UNTUK INDONESIA
Cegah Kabur ke Barca, PSG Bakal Naikkan Gaji Neymar
Paris Saint-Germain berupaya mempertahankan pemain depan Neymar yang diincar Barcelona. PSG pun berencana menaikkan gaji Neymar di kontrak barunya.
Paris Saint-Germain berupaya mempertahankan pemain depan Neymar (tengah) yang diincar Barcelona. PSG berencana menaikkan gaji Neymar di kontrak barunya. (Foto: psg.fr)

Jakarta - Paris Saint-Germain berupaya mempertahankan pemain andalan Neymar yang diincar Barcelona. Klub pun siap menaikkan gajinya saat menyodorkan kontrak baru kepada Neymar agar dia tidak kabur ke Spanyol. 

Barca tetap berusaha membawa kembali Neymar. Persoalannya harga tinggi yang diminta PSG membuat La Blaugrana harus berpikir ulang bila ingin merekrutnya.

Meski demikian, Barca tetap berusaha melakuan negosiasi dengan menawarkan sejumlah pemain kepada PSG. Belum ada kepastian apakah mereka menerima tawaran tersebut. 

Dia ingin ada pemain terbaik di sisinya karena itu bisa menjadikan klub memenangi banyak trofi

PSG memang sudah siap melepas Neymar bila ada kecocokan harga. Namun klub Ligue 1 Prancis ini juga berupaya mempertahankan pemainnya dengan memperbarui kontrak dia.

Menurut Daily Star, PSG sudah menyodorkan perpanjangan kontrak kepada pemain tim nasional Brasil ini. Kontrak baru itu menjadikan Neymar bertahan di PSG sampai 2025 sehingga bisa mencegah dia kabur ke Barca. Tak hanya itu, gajinya dinaikkan menjadi 38 juta euro atau Rp 638 miliar setiap tahun. 

Dengan gaji lebih dari setengah triliun rupiah, Neymar masih menduduki peringkat 3 sebagai pemain dengan gaji tertinggi di dunia. Dia masih kalah dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Meski PSG berusaha membentengi aset terbaiknya, namun Barca menolak menyerah mendatangkan Neymar. Terutama setelah mereka yang menggantikan posisinya gagal menunjukkan performa maksimal. 

Barca merekrut Philippe Coutinho dari Liverpool yang diharapkan bisa memperkuat sektor depan. Selanjutnya, Ousmane Dembele dan terakhir Antoine Griezmann. Namun Coutinho gagal memenuhi ekspetasi. Sedangkan Dembele lebih sering didera cedera. 

Griezmann yang didatangkan dari Atletico Madrid dinilai cukup memenuhi harapan. Hanya, dia tetap tak maksimal sehingga klub berharap bisa membawa kembali Neymar. 

Neymar Direkrut Atas Permintaan Messi

Mantan Presiden Barca Sandro Rosell menuturkan bila klub tetap akan berusaha keras merekrut pemain yang pernah 4 musim di Camp Nou itu sebelum dijual ke PSG pada 2017. Apalagi, Neymar memberi kontribusi penting bagi Los Cules.

Menurut dia perekrutan itu tidak terlepas dari permintaan Messi yang menginginkan pemain terbaik berada di sisinya. Dengan adanya Neymar, Barca bisa memenangkan semua trofi. 

"Semua karena Messi yang merupakan pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dunia dan memang pemain yang cerdas. Dia ingin ada pemain terbaik di sisinya karena itu bisa menjadikan klub memenangi banyak trofi," ucap Rosell yang berperan besar memboyong Neymar dari Santos pada 2013. 

Dan, Neymar memang sudah membuktikannya. Trio MSN, Messi, (Luis) Suarez dan Neymar menjadi trisula maut. Selama 4 di Barca, Neymar membawa tim memenangi 8 trofi, termasuk treble pada 2015. Dan, Barca masih menjadi satu-satunya tim La Liga Spanyol yang meraih 3 trofi dalam satu musim. 

"Saya berharap Ney kembali ke Barcelona dan mereka (MSN) bermain bersama lagi. Ini tentu hal bagus bagi klub dan fans," ucap eks gelandang Barca asal Argentina, Javier Mascherano. []

Berita terkait
Barcelona Tawarkan 3 Pemain untuk Ditukar Neymar
Barcelona menawarkan 3 pemain dalam bagian pembelian pemain Paris Saint-Germain Neymar. Ini membantu menurunkan harga Neymar yang masih tinggi.
Neymar dan Kylian Mbappe Bertahan di PSG
Neymar dan Kylian Mbappe bertahan di Paris Saint-Germain meski diincar Barcelona dan Real Madrid. Pandemi Covid-19 jadikan bursa tak lagi hot.
Barcelona Dikabarkan Masih Berharap Dapatkan Neymar
Barcelona dikabarkan masih berharap untuk membuat kesepakatan tukar tambah antara Antoine Griezmann dan Neymar
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China