China Kirim 3 Kapal Bantu Evakuasi KRI Nanggala 402

China mengirimkan tiga kapal untuk membantu evakuasi kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, yang tenggelam di perairan utara Bali
Personel TNI AL terlihat berada di kapal selam KRI Nanggala 402 saat tiba di Surabaya, Jawa Timur, 6 Februari 2012 (Foto: voaindonesia.com - M Risyal Hidayat/Antara via REUTERS)

Jakarta – Asisten Perencanaan dan Anggaran (V) (Asrena) Kasal Laksda TNI Muhammad Ali mengatakan dua kapal bantuan dari China telah tiba di perairan Bali untuk membantu evakuasi KRI Nanggala 402. Sasmito Madrim melaporkannya untuk voaindonesia.com.

Dua kapal ini akan bekerja sama dengan kapal milik Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) yang juga sudah berada di lokasi. Sementara satu kapal China lainnya masih sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.

asrena kasalAsisten Perencanaan dan Anggaran (V) (Asrena) Kasal, Laksda TNI Muhammad Ali, saat konferensi pers di Jakarta, 4 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com - dalam tangkapan layar)

"Dari China ada kapal survei dan dilengkapi oleh kapal selam mini. Ini bisa sampai kedalaman 1.000 meter lebih, di Laut Bali tenggelamnya (KRI Nanggala 402) sampai pada kedalaman 838 meter," jelas Muhammad Ali dalam konferensi pers di Jakarta, 4 Mei 2021.

Ali menambahkan bahwa kapal SKK Migas memiliki kemampuan memasang pipa-pipa bawah laut dan bisa mengangkut barang yang cukup berat. Kendati demikian, ia menjelaskan TNI AL masih kesulitan mengangkut bangkai KRI Nanggala 402 dari dasar laut. Menurutnya dibutuhkan tangan manusia atau robot untuk menempelkan kaitan agar bisa mengangkat bangkai kapal.

"Sampai saat ini hanya bagian kecil saja yang bisa diangkat, namun untuk bagian besar belum," tambah Ali.

Kata Ali, pihaknya belum dapat menentukan batas waktu untuk proses evakuasi KRI Nanggala 402 karena akan bergantung pada situasi di lapangan. Sejumlah kapal lain seperti KRI Rigel dan KRI Soputan juga disiapkan TNI AL selama proses evakuasi. Di samping itu, TNI AL dan kapal China juga sudah menyiapkan penyelam dari beberapa kesatuan untuk kegiatan ini.

Personel militer menayangkan videoPersonel militer menayangkan video yang diyakini sebagai kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 yang tenggelam saat jumpa pers di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, 25 April 2021. (Foto: voaindonesia.com - Antara/Fikri Yusuf via REUTERS)

Kapal selam KRI Nanggala 402 buatan Jerman hilang kontak dan telah dinyatakan tenggelam saat melakukan latihan torpedo di perairan sebelah utara Pulau Bali pada Rabu pagi, 21 April 2021. Kapal ini membawa 53 awak yang terdiri dari 49 anak buah kapal, satu komandan dan tiga orang arsenal.

Menurut situs web Sekretariat Kabinet Indonesia, KRI Nanggala 402 yang berbobot 1.395 ton dibangun di Jerman pada 1978. Kapal itu menjalani perbaikan selama dua tahun di Korea Selatan yang tuntas pada tahun 2012 (sm/ft)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Apakah Arus Bawah Laut Penyebab KRI Nanggala-402 Tenggelam
Seperti apa arus bawah laut di perairan Bali yang disebut-sebut penyebab kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, tenggelam
Jokowi Janji Bangun Rumah untuk Keluarga Awak Nanggala 402
Presiden Joko Widodo akan membangun rumah untuk keluarga awak kapal selam TNI AL KRI Nanggala 402 yang hilang 21 April 2021
AL Jerman Gelar Upacara Penghormatan Awak KRI Nanggala-402
Sebagai ungkapan duka, Asosiasi Kapal Selam VDU dan Angkatan Laut Jerman gelar upacara penghormatan bagi 53 kru KRI Nanggala-402
0
China Kirim 3 Kapal Bantu Evakuasi KRI Nanggala 402
China mengirimkan tiga kapal untuk membantu evakuasi kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, yang tenggelam di perairan utara Bali