tahun, siswi sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mendapat perlakuan tak senonoh dari pria yang baru dikenalnya. Petaka bermula dari curahan hati (curhat) sang gadis ke tersangka bernama Waluyo, 43 tahun, warga Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung itu.

Kejadian berawal saat korban tak sengaja bertemu dengan Waluyo, Rabu sore, 12 Februari 2020 lalu. Korban diketahui usai pulang sekolah dan tengah menunggu angkutan umum untuk menuju rumahnya. 

"Awalnya siswi ini pulang sekolah sudah sore, mau nunggu angkot tapi nggak dapat-dapat. Terus ketemu sama seseorang (pelaku)," kata Kepala Polres Purworejo Ajun Komisaris Besar Rizal Marito melalui Kepala Sub Bagian Humas Inspektur Satu Siti Komariyah, Rabu, 19 Februari 2020.

Siti menjelaskan meski baru pertama kali bertemu, namun korban sama sekali tidak menaruh curiga terhadap Waluyo. Bahkan kepada pria berstatus duda tersebut ia sempat curhat soal kondisi ibunya yang tengah sakit. Mereka berdua kemudian mengobrol hingga malam hari.

Kalau curhat jangan dengan orang yang baru dikenal, bisa dengan teman dekat atau guru. 

Keduanya makin akrab dan mulai muncul nafsu dari Waluyo. Terlebih ia tidak pernah mendapat belaian wanita usai dua kali bercerai. DL sempat diajak jalan hingga Alun-alun Purworejo, kemudian makan bakso dan berjalan lagi sampai tiba di SPBU Suronegaran. 

"Setelah minum air itu, korban jadi tidak sadar. Apa yang dikatakan laki-laki itu, dia menurut terus," tutur Siti.Di tempat itu, Waluyo membeli air mineral yang kemudian diminumkan ke korban. "Setelah minum air itu, korban jadi tidak sadar. Apa yang dikatakan laki-laki itu, dia menurut terus," tutur Siti.

Selepas dari SPBU, keduanya melanjutkan jalan-jalan hingga tiba di Jembatan Sejiwan, Kecamatan Loano. "Mereka kemudian turun ke bawah jembatan. Korban yang dalam kondisi tidak berdaya, tidak sadar, kemudian diperkosa oleh pelaku beralaskan sarung miliknya," urai Siti.

Korban masih tidak menyadari ketika dirinya diperkosa. Dia mulai mendapatkan kesadaran ketika diajak beristirahat di sebuah masjid tak jauh dari lokasi perbuatan tak senonoh yang menimpanya.

"Saat itu korban sadar dan mulai bingung. Lalu ada seseorang di masjid, kemudian korban minta diselamatkan. Akhirnya laporan ke polsek setempat," katanya.

Waluyo langsung dibekuk polisi saat masih tidur di masjid. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh harian lepas itu kemudian digelandang ke Mapolres Purworejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat diperiksa, pelaku mengaku tidak memberikan obat atau ramuan apapun di minuman yang ia berikan ke DL . "Ditanya dukun, dia jawab bukan. Motifnya ya nafsu ini, karena sudah tua. Dia juga tidak ingin memiliki barang atau apa-apa milik korban, hanya nafsu," tutur Siti.

Dari tangan Waluyo, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya tas kulit selempang, sarung, satu botol air mineral serta beberapa potong pakaian milik korban. Ia disangka melanggar pasal 286 KUHP tentang bersetubuh dengan perempuan yang bukan istrinya. Ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

"Dengan kejadian ini, kami berpesan kepada masyarakat, kalau punya anak perempuan diminta jangan mudah percaya dengan seseorang yang baru dilihat dan baru ketemu. Kalau curhat jangan dengan orang yang baru dikenal, bisa dengan teman dekat atau guru," ucap dia. []

Baca juga: 

Berita terkait
Siswi SMP Sulbar Disetubuhi Sekeluarga Hingga Hamil
Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) inisial LL, di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi korban perkosaan oleh satu keluarga.
Siswi SMP di Palopo Disetubuhi Pria Pengangguran
Remaja di Kota Palopo ditahan karena menyetubuhi anak di bawah umur.
Ultimatum Nadiem Terhadap Pelaku Pelecehan Seksual
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menegaskan pelaku yang terbukti melakukan pelecehan seksual di dunia pendidikan harus langsung dikeluarkan.
0
Mantan Napi Berulah, Curi Tiga Tabung LPG di Kediri
Sebelumnya pelaku pernah menjadi warga binaan Lapas Nganjuk karena kasus penipuan pada tahun 2019 dan kembali melakukan tindak kejahatan di Kediri.