UNTUK INDONESIA

China Luncurkan Satelit Uji Coba 6G, Segini Kecepatannya

6G ini akan banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari komunikasi, telemedicine, hingga keamanan nasional.
Satelit 6G China. (Foto: Tagar/BBC)

Jakarta - China melalui lembaga National Science Foundation (NSF), secara diam-diam meluncurkan satelit uji coba 6G pertama di dunia ke luar angkasa. Satelit yang diberi nama Star Era-12 ini punya pita frekuensi yang sangat tinggi sehingga harus diuji coba di luar angkasa agar sinyal tidak mudah hilang seperti di udara. 

Melansir laman New York Post, Senin, 16 November 2020, Thyagarajan Nandagopal dari National Science Foundation (NSF) mengatakan bahwa kecepatan pita 6G ini berada di kisaran 100 hingga 500 Gigahertz, atau 100 kali lebih cepat dari 5G. Kecepatan tersebut bergantung pada operator yang digunakan. 

Kehadiran 6G ini kemungkinan dapat mendatangkan banyak produk dan layanan baru yang bisa meningkatkan perokonomian global. Menurut kepala Northeastern University’s Institute for the Wireless Internet of Things, Profesor Tommaso Melodia, 6G ini akan banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari komunikasi, telemedicine, hingga keamanan nasional. 

Kehadiran konektivitas generasi terbaru memang sangat berdampak untuk sejumlah sektor di dunia. Misalnya saat 5G diluncurkan, teknologi ini mampu membawa Uber, Instacart, dan Netflix semakin berkembang, yang mampu membawa peningkatan bagi perokonomian global. 

Begitu pun dengan 6G ini, misalnya perangkat iPhone yang berkonektivitas 6G dapat mengunduh film beresolusi tinggi dalam waktu 8 detik, serta 1.500 foto beresolusi tinggi yang dapat diunduh dalam waktu 1 menit saja. 

Bahkan Seorang ahli bedah di New York mengatakan bahwa 6G ini dapat digunakan untuk teknologi robotik yang bisa membantu proses operasi pasien di California. Selain itu robot ini juga dapat bekerja mencari tentara terluka yang tertinggal di medan perang. 

"Kesannya, kita memang sangat bersemangat atas kehadiran teknologi seperti kecerdasan buatan dan kemajuan perangkat lunak seperti Cloud. Tak bisa dipungkiri bahwa selama masa pandemi ini, perekonomian kita sangat bergantung pada penelitian komunikasi, kita tidak bisa menganggap remeh itu," kata Melodia kepada The Post

Pakar urusan global NYU, Pano Yannakogeorgos, memberikan pernyataan bahwa saat ini China mungkin belum menjadi pemenang dari permainan 6G. Namun, dengan peluncuran satelit 6G ini, negeri tirai bambu bisa menjadi pembawa standar 6G, sepertinya halnya untuk 5G. 

Yannakogeorgos juga khawatir jika Tiongkok tetap memimpin perkembangan standar 6G, maka AS dan Eropa bisa saja akan membawa kemunduran dunia dengan pembentukan standar mereka sendiri. Sebagai contoh saat pengembangan pertama 3G, perangkat AS tidak akan berfungsi di luar negeri karena standar yang berbeda, begitupun sebaliknya. 

"Siapa yang bisa mengontrol jaringan, dia akan juga akan mengontrol dunia. Perbedaan standar ini layaknya Anda membawa laptop ke Eropa dan harus membeli adaptor untuk bisa digunakan," katanya.[]

Berita terkait
Samsung Berencana Kembangkan Jaringan 6G
Samsung telah meluncurkan R&D teknologi 6G dan berkomitmen untuk memimpin standarisasi 6G.
Vivo Bentuk Tim untuk Pengembangan 6G di China
Produsen ponsel pintar asal China, Vivo mengumumkan telah membentuk tim penelitian dan pengembangan konektivitas jaringan keenam atau 6G di China.
Jepang Terapkan Jaringan 6G pada 2030
Pemerintah Jepang akan menerapkan 6G atau jaringan keenam pada 2030. Segala infrastrukturnya telah dipersiapkan dari sekarang.
0
Tanpa 20 Pemain dan Mancini, Italia Taklukkan Polandia
Italia kehilangan 20 pemain karena cedera atau terpapar Covid-19, termasuk pelatih Roberto Mancini, saat lawan Polandia. Namun Italia bisa menang.