UNTUK INDONESIA
Cegah Covid, YGNI Sumbang APD Bagi Pemda Matim NTT
YGNI Borong NTT mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa 90 buah face shield (pelindung wajah) dan 30 hazmat untuk Pemda Borong.
Serah terima APD dari YGNI ke BPBD Manggarai Timur NTT, Kamis 18 Juni 2020. (Foto: Tagar/YGNI Borong)

Manggarai Timur - Yayasan Gugah Nurani Indonesia (YGNI) Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa 90 buah face shield (pelindung wajah) dan 30 hazmat untuk Puskesmas Borong, Puskesmas
Peot dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur, Kamis 18 Juni 2020.

"Kegiatan ini dalam rangka mendukung upaya pemerintah Indonesia dan pemerintah Provinsi NTT, khusunya pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam rangka mencegah meluasnya penyebaran covid-19," kata Manager YGNI Cabang Borong Vinsensius Paulus Nanggor, Kamis 18 Juni 2019.

Atas nama Pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan YGNI.

Menurutnya, sejak merebaknya Covid-19 ini, YGNI Kantor cabang Borong bersama dengan 15 kantor cabang YGNI lainnya di seluruh Indonesia mulai mengedukasi sekolah dan masyarakat dampingannya dengan melakukan diskusi dan sosialiasi.

Ia menjelaskan, beberapa kegiatan yang telah dilakukan sejak Maret 2020 adalah sosialisasi tentang dampak dan cara menangani virus Corona melalui pemasangan baliho tentang Covid-19 di tempat-tempat umum seperti Gugus Tugas Covid Desa, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya.

"Baliho tersebut berisi tentang asal-muasal, cara penyebaran dan cara penanganan virus Corona. Juga disebarkan flyers yang berisi tentang cara mencuci tangan yang tepat," kata Paul, sapaan akrab Vinsensius Paulus Nanggor.

Sementara itu, dalam acara serah terima APD dari pihak YGNI Borong, Anton Dergong Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan terima kasih kepada pihak YGNI yang telah bekerjasama dengan Pemda Matim khususnya BPBD.

"Atas nama Pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan YGNI untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat selama ini," kata Dergong.

Dikatakannya, Covid-19 adalah virus baru dan sangat berbahaya, oleh karena itu, semua pihak bekerja sama dalam penanganannya. Dergong menjelaskan, selama ini YGNI selalu terlibat dalam kegiatan-kegiatan
penanggulangan bencana, dan mereka juga ada dalam tim Emergency Respon (tanggap darurat) Kabupaten Manggarai Timur.

Kami akan terus mendukung pemerintah dalam upaya-upaya kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut juga, Paul menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemda Kabupaten Manggarai Timur secara khusus BPBD yang selalu membuka diri untuk bekerja sama dengan lembaga lain, khususnya YGNI.

"Kami akan terus mendukung pemerintah dalam upaya-upaya kemanusiaan seperti kegiatan sponsorship bagi 947 anak dampingan kami dan terus mengedukasi masyarakat sesuai dengan sumber daya yang ada pada kami," kata Paul.

Lebih lanjut Paul menjelaskan, sejumlah aktivitas yang akan datang antara lain, pengadaan dua buah hand washing station (wadah air cuci tangan). Keduanya akan ditempatkan di Desa compang Ndejing dan SMPN 8 Borong.

"Selain itu YGNI Borong juga akan membagikan hygiene kit yang berisi masker, hand sanitizer, sabun pencuci tangan dan sabun batang kepada 947 anak sponsor dan keluarganya," ujarnya. []

Berita terkait
Polemik Tambang di Matim NTT, Barnabas Bukan Orang Luwuk
Akhir-akhir ini, nama Barnabas Raba mendadak viral karena mendukung pabrik semen yang akan didirikan di Manggarai Timur. Ini sosok Barnabas Raba.
WALHI NTT Desak Gubernur Cabut Izin Tambang di Matim
Walhi NTT meminta Gubernur NTT mencabut izin tambang di Manggarai Timur karena hal tersebut merupakan janji gubernur saat kampanye lalu.
Warga Dukung Pabrik Semen di Matim, Ini Tanggapan Pastor
Warga Desa Satar Punda Manggarai Timur NTT mendukung adanya pabrik semen di kampungnya. Ini komentar salah seorang Pastor.
0
Hongeo, Makanan Paling Bau di Korea Selatan
Makanan ini sangat bau sehingga banyak orang Korea Selatan tidak mau mendekatinya, apalagi memasukkannya ke mulut.